DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian

Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian

Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian
Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian

Ceritanya begini waktu itu kami tinggal di daerah pertokoan di Surabaya, pembantuku namanya Ningsih kita sering memanggilnya dgn mba Ningsih.

Umurnya mungkin diatasku sekitar 3 tahun. Tp yg aku ingat mba Ningsih ini memiliki paras yg ayu kulitnya itam manis dan yg terutama toketnya yg gila besar banget padahal badannya tdk terlalu besar.



Mba Ningsih bertugas untuk menjaga rumah dan bengkel aku tinggal di ruko 4 lantai, jadi satu lantai dipakai untuk berdagang bengkel mobil dan lantai 2 ruang keluarga dan tempat tidur orang tuaku, sedangkan aku di lantai 3 ruangan tidurku , dilantai yg sama ini aku memiliki kamar yg besar seukuran 6 x 15 dgn kamar mandi didlm kamarku hampir seluruh lantai tersekat oleh kamarku karena aku anak tunggal di dlm kamarku terdapat banyak perlengkapan olahraga seperti dumble dan tiang basket mini.



Kamar tidur pembantuku ada di lantai 4 dan jg ada bagian depan yg digunakan untuk menjemur pakaian, Untuk menjaga bengkel yg terkadang ramai terkadang mba Ningsih ditugaskan untuk membantu sehingga diperlukan satu orang tambahan untuk menjaga kasir.



Aku cukup dekat sama mba Ningsih yg kala itu mungkin sekitar 18 tahun. Mba Ningsih ini suka memakai rok diatas lutut jaman itu memang begitulah pakaian yg dipakai buat pegawai atau pembantu, kalau sekarang sih bukan diatas lutut lagi tp pakai celana pendek bukan…hehe..sambil bayangin.



Benernya aku sama Mba Ningsih ini sdh kaya kakak adik karena dari aku smp dia sdh menjadi teman untuk belajar dan terkadang jg membantu aku untuk menyelesaikan tugas tugas sekolah yg mudah seperti bahasa Indonesia atau PMP.



Siang itu sepulang sekolah aku bertemu Agus temen SMA ku di jalan karena rumah kami memang tak jauh bisa dikatakan kita sering main besama, disinilah awal aku mengalami kenikmatan yg belum pernah aku alami.



Agus : “ Bob eh sini aku punya buku bacaan menarik “



Kemudian Agus mengeluarkan buku yg sdh agak lecek dan beberapa buku stensilan lainnya (kala itu memang zaman ngetopnya buku seperti itu)



Bobby : ini buku apaan Bob, kok acak acakan gini.

Agus : sdh Bob pokoknya dibaca bagus deh…ini aku kasih beberapa ya..kamu pinjam dulu nanti balikin lagi.



Kemudian sambil berlalu Agus meninggalkan aku dan kemudian aku memasukkan kedlm tasku dan aku pulang kerumah. Sesampainya diruko aku naik kelantai 3 dan langsung naik di tmpt tidur buru buru membuka buku yg diberikan Agus.



Kemudian aku membaca sampul depannya Judulnya Bursa Cerita Sex… kemudian aku buka halaman per halaman. Tdk biasanya aku cukup kuat membaca buku sambil cepat cepat untuk kehalaman berikutnya rasanya satu buku cepat sekali aku lahap…disitu banyak diceritakan tentang hubungan sex yg vulgar.



Sambil membacanya burung kecilku mulai mekar tanpa aku sadar sampai aku buka celanaku ternyata mengeluarkan lendir bening. Kala itu aku tdk tahu apa artinya tp rasanya enak sekali. Kemudian aku tertidur dan sore pukul 5 mba Ningsih mengetok pintu kamarku ..aku terbangun dan kaget kemudian buru buru aku simpan buku tersebut ke kolong kasurku.



Kemudian kubukan pintu tp kali ini aku melihat mba Ningsih dgn berbeda, sambil membuka pintu aku melihat mbak Ningsih seperti gambaran wanita di buku yg tadi aku baca rasanya happy banget. Mba Ningsih terlihat sedikit kebingungan dan membuyarkan lamunanku dgn menanyakan

“Nyo..!!! …(panggilan buat ku) kok bengong ngeliatin mba…!!!”

Kemudian sambil mengucek mata, aku tanyakan

“kenapa mba..?”

“Itu sdh sore cepat mandi sana…!!!” Kemudian aku mengiyakan menanyakan apakah mba Ningsih sdh mandi (karena biasanya mba Ningsih mandi jam 5 sampai jam 6 an.



Kemudian dia menjawab sdh nyo baru saja, mba ke bawah dulu ya bantuin papa kamu tutup ruko.
Kemudian aku lihat mba Ningsih turun ke lantai satu. Kemudian aku melihat ke samping kanan arah kamar mandi pembantu disana ada kamar mandi seukuran 2×2 meter.



Kemudian entah ide dari mana sambil berjingkat jingkat aku menghampiri kamar mandi mba Ningsih..kemudian aku lihat di pintu belakang kamar mandi tersebut terdapat celana dlm Mba Ningsih yg berwarna putih dan sedikit kekuningan…



Kemudian aku ambil dan aku cium cium…hem baunya sangat memikat aku sampai menempelkan hidungku ke celana dlm itu sambil memegang burungku…yg sdh mulai mekar kembali…kemudian ku taruh kembali celana tersebut. Kemudian aku beranjak keluar dan mandi.



Semenjak hari itu aku sering berpikir tentang mba Ningsih rasanya pingin memegang dan mencumbui mbaku tersebut…aku berpikir terus bagaimana caranya ya …? Sampai malam tiba mba Ningsih datang ke kamarku karena biasanya mba Ningsih menonton TV di kamarku.



Biasanya mba Ningsih sdh berganti menggunakan baju dan rok coklat seperti rok nya pramuka selutut sambil nonton disofa menempel tembok dan didepannya terdapat meja belajarku seukuran 2 m panjangnya.

Sementara aku membaca buku Matematika karena besok mau ujian. Aku duduk didepan mbaku dgn sofapendek. Jadi posisi kita agak serong dan berhadap hadapan sekitar 2.5 m didepan meja tersebut. Sementara aku tdk konsen belajar mba Ningsih dgn tenang dan konsentrasi melihat sinetron di tv tersebut.



Terkadang aku curi curi pandang kali kali mba Ningsih mengoyangkan kakinya karena dari tadi kakinya bergoyang goyang sambil sesekali memukul kelutut mungkin ada nyamuk yg hinggap di lutut yg mulus tersebut. Jadi posisiku lebih rendah dari meja tersebut sehingga mba Ningsih tdk menyadari bahwa aku mencuri curi pandang ke paha dan betisnya.



Sambil terkadang mba Ningsih mengaruk bagian pahanya dia tdk menyadari roknya sdh naik ke atas lutut dan setengah dari pahanya telihat olehku….gila..rasanya pingin segera mendekat dan menciumi langsung tempiknya mba Ningsih. Sambil beberapa kali aku liat mba Ningsih senyum senyum melihat sinetron jinny oh jinny….(jadul banget ga..tuh).



Karena dorongan yg begitu kuat akirnya aku merangkak ke bawah meja dan mengedap endap dan tanpa sadar aku sdh dibawah meja dgn jarak sekitar 60 cm didepan kaki mba Ningsih, bau harum mba Ningsih tercium oleh ku…yg bikin burung kecilku mekar dan makin mengeras…



Sambil deg dekan aku mendekat dan teteap blm disadarin oleh mba Ningsih mengerak gerakan kakinya yg mengakibatkan aku bisa melihat jembutnya yg kelihatan keluar dari celana dlmya yg terlihat nonong…rasanya sdh ga tahan… Tiba tiba mbaku menayakan dan meneriakkan…



“Nyo kamu dimana ? sdh blm belajarnya ?”



Kemudian sambil berpura pura aku keluar dari bawah meja dan merangkak keluar dan memberitahu mbaku…



“ini mba..tadi cari pena yg jatuh di bawah, tp sdh selesai sih mba..”kemudian aku mengatakan

“mba..aku tidur dulu ya”…kemudian mbaku mematikan lampu dan kembali ke kursi tersebut dan menonton TV.



Pas tepat pukul 12 malem aku terbangun dan melihat TV masih menyala sedangkan mba Ningsih sdh tertidur di sofa dgn posisi terlentang dan kaki selonjoran dibawah meja belajarku. kemudian remang remang terlihat wajahnya yg tertidur dgn pulas. Muncul keisenganku untuk meneruskan aktivitas yg tadi terunda.



Karena mba Ningsih tertidur di sofa kulit mungkin sangat nyaman tidurnya sampai aku goyang goyangkan tangannya dia terdiam. Kemudian aku pura pura menjatuhkan pena lagi dan masuk ke kolong meja belajarku dan dgn mengengap endap aku liat celana dlmnya sambil aku pelan pelan aku masukkan tanganku diantara paha mba Ningsih kemudian kurasakan hangat menerpa telapak tanganku.



Aku gerakan sedikit demi sedikit sampai akirnya menempel penuh di gundukan padat tempiknya, sejurus terlihat kaget karena terasa kedutan paha mba Ningsih. Akupun agak takut untuk bergerak lebih lanjut. Aku diamkan dan semenit aku rasa cukup aman aku teruskan untuk membuka lipatan celana mba Ningsih yg ada jembut tipsinya.



Rasanya agak sulit karena celana dlmnya yg terasa ketat dgn gundukan tempik yg kayaknya bikin penuh…pemirsa bisa bayangkan dong…hem..aku gerakan pelan pelan sampai keliatan belahan tempiknya yg tertutup…sedetik kemudian aku mendekatkan hidungku di selakangan mba Ningsih aku cium wangi dan sedikit memerah terlihat dari kilauan tv yg masih menyala…



Dengan takut takut aku dekatkan mulutku dan aku keluarkan lidahku untuk menyapu tempik mba Ningsih dan tiba tiba mba Ningsih terkaget terlihat dari pahanya yg berkedut dan kemudian menjepit kepalaku. Aku terkaget dan diam sambil ketakutan aku mendiamkan kepalaku disana sampai akirnya paha mba Ningsih melonggar dan aku kemudian meninggalkan mba Ningsih dan kembali ke tempat tidurku.



Beneran rasanya deg degan pemirsa. 10 menit kemudian aku berdiri mendekati mba Ningsih dan membangunkan mba Ningsih …mba bangun



“mba…mba tidur gih sdh malam..” kataku.

Kemudian Mba Ningsih membalas sambil terlihat mengingau …



“ia Nyo mba tidur sini saja ya..ngatuk mba nga kuat keatas”. Kemudian aku kasih tau

“ya mba tidur aja deket Bobby..” sambil aku angkat mba Ningsih aku letakan di kasurku yg memang cukup besar seukuran queen size. Kemudian Aku tidur jg disamping mba Ningsih.



Tak berapa lama mba Ningsih merangkul aku dan sedikit berbisik



“Nyo AC nya dingin banget mba kedinginan” sambil berkingksut dia mendekat dan masuk ke selimutku sambil merangkul.



Entah apakah sengaja atau tdk tp aku benar benar deg degan karena baru pertama kali diperlakukan seperti itu oleh wanita. Hampir 2 jam-an aku ngga bisa tidur sampai akirnya tertidur dgn sendirinya dan bangun sekitar pukul 6 pagi. Tp badanku terasa sakit semua karena menahan gerakan semalaman (mungkin pemirsa pernah mengalami keram seperti itu).



Aku mau bangun setalah aku sadari ternyata mba Ningsih sdh ngga di ruanganku tetapi tiba tiba aku terhuyung huyung dan pusing kepalaku. Aku kemudian duduk di pingiran kasurku. Semenit kemudian mba Ningsih datang dan memberitahu untuk aku untuk mandi dan bersiap ikut orang tuaku ke malang karena hari itu hari sabtu dan memang sdh ada planning untuk kemalang.



Tp aku mengatakan ke mba Ningsih… mba aku ngga ikut papa dan mama kemalang badanku rasanya melayang. Kemudian mbaku memegang kepalaku dan mengatakan badanku dinggin…dan dia keluar dari kamar dan memberitahu orang tuaku kalau aku sakit. Sekitar 15 menit kemudian mamaku datang dan mengatakan kalau aku dirumah aja nanti mba Ningsih temanin dan belikan makanan. Sekalian mamaku pamitan dan meninggalkan aku sendirian.



Tak berapa lama sekitar 1 jam aku tertidur lagi dan tiba tiba aku berasa ada yg memijat mijat tanganku kemudian aku buka mataku aku melihat mba Ningsih berpakaian putih agak tipis kaos dan celana jeans yg kemarin dipakai. Dan memberitahu kalau mau mengerok aku supaya cepet sembuh. Aku mengiyakan dan kemdudian dia membantu melepas bajuku sambil mengambil alat untuk mengerok badanku. Akupun mengikuti dan kemudian mba Ningsih mengerok sambil mengoleskan minyak kayu putih di punggungku. Aku mengatakan



“mba..aku kemarin ga tidur…karena kaku badanya ada mba yg tiduran disamping ku”. Kemudian mba Ningsih mengatakan

“maaf ya nyo gara gara mba nyo nga jadi ke malang dan malah sakit ….maaf ya….tp nanti mba pijitnya nyo supaya cepet sembuh ya…”katanya lagi.



Kemudian aku ngga ingat lagi karena masih mengantuk dan tertidur….mungkin sekitar 30 menit aku merasakan badanku lebih ringgan karena kerokan tersebut. Tp ada hal yg aku rasakan lainnya yaitu rasanya ada yg bergerak gerak di dlm selimutku dan ada bagian tubuhku yg rasanya nga pernah merasa seperti itu serasa cenut cenut enak.



Sambil membuka pelan pelan sambil mengintip aku liat mba Ningsih sedang menjilati Penis.. ku sambil memegang bagian paha dlmku …Hampir aku teriak tp aku coba berpura pura tidur walau aku nga bisa menahan desahan ku …sambil terengah engah….ah ah ah…mba Ningsih terlihat makin napsu untuk menaik turunkan mulutnya di penis…ku gila aku serasa diubun ubun dan sejurus kemudian mba Ningsih memasukan semua batang penis….ku dan kemudian menjilati dari atas sampai turun ke sarangnya kemudian turun lagi ke bagian anusku dijilatinya sampai aku sedikit menaikkan pantatku..kemudian mba Ningsih melihat kea rah mataku.



Aku pura pura tetap menutup mata sambil terengah engah….kemudian mba Ningsih..mempercepat gerakan mulutnya dan…tiba tiba rasanya melayang pemirsa…aku terpekik sambil memegang gulingku yg aku taruh diatas kepalaku sambil menahan …sekuat tenaga tp nga bisa dan creett creett creett…rasanya lemas …dan dgn buasnya mba Ningsih menghabiskan semua cairan yg keluar…



Dan setelah selesai semua mba Ningsih melap penis..ku dgn tisu basah yg sdh dia siapkan kemudian memakaikan kembali CDku dan menepuk ke bagian penis…ku dan mentaakan cepet sembuh ya nyo…sambil berlalu kea rah pintu dan keluar.. Akupun menanjutkan aktivitas tidurku….
Malam jam 8 malam aku bangun dan merasa segar banget…lapar dan aku panggil mba Ningsih..



“Mba..”kemudian kudengar langkah kaki menuruni tangga.

“Nyo sdh enakan…? Mau makan apa mba sdh masakin bubur..” sambil memegang kepalaku. Aku jawab

“ia mba seger.. rasanya enak enteng mba nga tau rasanya melayang mba..”



Mba Ningsih sambil tersenyum penuh arti … Mba Ningsih kemudian mengambilkan makanan. Dan menyuapi aku. Aku melihatnya penuh tatapan keingin tahuan… Serasa dia jg menggangap yg tadi spt rahasia buat dirinya sendiri.



“Mba Ningsih sdh selesai makanya mba… Mba sdh mandi…?” Tanyaku..?

“Sdh dong nyo masa nyo ga cium bau harumnya mbak?”

“Ia mba… Mba aku mau mandi dulu ya mba..” kemudian mba Ningsih memberitahu kalau dia akan membilas aku supaya tdk kedinginan.



Kemudian aku menuju ke kamar mandiku. Disana ada bath up yg sdh disiapkan mba Ningsih. Kemudian mba Ningsih mengandeng taganku … Seperti kerbau dicocok hidung aku berjalan mengikuti embakku… Kemudian aku membuka baju sementara mbaku menyiapkan wash lap buat aku satu persatu bajuku dilepaskan smp tinggal cd aja kemudian.



Terus mba Ningsih nga membuka cdku seperti yg aku harapkan.. kemudian menyenderkan badanku ke bathup kemudian melap badanku… Rasanya enak pemirsa.. tp yg aku harapkan nga terjadi cd ku ga dibuka oleh mba Ningsih…



Sampai kemudian selesai lah acara lap lap kemudian dia memakaikan bajuku.. kemudian mengantarkan aku kembali ke kamar… Tak berapa lama kemudian sambil aku sambil terlentang menidurkan diri sedangkan mba Ningsih nonton ditmptnya biasa. Nonton di sofa kulitku.



Sampai akirnya aku merangkak lagi kebawah kolong meja mau melihat nonongnya mbakku kebetulan atau apa ternyata mamaku menelpon kerumah Bunyi dering telepon membuat aku terhenti , kemudian mba Ningsih mengambil wireless phone yg terletak di meja ku.



Kemudian karena aku sdh sange banget dan ingin membalas mba Ningsih ku yg sdh bikin kentang..aku langsung sergap belahan paha mba Ningsih dgn kaget tp bisa menguasai keadaan mba Ningsih berkomunasi dgn mamaku sementara aku sdh membuka celana dlm mba Ningsih dari dlm roknya dan menjilati dgn ganas dan sementara itu aku dengar mbak Ningsih sambil mendorong kepalaku mencoba untuk tetap terlihat tenang walaupun terdengar diujung telp mamaku menayakan



“Ningsih kenapa kamu, sinyo sdh makan blm ??” kemudian Ningsih tetap menjawab dgn terbata bata.



Aku terus menjilati meki mbak Ningsih ini dgn rakus sambil tanggan telunjukku mengosok biji kacang di atas bagian meki tembem mba Ningsih… Mba Ningsih kemudian mengatakan…



“ia nyonya…ini sama sinyo su…su dah baikan sdh makan jg … oya nya apakah nyonya nga pulang hari ini..?” Kemudian mamaku menjawab..

“ngga kita pulang besok malam Ningsih…terus aku tetap jilatin sambil aku masukkan jg jari tengahku masuk ke dlm mekinya terasa hangatttt…dan sambil terengah engah…mba Ningsih memberitahu kalau aku sdh tidur…karena mamaku menayakan apakah bisa bicara sama aku. ….



Sesaat aku gosok secara cepat itil mba Ningsih dan tiba tiba…terbata bata…mbaku langsung mengatakan ke mamaku… “nya…nyaa.nyaaaa” sambil mengampit pahanya dan dimulutku terasa ada cairan hangat mengalir …aku jilat abiss..rasanya enak sekali pemirsa……terus di cengkramnya kepalaku dgn pahanya tp aku tetap menjilati habisss…dan terus aku masukkan lidahku kedlm….sampai mamaku menayakan Ningsih kenapa kenapa…?



Mba Ningsih memberi tahu kalau dia kebelet pipis dulu dan mau udahan dulu kemudian mamaku memberitahu kalau harus menjaga rumah dgn baik…klik….Telpon pun ditutup.
Kemudian mba Ningsih mencubit pipiku dan sambil mengangkang mengangkat kakinya aku pun senyum.



“Nyo.. km apain mbak..tadi ?Nakal ya sinyo…”

Aku jawab

“abis mba tadi bikin kentang aku… Hehe…”

“Mba kemarin apain sinyo ? Smp nyo kelojotan…”

“Ia kan mau bikin sinyo sembuh..” Sambil ngelusin kepalaku.. dan terus dia membuka bajunya dan sambil terpana aku liat mba Ningsih melucuti branya…

“Mba besar bgt mba.. aku lgs segera menciumi dan melumat toketnya yg besar dan ujungnya pink…

“Wow… Enakkk mba Ningsih.. sambil ketawa kemudian mba Ningsih meleguh nikmat ku turunkan semua celana dan roknya mba Ningsih.. begitu jg mba Ningsih ..

“nyo mba blm pernah selain kaya kmrn lho..”



Aku jg menjawab



“aku jg blm mba di kena kenain aja ya mba…”kemudian dia mengangguk…



Akupun menjilati lagi dan mulai mengesek gesekan kon.t ku ke liang kenikmatan mba Ningsih smbl sekali-sekali mba Ningsih menyerigai.. dan serasa kepedesan..

“nyo nyo.. enak enakkk….”



Aku kemudian mengesk gesekan batangkh ke lobang mba Ningsih tp rasya sdh ga ketahan lagi pemirsa dan mba Ningsih makin mengankat kakinya dan melingkarkan ke badanku tp ttp aku tahan supaya ga masuk batangku cm diatas tempiknya.. mba Ningsih kemudian meremas sprei dan ksh tau nyoo.



Enakkkkk..dan aku jg smp keluar akirnya muncrat aku muncratkan di atas perut mba Ningsih mungkin sekitar 6 kali berkedut kedut…smbl aku berguling ke mba Ningsih.. mengakiri… Pergumulan penuh peluh… Gila seharian ini mimpiku jadi kenyataan.



Jam 5 pagi ku terjaga dan badanku agak loyo rasanya.. Mba Ningsih membangunkanku ..dgn menjilati dragon ballku… Gila enak rasanya hangat hangat.. Ku intip dgn kubuka mataku perlahan mba Ningsih melumat tongkolku.. degan lembut kemudian mengocok kocoknya dgn lembut sambil memandang aku.. dan tersenyum..



“Enak nyo…? Km dah bangun nyo…?”

“Iaa… Mba… Abis mba… !!!”



Sambil tersenyum mba ku berdiri dan membalik badanku..dan kemudian dia menjilati bagian pantatku…terus dia buka belahan panatku , dia jilatin sun holeku.. gila rasanya enak banget… Sambil aku nungging dia pelan pelan meremas batangku dr belakang…



“Enaknya mbaaaa.. aduh… Mbaaaa .. kamu yaa…”

Aku dibuatnya blingsatan…

“Rasanya sdh diubun ubun… Terus … Terus mba enakkk..”



Kemudian mba Ningsih menganti posisinya dgn memasuki kakiku yg sdh mengakang.. mba Ningsih masuk ke bagian bawahku seperti mekanik mobil wanita yg sedang benerin mobil dia merayap dan menjilatin habis tongkolku .. gila sensasinya yg ga tahaan… Sampai aku mekiikkan dan mendongkakan kepalaku menahan pejuku keluar..



Akirnya aku puter badanku dgn posisi 69 aku diatas mba Ningsih ku turunkan celana pedeknya.. langsung keliatan bagian dlm mekinya yg lumayan rimbun.. terus lgs aku santap… Aku cari kelentitnya yg lumayan besar aku sedot sedot…



Aku jilat dan aku colokin lidahku ke tempik mba Ningsih setiap aku gigit kelentitnya mba Ningsih melenguh dan mengigit penisolku jg smp akirnya aku membabi buta menyedot bagian tempiknya ini smp mba Ningsih menjepit kepalaku dan mengengam pantaku meremas tepatnya



“Nyooo.. gila gila sinyo…” Aku ga mempedulikannya smp cairan mba Ningsih keluar terus terus… Aku habiskan…



Tp mba Ningsih jg ga kalah aksinya dia cari titik lemahku dia jilat penisolku bagian ujung disapunya dgn lidahnhaaaa.. dia tau itu titik lemahku.. karena aku agak meleguh dan bergoyang.. Kita kaya memacu skill kita terus terus.. sampai akirnua aku memutahkan spermaku dan mba Ningsih mengapit kepalaku sambil cairannya keluar…



Enaknya… Keluar semua .. mba Ningsih lgs mejilati abis spermaku .. kemudian… aku rebah disamping mba Ningsih.. mba Ningsih mengatakan..



“nyo enak punya sinyo… Nyo siap siap gih .. ke sekolah.. sdh jam 6:10 itu nyo..”

“Iya mba… Mba Ningsih mandiin sinyo ya..” sepeti biasanya.. mba Ningsih tersenyum dan senyum yg penuh arti…

“Sinyo.. mandi dulu ya..”



Sekitar satu mingguan setelah peristiwa itu tdk ada peristiwa lg..karena mamaku terkadang tidur ditempatku atau terkadang mereka sampai larut berbincang dgn aku… Rasanya sdh setahun nunggu pinggin di bj lg dan aku ingin bercinta sama mba Ningsih ini….



Sampai pada hari yg dinantikan mama papaku pergi ke sekitar jawa tengah menginap sktr 3 harian untk mengunjungi sdr mamaku yg anaknya melahirkan. Siang sepulang dari sekolah aku.. memasuki bengkel dan disambut mba Ningsih di meja belakang kasir…



” sdh pulang nyo?” Aku jawab

“ia mba.. rame ya mba…? Iya..nyo.. makan nyo mba sdh siapin diatas…”



Aku kemudian menarik tanggan mbaku itu tp dia melepaskannya dan mengatakan



“sinyo makan dulu sana bengkel nanti ada yg mau bayar repot..”



Kemudian aku naik ke lantai 3 dan cepat cepat berganti celana pendek dan kaos…laparku sdh hilang aku sdh ga tahan mau keluarin pejuku yg rasanya sdh ngumpul … Kemudian aku turun di lantai satu..untuk gambaran saja…



Di lantai satu itu terdapat meja kasir yg bergabung dgn meja lainya yg berisi display barang barang jadi meja kasir tersebut berada disebelah dlm dan berbentuk L menutupi jalanan.. para pekerja bengkel papa sedang kerjain tugasnya .



Aku mengendap endap di belakang mba Ningsih dan kemudian aku merangkak dibawah meja kasir yg lumayan besar sktr 2.5 meteran.. mba Ningsih tdk menyadari kalau aku sdh berada dibawah meja karena dia melayani dan mengajak berbincang salah satu customer yg berumur sktr 40 thnan…



Dibawah aku menikmati pemandangan celana dlm hitam mba Ningsih yg keliatan nonong…kemudian aku masukkan dgn kagetnya mba Ningsih mengapit tanganku sambil tetap berusaha tenang dgn tante yg cukup bawel menayakan bengkel papaku yg sdh menjadi langganannya selama 5 thn ini.



Aku terus mengobel bagian meki mba Ningsih kemudian aku tarik kedepan .. sehingga bangku mba Ningsih membentur meja dan kemudian dia mengatakan..maaf tante..kejeduk.. aku sdh ga tahan…sambil aku buka celananya dari samping aku jilat jilat agak susah..sambil aku sedotttt..



Mba Ningsih gelagapan krn suara lidahku kedengaran…kemudian tangan kirinya mengapai tape dan membesarkan suaranya dan dgn alasan biar ga berisik suara motor didepan jalanan…
Aku terus nga mempedulikan aku gigit bagian klit mba Ningsih ku sambil jaritengahku memasuki tempiknya kumasukan dan ku keluarkan didlm aku kobel kobel sambil memutar.



Aku merasakan cairan mba ku keluar… Kemudian tnapa kusadar mba Ningsih menundukan diri dan memasuki kebWah meja..dan mencubit pipiku…



“nyo km nakal bangett…awass…ya nanti malam mba bikin kamu nga bisa jalan…!!!!”



Malam pun tiba..setelah menutup Bengkel dibawah…kami berdua buru buru masuk dan naik ke lantai atas mba Ningsih mengiring aku …keatas



“Ayo nyo..mba sdh ngga tahan…kamu nakal banget tadi” Habis membuka pintu langsung mba Ningsih menyalakan ac kamarku dan dia kemudian membuka bajuku…dan kemudian jongkok dan membuka celanaku..aku sambil menunggu apa yg terjadi sambil mengangkat satu satu kakiku dan akirnya celana dlmku dibuka…dan muncullah burungku yg tegak berdiri.



Mba Ningsih kemudian mendongkak keatas melihat burungku yg mulai tegak sambil tersenyum mba Ningsih…menjilati…burungku…kemudian dgn reflek aku memegang kepala mba Ningsih …tp mba Ningsih menyingkirkan tanganku…sambil mengulum dia membuka bajunya dan mengatakan



“nyo kamu diam aja ya…giliran mba yg kerjain kamu… kamu kan tadi sdh puas…”



Setelah baju mba Ningsih terlepas tinggal underwear hitamya…dia mendorongku ke kasurku…terus …kemudian mba Ningsih mengakangi aku naik diatas badanku dan mengatkan…



“nyo..malem ini ..mba bikin kamu ga bisa jalan…beneran ya….!”



Sambil ragu ragu aku menjawab…ya..mba …kemudian mba Ningsih mundur dan mengambil sesuatu di sudut kamarku…ternyata adatali tampar yg berwarna merah kemudian dia balik lagi ke atasku kemudian dia ikat tanganku yg kanan dan kemudian dikaitkannya ke sandaran kasurku sampai melewati tembok belakang dan melinkar dan mengikatnya di tangan kiriku.



Aku sempat kebingungan tp aku biarkan saja…kemudian…mba Ningsih membuka branya…dan kemudian…cd hitamnya..yg sdh basah dari siang tadi..



Sinyo : Mba…Ningsih…aku mau diapain ?

Mba : Tenang aja nyo…pokonya sinyo nikmatin ya…



Kemudian mba Ningsih mengangkat CD hitamnya kemudian ditutupkan ke mukaku, sampai aku hampir ngga kelihatan kemudian dia menutup mukaku dgn guling, Mba Ningsih kemudian meninggalkan ku dan masuk kembali …aku ga bisa melihatnya.



Sinyo : mba tadi ngapain aja..

Mba : habis pipis nyo..tenang ya nyo…nikmatin aja…



Tiba tiba mba Ningsih mulai menjilati …penisku dari sunholeku lagi…sampai keatas dijilatinya kemudian…dikocokinya penisku sampai …3 menit kemudian…aku merasakan ada yg dingin dan…ternyata mba Ningsih mengoleskan es coklat di penisku dan kemudian mba Ningsih menjilatinya sampai habis …



Aku sampai menaikkan kakiku karena sensainya yg nga bisa aku tahan…mba…mba…kamu gila mba…dia tetap nga mengubrisnya…kemudian dia memasukkan sesuatu di sunholeku…pelan pelan ternyata mba Ningsih memasukan jari tengahnya …



Dan kemudian dia mengolesin es lagi…di burungku…sampai terasa dingin banget…tp enak sambil dia memasukkan jarinya mba Ningsih jg menjilati burungku sampai rasanya teng teng…..mba…jangan siksa sinyo mba…sambil memelas… Tak berapa lama…mba Ningsih menghentikan aktivitasnya aku masih blm bisa melihat apa yg terjadi selanjutnya…



Tp tiba tiba mba Ningsih mengakangi aku dan tiba tiba aku rasakan hangat melanda burungku yg sdh ngaceng dari tadi sejadi jadinya pelan …dan pelan…lembut….aku dengar mba Ningsih melenguh..ah ah…sambil dia memegang burungku dan aku cuma merasa hangat sesenti sesenti mulai menjalari burungku….ah..ah..mba enakkk….rasanya hangat pemirsa…. Kemudian mba Ningsih membuka guling dan celana dlm mba Ningsih sambil tersenyum…. “enak ga nyo ?”

Sinyo : enak mba tp kenapa ditutup sih…

Mba Ningsih : ya biarin …nikmat…sambil tersenyum.



Mba Ningsih mulai mengenjot naik turun burungku…sambil mengakang dan sedikit mengagkat kulihat mekinya ….masuk dan keluar…aku sambil mekiik mba …aku nga kuat enak banget mba…mba Ningsih sambil merem melek…meleguh dan memepercepat goyangannya kadang dia memutar mutar pingulnya serasa diremes remes dan diputer didlm.



Sinyo : mba…mba kamu apain burung sinyo..

Mba Ningsih: Ah ah..ah …ah…ah……….hhhhhhhhhh…..nyo…..mba keluar ..



Sambil melihat aku dan mba Ningsih kemudian menjilati pentilku sambil menciumi pipi dan leherku aku sempat kegelian…
Kemudian mba Ningsih memacu lagi aku…dgn memutar…badannya…tp tdk melepaskan burungku…

Terus terang enak banget…rasanya…kemduian aku berteriak mbak…mba…aku mau keluar…tp tiba tiba mba Ningsih memegang burungku dan menekan bagian bawah nya…aku hampir muncarat…tp ditahan…..sambil menengok ke arahku…mba Ningsih mengatakan



Mba Ningsih : tunggu nyo…mba masih belum puas..sinyo jangan keluar dulu ya..

Sinyo : iya mba.. sambil kemduian aku mengatur nafas…

Mba Ningsih. : gimana nyo…mau keluar ngga ?

Sinyo : belum mba….



Semenit kemduian ..mba Ningsih memutar lagi berhadapan sama aku dan memacu seperti orang naik kuda…tangan kanannya memegang ke belakang kepelerku kantong zakarku di raba raba dan tangan kirinya memegang dadaku sambil terus bergoyang … Aku mulai naik dan kemudian mba Ningsih tiba tiba melepas kan burungku dari mekinya.



“mba kenapa ?

“tunggu nyo basah meki mba ….”



Kemudian dia melap burungku yg basah kuyup dgn cairan nikmat mba Ningsih…kemudian mba Ningsih mulai memasukkan lagi…satu dua tiga…sampai mba Ningsih teriak teriak …nyo…nyooooooonyoooo…..enak….



Aku jg sangat menikmati sampai aku naikkan pantatku dan badanku bersanga dgn kakiku …mba Ningsih jadi sedikit melongsor ke badanku..tp terasa burungku makin terasa enak…



“mba..mba…kamu gila mba…….aku sdh ngga kuat mba…” kemudian..mba Ningsih…menekan tubuhku ke bawah dan kemudian mba Ningsih memacu lebih cepat dan lebih dlm mengenjotnya sampai…akirnya …mba Ningsih…mengarahkan mukanya ke mulutku dan makin cepat cepat teengah engah aku dibuatnya dan

“mba …aku keluar…”

“mba jg..nyo……ah ah………ah ..”aku memucratkan peju sampai 6 kali..rasanya keluar semua…dan terkuras…nga seperti sebelumnya ini benar benar semua muncarat…sambil mba Ningsih memelukku…dan membisikan …

“enak kan nyo…??? Mba keluar 3 kali tadi….sinyo… luar biasa….” sambil ngelosor…sambil memeluku dan bertanya,

mba Ningsih : enak nyo ? mau lagi…???

Sinyo : nanti ya mba…aku sdh melayg kepalanya…

Mba Ningsih : hehe…pokoknya mba bikin kamu ga bisa jalan…



5 menit kemudian mba Ningsih…melepaskan burungku dan kemudian mengelap burungku dgn handuk hangat yg diambil di kamarmandiku…sambil tesenyum …melihat burungku yg masih setengah berdiri…


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2017/04/bursa-cerita-sex-pembantu-impian.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Pembantu Impian"

Post a Comment