DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Meja13 adalah situs judi online game capsa susun

Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan

Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan

lihat juga

Liga365 Situs Betting Bola Resmi Indonesia

Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan

Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan
Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan

Pada suatu liburan sekolah yang panjang, kami dari sebuah SLTA mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita, diantara rombongan itu satu guru wanita dan satu guru pria.

Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca, soalnya acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu.

Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Fina ( saya memanggilnya Fina ). Dia terkenal sebagai guru yang galak dan judes dan anti cowok! Kabar yang beredar dia itu lesbi, ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan kini sok anti cowok.

Bu Fina umurnya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Teman-teman cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek bawel tapi cantik-cantik dan periang. Sedangkan untuk cowoknya, terus terang saja semuanya adalah para bandit asmara. Termasuk juga Bapak Martin, guru olah raga kami itu.

Perjalanan menuju puncak gunung kami lalui dengan riang gembira. Mulai dari kumpul disekolah, hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan mulus-mulus saja. Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak.

Sampai tengah hari kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya. Sebagian besar terdiri dari monyet-monyet liar yang galak. Menjelang sore setelah rombongan istirahat sebentar untuk makan dan minum, kami berangkat lagi.

Kata pak Martin sebentar lagi sampai ke tujuan, tapi saking lelahnya rombongan mulai berkelompok dua-dua. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Fina dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula!

Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean. Betisnya yang putih itu pun terlihat mulai membengkak. Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo?!

Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau.

Fina sangat ketakutan dengan auman harimau itu, akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.

Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Fina minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Hingga hari gelap, kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan.

Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa. Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Fina, ia menggigil sangat kedinginan.

Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin. Kami tersesat ditengah hutan yang lebat, tanpa sadar Fina saking kedinginan dia memeluk aku. “Maaf” katanya. Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya.

Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, dan hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin. Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing.

Tujuan utamanya adalah mencari pakaian tebal, sebab jaket kami sudah basah kuyup. Seluruh pakaian bawaan Fina basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel. Fina minta aku meminjamkan jaketku dan aku setuju.

Tapi apa yag terjadi? Wow… Fina dalam suasana dingin itu membuka seluruh pakaiannya guna diganti dengan yang agak kering. Mulai dari jaket, T. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Fina. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu, lalu tiba-tiba dia memelukku lagi.

“Dingin banget” katanya.
“Ya jelas dingin, habis kamu bugil begini” jawabku.
“Habis bagaimana? basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong?” pinta Fina.

Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Fina. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman

“Maaf Fin?”
“Enggak apa-apa!” sahutnya.

Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Fina merangkulku,

“Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat.
“Hangat bu?” tanyaku.
“iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya” pintanya.

Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat. Aneh bin ajaib, Fina tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Dia meraba bibirku dengan bibirnya, aku reflex mencium bibir Fina. Lalu aku menghindar.

“Kenapa?” tanya Fina.
“Maaf Fina?” Jawabku.
“Tidak apa-apa Rangga, kita dalam suasana seperti ini saling membutuhkan. Dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu itu membangkitkan panas dalam darah kita, dan bisa mengurangi rasa dingin yang menyengat.”

Kembali kami berpelukan, berciuman, hingga tanpa sadar aku memegang payudaranya Fina yang montok itu, dia diam saja. Bahkan seperti meningkat nafsu birahinya, tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam hingga masuk dan memegang penisku.

Kami masih berciuman, tangan Fina melakukan gerakan seperti mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku. Tanganku mulai merogoh ‘Ms. Veggy’nya Fina, astaga ! dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari…
tadi. Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. ‘Ms. Veggy’nya hangat sekali bagian dalamnya, bulunya lebat.

Fina spontan melepas seluruh pakaiannya, dan meminta aku melepas pula, dan tanpa basa basi lagi aku langsung bugil. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu dan saling ganti posisi. Fina meminta aku dibawah, dia diatas. Astaga, goyangannya!! Sepertinya sudah pengalaman banget dia, padahal kan belum kawin?

“Kamu kuat ya?” bisiknya mesra.
“Lumayan sayang!” sahutku setengah berbisik.
“Biasa main dimana?” tanyanya
“Ada apa sayang?” tanyaku kembali.
“Akh enggak” jawabnya sambil melepas ‘Ms. Veggy’nya dari ‘Mr. Penny’ku, dan dengan cekatan dia mengisap dan menjilati ‘Mr. Penny’ku tanpa rasa jijik sedikitpun.

Fina meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah ‘Ms. Veggy’nya. Aku jilati ‘Ms. Veggy’ itu tanpa rasa jijik pula. Tiba-tiba saja dia minta senggama lagi, lagi dan lagi, hingga aku ejakulasi.

Aku sempat bertanya,

“Bagaimana jika kamu hamil?”
“Don’t worry!” katanya.

Dan setelah dia memebersihkan ‘Ms. Veggy’nya dari spermaku, dia merangkul aku lagi. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang.

Paras Fina tampak anggun dan cantik sekali. Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Fina minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali ‘Mr. Penny’ku.

Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Penny’, Dia kan belum menikah? tidak punya pacar? dan kata orang dia lesbi. Aku menuruti permintaan Fina. Dia menggagahiku, lalu meminta aku melakukan pemanasan sex (foreplay).

Permainan Fina hebat bukan main, segala jenis gaya dia lakukan. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami bergumul dan bergumul lagi. Fina meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya. Dia minta agar aku meremas-remas payudaranya, lalu memainkan lubang ‘Ms. Veggy’nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu.

Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku yang sudah sangat tegang itu, lalu dijilatinya, dan dimasukkannya kelubang vaginanya. Lalu kami saling goyang menggoyang dan hingga kami saling mencapai klimaks kenikmatan, dan terkulai lemas.

Fina minta agar aku tak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah. Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman.

Romantis sekali tempat yang kami temui itu, Aku dan Fina layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Sebab seluruh baju yang kami bawa sudah basah kuyup oleh hujan. Fina hanya memakai selembar slayer yang dililitkan diseputar perut untuk menutupi kemaluannya.

Aku sendiri telanjang bulat, karena baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Fina dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.

Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Di hari terakhir, kesempatan kami pakai semaksimal mungkin.

Pada hari yang cerah itu, Fina minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar. Kami mandi berendam, berpelukan, lalu bersenggama lagi di dalam air sungai.

Fina menuntun ‘Mr. Penny’ku masuk ke ‘Ms. Veggy’nya. Dan dia menggoyangkan pinggulnya agar aku merasa nikmat. Aku demikian pula, semakin menekan ‘Mr. Penny’ku masuk kedalam ‘Ms. Veggy’nya.

Di atas batu yang ceper nan besar, Fina membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, ‘Ms. Veggy’nya terbuka lebar. Disuruhnya aku menjilati bibir ‘Ms. Veggy’nya hingga klitoris bagian dalam yang ngjendol itu.

Dia merasakan nikmat yang luar biasa, lalu disuruhnya aku memasukkan jari tengahku kedalam lubang ‘Ms. Veggy’nya, dan menekannya dalam-dalam. Mata Fina merem melek kenikmatan.

Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, ‘Mr. Penny’ku di elus-elus, diciumi, dijilati, lalu diisapnya dengan memainkan lidahnya, Fina minta agar aku jangan ejakulasi dulu,

“Tahan ya?” pintanya.
“Jangan dikeluarin lho?!” pintanya lagi.

Lalu dia menghisap ‘Mr. Penny’ku dalam-dalam. Setelah dia enggak tahan, lalu dia naik diatasku dan memasukkan ‘Mr. Penny’ku di ‘Ms. Veggy’nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan.

Fina mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia “keluar”, dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang “keluar” dan oh,,,,oh…oh….muncratlah air maniku dilubang ‘Ms. Veggy’ Fina.

“Jahat kamu ?!” kata Fina seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Aku tersenyum saja. ” Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.

Esoknya kami sudah berangkat dari tempat yang tak akan terlupakan itu. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu.

Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, sepanjang jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Fina …
menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata

“Aku suka kamu”

Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Fina tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi ‘Mr. Penny’ku. Dia tahu aku ejakulasi di dalam celana, bahkan Fina tetap mengocok-ngocoknya.

Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Sudah tiga kali aku ” keluar” karena tangan Fina selalu memainkan ‘Mr. Penny’ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.

“Aku lemas sayang!” bisikku mesra
“Biarin!” Bisiknya mesra sekali.
“Aku suka kok!” Bisiknya lagi.

Tidak mau ketinggalan aku merogoh celana olah raga yang dipakai Fina. Astaga, dia tidak pakai celana dalam. Ketika jari-jari tanganku menyolok ‘Ms. Veggy’nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? astaga lagi, Fina sudah ‘keluar’ banyak, ‘Ms. Veggy’nya basah oleh semacam lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget.

Tangan kami sama-sama basah oleh cairan kemaluan. Ketika sampai di rumah Fina, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu.

Lalu aku pulang.Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Fina guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Tapi ada satu temanku yang curiga, demikian para guru.

Hari-hari selanjutnya selalu bertemu ditempat-tempat khusus seperti hotel diluar kota, di pantai, bahkan pernah dalam suatu liburan kami ke Bali selama 12 hari.

Ketika aku sudah menyelesaikan studiku di SLTA, Fina minta agar aku tak melupakan kenangan yang pernah kami ukir. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Karena aku harus melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku.

Alangkah sedihnya Fina malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Tak rela rasanya aku kehilangan Fina. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya.

Fina memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Fina. Cincin Fina hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya.

Fina berencana berhenti menjadi guru, “sakit rasanya” ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Fina akan melanjutkan S2 nya di USA, karena keluarganya ada disana. Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi.

Pada suatu saat, ada surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dra. Fina Maharani, MSC. Rupanya benar dia menyelesaikan S2 nya. Aku terbang ke Jakarta, karena resepsi itu diadakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima.

Aku datang bersama kakakku Rina dan Papa. Di pesta itu, ketika aku datang, Fina tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.

“Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku” Kata Fina lirih dan pelan sambil memelukku.

Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Ku usap airmata tulus Fina. Kujelaskan aku sudah selesai S1 dan akan melanjutkan S2 di USA, dan aku berjanji akan membangun laboratorium yang kuberi nama Laboratorium “Fina”. Dia setuju dan masih menenteskan air mata.

Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku minta pamit untuk pulang, akupun tak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. Setelah lima tahun tak ada khabar lagi dari dia, aku sudah menikah dan punya anak wanita yang kuberi nama Fina Maharani, persis nama Fina.

Ku kabari Fina dan dia datang kerumahku di Bandung, dia juga membawa putranya yang diberi nama Rangga, cuma Rangga berbeda usia tiga tahun dengan Fina putriku.

Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Fina masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Kami sepakat untuk menjodohkan anak kami kelak, jika Tuhan mengijinkannya.




Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2019/02/bursa-cerita-sex-ngentot-sewaktu-liburan.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

Judi Bola Liga365

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Ngentot Sewaktu Liburan"

Post a Comment