DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya

Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya

Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya
Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya

Selama menjadi mahasiswa di ibukota provinsi ini, aku selalu dan hampir setiap hari mengunjungi perpustakaan milik pemerintah provinsi, sehingga hampir semua pegawai yang bekerja pada instansi ini mengenalku dan akrab denganku, baik yang pria dan wanitanya. Namun dalam pikiran nakalku yang mampu menilai sesorang, hanya terdapat dua orang ( yang jelas wanita ) yang mampu menarik perhatianku sehingga aku selalu memberikan atensi yang lebih terhadap dua orang ini.

Yang pertama adalah staf bagian informasi dan teknologi yang sebut saja namanya Mbak Diah, aku memanggilnya begitu, 32 th-an, perempuan cantik semampai proporsional berkulit putih berambut sepunggung yang selalu memakai supra-nya setiap ke kantor, belum menikah dan aku belum terlalu mendalami kehidupan pribadinya.



Kedua adalah staf administrasi yang berkantor di lantai tiga bangunan ini, Ibu Ani, manis berambut sebahu, 37 th-an, corak standar manusia-manusia Indonesia, menikah dan punya 2 anak, yang paling kecil SMP kelas 2 dan satunya SMU kelas 3, escudo kuning yang selalu menemaninya tiap pagi saat berangkat ke kantor.



Dari kedua wanita tersebut hanya dengan Ibu Ani saja aku tampak lebih akrab sehingga aku pun mengetahui dengan benar seluk beluk kehidupan rumah tangganya beserta dengan segala masalah yang dihadapinya.



Suatu siang, saat aku baru datang, kulihat Ibu Ani sedang melihat TV yang memang sengaja dipasang di lobby untuk para pengunjung instansi ini, kudekati dan duduk di sebelahnya.



“Siang, Bu!, lagi santai nih?” Tanyaku membuka percakapan

“Eh, Dik Didi!, iya, tadi habis kunjungan keluar bareng ibu kepala dan nganter si Santi (putri tertuanya) pulang. Udah selesai kuliahnya?” jawabnya

“Sudah.., tadi cuma ada satu mata kuliah”

“O gitu!, O ya, ntar malam di ***** Cafe ada konsernya ( Ibu Ani menyebut satu nama Band yang baru ngetop di Indon), mau nonton nggak?”

“Sama Santi, ya!, ntar saya ikut!” Kataku merajuk soalnya anaknya itu menuruni kecantikan ibunya sewaktu muda

“Ya, nanti Santi tak suruh ikut!”

“Lha emang Bapak ( suaminya ) kemana, Bu?”

“Lagi mengikuti Pak Walikota ke Jakarta sampai tiga hari mendatang”

“Okelah kalau begitu, nanti sore saya kesini lagi, trus berangkat!”

“Sip kalau begitu ” Jawabnya senang.



Sore yang dijanjikan pun tiba, aku masuk kedalam kantornya dan menemukan dia sedang membereskan beberapa map pekerjaannya.



“Tunggu di bawah ya, Dik!, aku mau ganti baju, dan tadi Santi telepon katanya tidak bisa ikut karena besok ada ulangan dan agak tidak enak badan” Katanya menyambutku

Dan aku pun mengeluh, gagal deh kencan dengan Santi
Tak berapa lama kutunggu, Ibu Ani sudah menemuiku dengan berganti pakaian dinasnya menjadi blus ketat dengan jins, wah.., oke juga nih ibu-ibu, nggak mau kalah dengan yang muda dalam soal dugem.



“Ayo!” Ajaknya



Aku pun mengikutinya menuju escudo kuningnya dan berlalu dari kantor instansi tersebut.



“Kemana kita?, bukannya konsernya ntar malam?” Tanyaku

“Bagaimana kalo kita cari makan dulu sambil ngobrol-ngobrol nunggu jam lapan buat nonton konser?” Usulnya

“Boleh juga!, dimana?”

“Ntar, liat aja, biar Ibu yang charge, OK!”



Aku pun mengangguk mengiyakan nya
Di sebuah resto china dijalan protokol kota ini, setelah menyantap hidangan laut, kami pun mengobrol mengahbiskan waktu dengan membahas berbagai persoalan baik itu maslah sosial maupun pribadi. Seperti halnya Ibu Ani menceritakan padaku tentang bagaimana menjemukannya kehidupan rumah tangganya.



“Wah, kalau soal itu saya tidak bisa memberikan pendapat, Bu!, masalahnya saya belum pernah berumah tangga.” kataku merespon nya

“Ini cuma sekedar curhat koq, Dik!, biar besok menjadi semacam panduan bila nantinya dik Didi sudah menjalan kehidupan bersama” Jawab Ibu Ani diplomatis

“Dan, jangan panggil Ibu, dong!, panggil saja Mbak, khan usia kita ngga terlalu jauh banget bedanya, paling cuma 13 tahun !” Tambahnya.



Dan aku pun tertawa mendengar kelakar tersebut.
Ketika waktu telah menunjukkan saatnya, kami keluar dari resto tersebut disambut dengan gerimis, berlari-lari menuju mobil untuk meluncur ke cafe yang dimaksud. Selama konser tampak Ibu Ani sangat menikmati suasana tersebut sambil sesekali mengenggam tanganku, sehingga mau tidak mau pun aku menjadi ikut terbawa oleh suasana yang menyenangkan.



Konser pun berakhir, dan saatnya kami untuk pulang. Sambil-sesekali berceloteh dan bersenandung, kami menuruni tangga cafe, yang entah karena apa, Ibu Ani terpeleset namun untunglah aku sempat memegangi nya namun salah tempat karena secara reflek aku menariknya kedalam pelukan ku dan tersentuh buah dadanya. Sejenak Ibu Ani terdiam, memandangku, mempererat pelukannya dan seakan enggan melepaskannya.



“Bu, eh..Mbak, udah dong, malu ntar dilihat orang” Kataku



Dia pun melepaskan pelukannya, dan kami menuju ke mobil dengan keadaan Ibu Ani sedikit pincang kaki nya. Tengah malam kurang sedikit, kami sampai di rumah Ibu Ani, karena aku sudah terbiasa pulang pagi, jadi kudahulukan untuk mengantar kerumahnya untuk memastikan keadaannya. Rumah dalam keadaan sepi, penghuninya sudah tidur semua kurasa, dan aku pun duduk di sofa sambil sejenak melepaskan lelah.



Sambil terpincang-pincang, Ibu Ani membawakan segelas teh manis hangat untukku, dan duduk di sampingku. Aku jadi teringat kejadian di tangga cafe tadi.



“Masalah tadi, maafin saya Mbak, itu reflek yang nggak sengaja.” Kataku

“Nggak papa koq, Mbak ngga hati-hati si, pegel banget nih!” Katanya

“Sini saya pijitin” kataku sambil mengangkat kakinya dang menggulung celana jins nya sampai selutut.



Dia pun merebahkan badannya agar aku bisa leluasa memijitnya. Tak berapa lama kemudian dia bangkit sambil ikut memijiti kakinya sendiri. Saat tangan kami bersentuhan ada getar-getar halus yang kurasakan menggodaku namun berhasil kutepiskan. Namun tak disangka, Ibu Ani memegang lengan ku dan menarikku ke dalam pelukannya.



“temani aku malam ini, Dik!” Bisiknya lirih di telingaku



Kurasa habislah pertahanan ku kali ini. Di lumatnya bibirku dengan ganasnya, apa boleh buat, aku pun memberikan respon serupa. Kami saling berpagut dengan sesekali mempermainkan lidah. Tangannya menggerayangi tubuhku, mengusap-usap celanaku yang menggembung, sedangkan aku meremas-remas buah dadanya yang masih cukup ranum untuk wanita seusianya.



Lama kami bercumbu di atas sofa, lalu Ibu Ani menggamitku untuk memasuki kamarnya, dan kami meneruskan cumbuan sepuas-puasnya. Foreplay dilanjutkan setelah kami saling membuka baju, hanya tinggal mengenakan celana dalam saja kami bergelut di atas kasur yang empuk dalam kamar berpendingin udara. Kujilati puting susunya sampai Mbak Ani mendesah-desah, sementara tangannya menggengam kemaluanku yang dengan lembut dikocoknya perlahan.



“Mbak.., aku buka ya, celananya!” Bisikku yang disambut dengan anggukannya



Setelah secarik kain tipis itu terlepas dari pinggulnya, Ibu Ani mengangkang kan pahanya, dan tampak vaginanya yang kehitaman tertutup lebat rambut. Saat kusibak kerimbunan itu, gundukan daging itu berwarna kemerahan berdenyut panas.



Ibu Ani memekik dan mendesah perlahan saat vaginanya kujilati. Ditekan nya kepalaku sepertinya dia sangat menikmati permainan ini, sampai suatu saat kurasa vaginanya mulai basah dengan keluarnya lendir yang berlebihan.



Dengan nafas terengah-engah Ibu Ani menarik kemaluanku untuk dimasukkan kedalam vaginanya. Kupegan tangannya dan kupermainkan kemaluanku di pintu masuk liang kenikmatan nya itu beberapa lama, kupukul-pukul kan kepala kemaluanku dibibir vaginanya, kumasukkan kemaluanku sedikit dalam vaginanya lalu kutarik keluar kembali, begitu berulang-ulang.



“Ayo dong, Dik!, jangan buat aku semakin ……” bisiknya

“Tapi aku belum pernah berhubungan badan, Mbak!” Balasku berbisik

“Ayolah, Dik!, aku beri kamu pengalaman menikmati surga ini, ayo..!”



Akupun mengangguk, Ibu Ani berbaring telentang di pinggiran ranjang dengan kaki mengangkang, sementara aku berlutut hendak memasukkan kemaluanku. Di pegangnya kemaluanku dan di arahkan ke dalam vaginanya, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku dibibir vaginanya sementara dia mendesah-desah, lalu dengan dorongan perlahan kubenamkan seluruh kemaluanku kedalam liang vaginanya.



Sebuah sensasi kenikmatan dan kehangatan yang luar biasa menyelubungi ku, sejenak keresapi kenikmatan ini sebelum Ibu Ani mulai mengalungkan pahanya pada pinggulku dan memintaku untuk mulai menyetubuhi nya. Kudorong tubuh Ibu Ani ketengah ranjang, setelah tercapai posisi yang enak, kugerakkan pinggulku maju mundur mengeksplorasi seluruh kenikmatan yang dimiliki oleh Ibu Ani.

Ruangan kamar yang dingin seolah tidak terasa lagi, yang ada hanya lengguhan-lengguhan kecil kami di timpahi suara kecepok beradunya kemaluan kami, sementara disekeliling kepala kami terbungkus dengan hawa dan bau khas orang bersetubuh.



“hh..terus, Dik!, goyangnya yang cepat..Ohh..ohh, Ouuch!” Desahnya

“Yang erat, Mbak!, ayo sayang,..sshh,..hhh..” Desahku

“Ouuw…hh..,…lebih ce…aaahhhh!”

“Tenang aja, manisku…ohh.., enak Mbak!”

“Sss….sama…aku juga…ohh..ohh!”



Entah sudah berapa lama kami saling bergelut mencari kenikmatan, lambat laun kemaluanku terasa seperti diremas-remas, lalu Ibu Ani mendesah panjang sebelum pelukannya terasa melemah.



“aku.., sam…,Dik!, …Aaaaakkhhh !” Desahnya



Kurasakan momen ini yang ternikmat dari bagian-bagian sebelumnya, maka sebelum remasn-remasan itu mengendur, kupercepat gerakanku dan kurasakan panas tubuhku meningkat sebelum ada sesuatu yang berdesir dari seluruh bagian tubuhku untuk segera berebut keluar lewat kemaluanku yang membuatku bergetar hebat dengan memeluk tubuh Ibu Ani lebih erat lagi



“Ohhh..ohh….!” Desahku tak lama kemudian



Aku bergulir di samping Ibu Ani mencoba mengatur nafas, sementara dia terpejam dengan ritme nafas yang tak beraturan juga. Kemaluan ku masih tegak berdiri berkilat-kilat diselimuti cairan-cairan licin sebelum lemas. Setelah beberapa saat, nafasku pulih kembali, kubelai rambut Ibu Ani. Dia tersenyum padaku.



“Makasih, Mbak! Enak sekali tadi” Kataku tersenyum

“Sama-sama,Dik! Hebat sekali kamu tadi, padahal baru pertama, ya! ” jawabnya



Ibu Ani mencoba duduk, kulihat cairan spermaku meleleh keluar dari lipatan vaginanya yang lalu di usapnya dengan selimut.



“Aku keluarkan di dalam tadi, Mbak! habis enak dan ngga bisa nahan lagi, ngga jadi anak khan nanti?” Tanyaku

“Enggak, santai saja, sayang!” Katanya manja sambil mencium pipiku

“Emm..,Mbak!” Tanyaku

“Apa sayang?” Jawabnya

“Kapan-kapan boleh minta lagi, nggak?”

“Anytime, anywhere, honey!” Katanya sambil memelukku dan melumat bibirku.



Setelah kejadian itu, tiga hari berikutnya aku menikmati servis istimewa dari Ibu Ayu untuk lebih mengeksplorasi ramuan kenikmatan dengan berbagai gaya yang diajarkan olehnya, bahkan masih berlangsung hingga saat ini. Pada mulanya anaknya yang kuincar menjadi cewek ku, ternyata malah mendapat layanan plus yang memuaskan dari ibunya.


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2017/04/bursa-cerita-sex-mengincar-anak-dapat.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Mengincar Anak Dapat Ibunya"

Post a Comment