DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin

Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin

Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin

Cerita kali ini tentang wanita penjaga warnet malam-malam dan keadaan yang hujan lebat. Malam itu sungguh sangat larut, dingin, karena hujan terus turun dari sore hari sampe dini hari ini tadi. Indah mulai merasa ngantuk, matanya mulai berat, tp mengingat dia masih jaga warnet, dia tetap berusaha utk menahan rasa ngantuk yang sedang melanda itu. Sudah beberapa hari ini dia bekerja di sebuah warnet milik sepupunya yang buka selama 24 jam. Dan malangnya, Indah harus menjaga warnet itu saat malam hari.

Awalnya ia enggan, tp setelah diyakinkan oleh sepupunya bahwa warnet itu aman di malam hari, maka akhirnya Indah terpaksa menurutinya. Mau gimana lagi, Ryan sepupunya itu bekerja malam hari disebuah pabrik di daerah bekasi, dan baru bisa menggantikannya menjaga net itu sepulang kerja sampai tengah hari, sedangkan Toni yang biasa shift malam di net itu sedang pulang ke kampung halamannya.



Malam itu cuma ada seorang pemuda yang sedang main di warnet itu, usianya kira-kira sebaya dgn calon suaminya di kampung. Sejak sore pemuda itu sudah datang dan memang sejak awal Indah bekerja di net tersebut, pemuda itu memang selalu datang sore hari dan baru pulang saat azan subuh berkumandang.



Dia sempat berpikir tentang apa kerja pemuda tersebut, karena dalam benaknya, tdk mungkin pemuda itu bekerja di siang hari karena malam harinya dia selalu bergadang di net ini. Tp dia sadar, inilah kota besar, pemudanya tdk seperti di kampungnya yang biasa berada di masjid saat malam tiba.

Dia merasa beruntung karena calon suaminya adalah seorang aktifis dakwah, sama seperti dirinya.



“Mbak, teh botol 1 ya?” Suara itu mengagetkannya.

“Oh, iya Mas, silahkan.” Jawabnya

“Loh kuncinya mana Mba?”

“Oh, iya, ini Mas” Jawab Indah sambil menyerahkan kunci yang lupa diberikannya.



Di WarNet tersebut, Lemari Es tempat penyimpanan minuman memang sengaja dikunci karena seringnya para user yang tdk bertanggung jawab mengambil minuman tanpa membayar saat sang operator sedang lengah.



Pikiran Indah kembali menerawang kepada sosok calon suaminya. Lelaki yang sebenarnya sudah lama dia kenal, tp baru bisa dia dengar suaranya saat proses lamaran tepat 1 minggu sebelum Indah berangkat ke Jakarta utk bekerja pada sepupunya pemilik warnet ini.



Dia sengaja bekerja di jakarta menjelang pernikahannya, Utk menghindari hal2 yang tdk diinginkan, pikirnya.Ya, dalam pikirannya,bisa saja mereka terjerumus di dalam dosa.. Wong yang mereka yang baru pacaran saja bisa melakukan hal2 nekad, apalagi dirinya yang sudah bertunangan.



Walaupun dia yakin dia dan calon suaminya tak mungkin melakukan hal2 yang dilarang agama meskipun mereka sudah resmi bertunangan dan pelaksanaan akad nikahnya sendiri tinggal 2 minggu lagi. Intinya, 2 minggu itu masih mungkin terjadi hal2 yang tdk diinginkan olehnya.



“Tuh kan, bengong lagi, lagi mikirin apa seh, Mba?? tiba2 pemuda itu sudah berada di sampingnya lagi, dan lebih membuatnya kaget lagi.

“Eh, engga Mas, ada apa? Ada yang bisa saya bantu?” jawabnya tergagap

“Itu mba, tolong Share-in file yang ada di foldernya si Toni dong. Penting nih.”

“Oh iya, sebentar ya” Indah pun meraih Mouse dan mencari folder yang dimaksud, tp entah karena apa, pemuda tersebut tiba-tiba berkata

“eh, maaf Mba, biar saya aja deh yang cari, gak enak sama mba, mba kesana aja dulu sebentar.”



Indah jd bingung, dia pun melangkah sedikit menjauh, dalam hatinya, mungkin itu file rahasia yang tdk boleh dilihat oleh siapapun, kecuali oleh Toni. Setelah beberapa saat, pemuda itu berdiri dan kembali mempersilahkan Indah duduk di bangku operator tersebut.



“Udah Mba, Makasih ya.”ucapnya sambil berlalu meninggalkan Indah.



Indah kembali menatap jam di pojok kanan bawah monitor, hampir 1/2 4. berarti, 1 jam lagi sepupunya pulang, dan dia bisa istirahat setelah sholat subuh di rumah pamannya yang kira2 berjarak 100 meter dari net itu.

Tiba-tiba dia teringat sesuatu, tadi sore, sebelum berangkat Ryan sempat memintanya utk memindahkan file2nya ke folder baru. Setelah membuat folder baru,dia mulai mencari file-file milik Ryan yang ternyata bertebaran dimana-mana,tak terasa, saat azan subuh pekerjaan itu baru selesai, benar-benar si Ryan itu, brantakan sekali sih orangnya..



Pikirnya dalam hati. Tak lama, Ryan masuk ke net, dia masih keliatan segar meskipun baru pulang kerja.



“Gimana Ndah? Rame Gak?? ” Tanyanya

“Cuma ada 1 orang, itu yang biasa main dari sore sampai pagi.”

“Oh si Vino ya?” Biasa dia mah. Ya udah km sana istirahat.”

“Iya, aku pulang dulu ya..”



Indah pun mulai beranjak meninggalkan warnet menuju rumah sodaranya tersebut, keluarga saudaranya tersebut pasti belum pada bangun, yah mau gimana lg, dia hanya menumpang di rumah tersebut, mau bicara apa pun terasa tdk enak, untung saja dia diberi pegangan kunci cadangan, jd dia tak perlu membangunkan orang-orang yang masih terlelap dalam tidurnya tersebut.



Esoknya….
Hujan kembali turun sejak sore, dan kini ditambah dgn suara petir yang sesekali menggelagar di atas sana. Lagi-lagi, sama seperti kemarin, cuma ada si pemuda yang bernama Vino di net itu. Waktu menunjukkan pukul 1 dinihari ketika tiba-tiba saja listrik padam.



“Yah Mba, gimana neh??” Kata Vino setengah berteriak. Indah tdk menjawab apa-apa, dia sibuk mencari lilin utk menerangi ruangan itu.

“Payah deh, lagi seru2nya pake mati lampu segala lagi,” kata Vino yang sudah berdiri tak jauh dari Indah.

“Ada lilin, MBa??

“Ada ini baru ketemu, ini saya lg cari koreknya”

“OH, ini aja, saya ada korek kok.”



Dengan sigap tangan Vino menyalakan korek dan mengarahkan apinya ke sumbu lilin yang disodorkan Indah. Lalu lilin itu ditempatkan tak jauh dari meja server. Lumayan menerangi ruangan tersebut.



Vino meraih bangku yang ada disamping, lalu duduk disamping Indah.
Indah sempat merasa tdk nyaman dgn kondisi tersebut, sebagai seorang akhwat – wanita yang aktif dalam kajian dan kegiatan dakwah – suasana seperti itu jelas sangat tdk berkenan dalam hatinya. Berdua2an dgn seorang pria yang tdk dikenalnya, dalam keadaan gelap dgn penerangan bermodalkan secercah cahaya lilin, wew, jelas sangat tdk nyaman baginya.



Tak sekalipun ia pernah mengalami saat2 seperti itu, tp mau bagaimana lagi, keadaan memaksa, tak enak rasanya mengusir langganan yang setiap malam selalu datang ke warnet itu seperti Vino.
Mereka diam, tak ada hal yang bisa dibahas sebagai bahan pembicaraan.
setengah jam berlalu dalam keheningan, dan listrik belum jg menyala. Kehiningan berlalu saat Vino meminta kunci kulkas.



“Haus nih mba, aku ambil minum ya.”



Untung saja Indah sudah hapal tempat kunci itu biasa diletakkan, tak lama, kunci itu sudah berada di tangan Vino. Vino bergegas mengambil minuman dan membuka tutup botolnya.
Indah terperangah ketika Vino memberikannya sebotol teh bot**l kepadanya.



“Biar gak ngantuk,”Kata Vino singkat

“Oh, iya makasih mas, ntar biar saya bayar sendiri ya”

“Ah, jangan, biar saya aja. kan aku yang ambilin”

“Yah, terserahlah,” Akhirnya Indah mengalah karena merasa tak enak hati, tapi dia tak langsung meminumnya karena Vino lebih dulu bertanya padanya.

“Katanya sebentar lagi mau nikah ya Mba?

“Iya Mas, kok tau? Dari Ryan ya?

“Iya, tadi sore dia cerita. Tp kok 2 minggu lagi nikah, mba malah ke jakarta n kerja disini?

“Ribet Mas ngejelasinnya. Intinya sih, saya mau nahan diri, itu aja.”

“Nahan diri? Nahan diri dari apaan? Tanya Vino

“Dari nafsu, saya ngga mau melakukan hal-hal yang mengundang saya pada maksiat bersama tunangan saya.” Jawab Indah

“OH gitu toh, ic ic” Vino manggut-manggut seolah mengerti, padahal dia kurang paham apa yang dimaksud oleh Indah.

“Di minum mbak minumannya” kata Vino mempersilahkan Indah utk meminum minuman yang telah dibelikannya.



Merasa tak enak, Indah pun meminum teh pemberian Vino tersebut. Vino sendiri menatap sambil menyunggingkan senyum.
Tak lama setelah meminum minuman tersebut, kantuk yang sangat hebat tiba menyerang Indah, kepalanya jg terasa sangat berat. Sempat di lihatnya jam yang baru menunjukkan pukul 2, setelah ia merasakan matanya tak sanggup lagi menahan rasa kantuk yang mendadak tiba tersebut.



Indah terbangun saat dia merasakan ada sesuatu yang meraba payudaranya. dia seperti tersengat oleh listrik ribuan kilowatt saat dia melihat jubah yang ia kenakan telah terbuka kancing di bagian depannya, dan dia lebih terkaget2 lagi saat menyadari Vino sedang meraba payudaranya. Bra yang dikenakannya sdh tdk menutupi 2 bukit indah yang menjulang tersebut.



“Ngapain kamu, tolong hentikan, jgn macam-macam kamu.” katanya sambil berusaha menepis tangan Vino yang sedang menggerayangi payudaranya. Tp tangannya terasa sangat lemah, ia seperti tdk punya tenaga utk mengangkat tangannya sekalipun.



Vino hanya diam, dia tak menjawab apa-apa. cuma Tangannya yang terus bergerak, meremas, dan sesekali menyentuh dgn lembut puting payudara Indah dgn jarinya.
Tak cuma itu, Vino pun mulai menciumi bukit indah itu, lidahnya mengulum dan menggigit kecil puting susu Indah yang masih berwarna pink tersebut.



Vino tahu betul, puting susu seperti yang ada dihadapannya pasti belum pernah terjamah oleh lidah, bahkan oleh tangan lelaki lain. Vino tak menghiraukan gadis yang terus berusaha meronta dgn tenaga nya yang lemah itu. Bahkan, tangannya pun mulai bergerak kebawah, menyelusup masuk ke dalam celana dalam Indah setelah ia membuka kancing rok yang dikenakan Indah.



Indah sedikit histeris ketika memeknya disentuh oleh jemari Vino, tp suaranya jelas tak kan terdengar oleh siapa-siapa, selain di luar sedang hujan, tak ada bangunan yang ada di dekat warnet itu, satu2nya bangunan terdekat adalah rumah Ryan, tempat Indah menumpang, itu pun jaraknya lumayan jauh.



Vino mengusap gundukan bukit yang sedikit berbulu itu, disentuh nya dgn lembut bibir memek tersebut sampai akhirnya Vino tak sabar dan segera melepaskan rok dan celana dalam yang membungkus bagian bawah tubuh Indah.



Indah terus berusaha berontak dgn tenaga lemahnya, rupanya, minuman yang diminumnya dicampur oleh obat bius oleh Vino, entah kapan Vino memasukkan obat bius tersebut.
Usaha berontak Indah jelas tdk berarti apa-apa bagi Vino, yang ada Vino malah semakin liar menciumi payudaranya.. jarinya pun mulai berusaha utk memasuki liang memek Indah.



Indah menggigit bibirnya ketika dia merasakan jari tengah Vino perlahan mulai masuk ke dalam memeknya.. Perih.. dan dia pun merasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam memeknya..



“Oh, kamu masih perawan ya Mbak??” tanya Vino setelah ia melihat apa yang membasahi jarinya..



Bukannya Iba dan menghentikan perbuatannya Vino kembali memasukkan jarinya. dan mulai menggerakkannya keluar masuk secara perlahan-lahan, dia melakukannya dgn lembut sambil bibir dan lidah nya tak berhenti bermain di payudara gadis tersebut.



“argh …. tolong hentikan Vinn.” kata Indah terbata-bata.



Nafasnya mulai memburu, tak dapat diingkari, meski perih, meski kehormatannya sedang direnggut oleh Vino, ada perasaan aneh yang menyelusup ke dalam sanubarinya.
Perasaan itu semakin menjadi-jdi saat jemari Vino semakin bergerak cepat di dalam memeknya yang terasa semakin licin oleh Vino.



Entah karena sebab apa, Indah mulai menghentikan usahanya utk berontak, sebaliknya,dia malah menekan kepala Vino dgn sisa tenaganya… tentu saja hal tersebut semakin membuat Vino terbenam dalam bukit payudaranya, ciuman dan kuluman Vino pun semakin menggila, Vino terus menjilati puting yang indah tersebut.



“Arghhhhh….. Viinnn….ARghhhh”

“Tolong hentikan Tooolllonnngggggg…”

“Memek km rapat banget mbak, aku suka, aku jg suka sama puting susu km..” Jawab Vino sambil tangannya terus mengocok memek Indah.



Tubuh Indah seakan mengejang, dirasakannya gerakan Vino menimbulkan perasaan yang sangat berbeda olehnya..
Rasa sakit yang tadi menderanya seakan telah hilang, digantikan oleh suatu rasa yang belum pernah ia rasakan sama sekali sebelumnya.



“Aaahh argh ……” Nafas Indah semakin memburu, dia sudah tak dapat lagi berkata apa2…

“ssssssshhhh …. arghhhh.” Indah mulai mendesis, gairah mulai merasuki perasaannya.



Vino sendiri menjadi semakin menjadi, di ambilnya tangan Indah dan dituntunnya tangan lembut tersebut ke arah k0ntolnya. Karena mulai dikuasai oleh gairah yang memuncak, tak sadar Indah menuruti pemuda itu, dielusnya k0ntol Vino yang masih terbungkus celana jins. Tak sadar pula ia mulai membuka resleting celana tersebut dan menyelusupkan jemarinya ke dalam celana dalam Vino.



Tubuh nya terus terasa kejang akibat gerakan jari Vino di dalam memeknya, gerakan Jemari Vino pun semakin cepat, tak sabar, ia menuntun tangan gadis itu utk menyentuh k0ntolnya.



“Pegang seperti ini mbak Indah,” Katanya sambil membimbing tangan gadis itu utk menggenggam k0ntolnya..

“Ya Seperti itu. Arghhh…” Vino berkata sambil merasakan nikmat ketika Indah mulai menggenggam k0ntolnya.



Indah benar-benar telah bergerak berdasarkan instingnya, perlahan dia mulai menggerakkan genggamannya, dia gerakkan k0ntol Vino, diputarnya dgn bergairah.



“Arghhh Vin,,, Viinnnn..” Indah meracau dgn desahan nafasnya yang semakin tak beraturan..



Dia benar-benar merasakan kenikmatan dari gerakan jari Vino yang keluar masuk memeknya yang semakin basah. sesekali Vino menciumi payudara gadis itu.
Mereka terus bercumbu di tengah temaram lilin, suara rintik hujan semakin membuat Vino bergairah mencumbui gadis berjilbab yang akan menikah itu.



Setelah beberapa saat, Vino melepaskan jarinya, dia jg melepaskan genggaman tangan Indah dari k0ntolnya. Indah menatap k0ntol Vino yang berjongkok di depannya..
Baru sekali ini ia melihat k0ntol lelaki dewasa langsung di hadapannya. Vino yang melihat gadis itu menatap k0ntolnya, mulai meraih kembali tangan gadis itu. Indah kembali meraih k0ntol Vino yang sudah mulai mengeras.



“Coba dicium mbak, pasti km suka” katanya pelan, stengah berbisik.


Indah menatap k0ntol itu. Ragu karena dia memang belum pernah melakukannya. Di dorong oleh gairahnya, dia mulai mencium k0ntol itu, dikecupnya k0ntol Vino. Vino tak diam, dielus nya kepala Indah yang masih terbungkus jilbab besarnya.



Mulutnya mulai mendesis ketika Indah mulai mengulum k0ntolnya yang terasa semakin mengeras.
akhirnya, ia tak bisa menahan gairahnya… Vino akhirnya merebahkan tubuh Indah di lantai, lalu ia merebahkan tubuhnya ke arah yang berlawanan, ia membentuk posisi 69 yang biasa di lihat di video porno yang sering dilihatnya.



Indah kembali menjamah k0ntol yang sekarang ada di depan bibirnya tersebut, Vino pun mulai memasukkan kembali jemarinya ke dalam memek Indah. Dia jg menciumi memek tersebut, memainkan lidahnya di klitoris gadis itu sambil jarinya tak berhenti bergerak keluar masuk memek yang semakin basah itu.



“arrrrghhh… nikmat banget mbak, arghhh …



Vino semakin bersemangat menjilati memek Indah, jarinya semakin cepat bergerak.



“Arghh Viinnn… ” Indah terus mendesis di Indah kulumannya pada k0ntol Vino.



Mereka terus saling menghisap dan mempermainkan kelamin pasangannya beberapa saat.
Tak sanggup menahan perasaan yang semakin membuncah, Vino kembali merubah posisinya.
kini dia berjongkok di depan paha Indah yang masih berbaring. perlahan dia mengarahkan k0ntolnya ke arah memek Indah.



“Mauu ap…. aappaa kamu Viiinnnn?” Tanya Indah terbata



Vino tak menjawab, dia membuka paha gadis tersebut, dan mulai mendekatkan k0ntolnya…
Indah tak bisa mengelak,dia justru membuka pahanya lebih lebar… dan dia sedikit histeris ketika k0ntol Vino yang membesar itu mulai perlahan-lahan memasuki liang memeknya.



“oogghhhhhh…. pelan-pelan Vin, perih.”

“Iya mbak, tahan ya…” jawab Vino penuh perhatian..dia terus berusaha memasukkan k0ntol nya ke dalam memek Indah.

“arghhh … mmmppphhhh… memekk kamu rapat banget mbak indah… aku suka …” pelan tp pasti akhirnya k0ntol Vino berhasil masuk ke dalam memek Indah.

“ooohhhh… Viiinoo …” Indah mendesis menahan rasa nikmat yang tiada taranya itu.



Tubuhnya bagai terbang ke awang-awang.
perlahan Vino menggerakkan pinggulnya, menggerakkan k0ntolnya maju mundur di dalam memek yang semakin terasa becek itu.. semakin lama gerakannya semakin cepat.. membuat Indah semakin merasa terbang..



Indah pun akhirnya tak bisa diam, gairah menuntutnya utk menggerakkan pinggulnya. Mengimbangi gerakan Vino yang terus menghajar memek
Mereka saling mendesis merasakan kenikmatan,,,



“mmmpphhh… enak mbak Ind, nikmat banget”

“Vin …. aku gak tahan” ceracau Indah sambil menggerakkan pinggulnya semakin cepat.



Dia benar-benar telah kehilangan akalnya, dia hanya merasakan kenikmatan yang tiada tara saat itu…
Indah terus bergerak, tanganya mulai menekan pantat Vino, ia ingin k0ntol pemuda itu masuk semakin ke dalam liang memeknya.



“Ooohhhh Vinnoo. trusssss”



Sampai akhirnya, Indah benar-benar merasakan tubuhnya kejang, dia merasa ada yang meledak dalam tubuhnya. dia berusaha menahan gerak tubuh Vino,, tp pemuda itu tdk berhennti dan malah semakin mempercepat gerakannya…



“Viinn…sshhhh…. aaaccchhhhhhaku …….

“iya mbak…. argggghhh sabar, aku sudah mau,,,,,

“mmmppppphhh…..”



Akhirnya Vino merasakan ledakan itu, dia hempaskan tubuhnya ke atas tubuh gadis dibawahnya.
Indah memeluk pemuda itu erat. membiarkan k0ntol yang masih berdenyut itu tetap berada dalam liang memeknya…


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2017/04/bursa-cerita-sex-op-warnet-calon.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: OP Warnet Calon Pengantin"

Post a Comment