DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik

Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik

Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik
Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik

Perkenalkan namaku Rio, kira kira hampir satu tahun Rio ngekost di rumah bu Ririn, tak sengaja juga aku bisa ngekost di rumah ibu Ririn dimana awal ceritanya kita bertemu di pasar, saat itu Ibu Ririn mendapat kejadian kecopetan saat Ibu Ririn teriak minta tolong aku langsung mengejar pencopet itu dan bisa menangkap copet tersebut dan mengembalikan dompetnya.

Setelah kejadian itu aku sedikit bercerita ingin mancari tempat kost disitulah ibu Ririn berbalik baik hati untuk ngekost di tempatnya yaitu di rumah bedengan. Suatu hari sudah empat bulan aku ngekost di kostnya dan aku telat bayar kost selama tiga bulan, mungkin juga karena ibu Ririn masih teringat saat aku bantu mengembalikan dompetnya jadi beliau terlalu baik denganku.

Tapi dalam hatiku tidak enak tapi gimana lagi duitku juga tidak punya jadi apabila bertemu ibu Ririn aku banyak menghindar untuk bertemu dengannya langsung. Sampai satu hari waktu itu masih sore jam 4. Rio masih tidur-tiduran dengan malasnya di kamarnya. Tempat kost itu berupa kamar tidur dan kamar mandi di dalam. Terdengar pintu kamarnya di ketok tok..tok..tok.. lalu suara bu Ririn yang manggil,yo… yo ada di dalem gak?Sontak Rio bangun, wah bisa berabe kalo nanyain duit sewa kamar nie, pikir Rio.

Dengan cepat meraih handuk, pura-pura lagi mandi aja ah, ntar juga bu Ririn pergi sendiri. Setelah masuk kamar mandi kembali terdengar suara bu Ririn, Rio lagi tidur ya..? dan dari kamar mandi Rio menyahut sedikit teriak, lagi mandi bu. Sesaat tidak ada sahutan, tapi kemudian suara bu Ririn jadi dekat,ya udah mandi aja dulu Yo, ibu tunggu di sini ya eh ternyata masuk ke kamar, Rio tadi gak mengunci pintu. busyet dah, terpaksa bener-bener harus mandi nie,pikir Rio.

Sekitar lima belas menit Rio di kamar mandi, sengaja mandinya agak dilamain dengan maksud siapa tau bu Ririn bosan trus gak jadi nunggu. Tapi rasanya percuma lama-lama toh bu Ririn sepertinya masih menunggu. Akhirnya keluar juga Rio dari kamar mandi, dengan hanya handuk yang melilit di pinggang, tidak pakai celana dalem lagi, maklum tadi gak sempet ambil karena terburu-buru. Bu Ririn tersenyum manis melihat Rio yang salah tingkah,lama juga kamu mandi ya bu Ririn membuka pembicaraan.

Pasti bersih banget mandinya ya gurau bu Ririn sambil sejenak melirik dada bidang Rio. ah ibu bisa aja biasa aja kok bu.., oia ada apa ya bu..? jawab Rio sekenanya saja sambil mengambil duduk di pinggiran tempat tidur.Bu Ririn mendekat dan duduk di samping Rio, Cuma mau ngingetin aja, uang sewa kamarmu dah telat 3 bulan lho trus mau ngobrol-ngobrol aja sama kamu, kan dah lama gak ngobrol, kamu sie pergi mlulu ucap bu Ririn.

Rio jadi kikuk,waduh kalo uang sewanya ntar aku bayar cicil boleh gak bu? Soalnya lagi seret niet jawab Rio dengan sedikit memohon. Bu Ririn terlihat sedikit berpikir hmmmm boleh deh, tapi jangan lama-lama ya emang uangmu di pakai untuk apa sie? terlihat bu Ririn sedikit menyelidik.

Hmmmm pasti buat cewe mu ya dia terlihat kurang senang. ah nggak juga kok bu.. saya emang lagi ada keperluan, jawab Rio hati-hati melihat raut wajah bu Ririn yang kurang senang. huh laki-laki sama aja, kalo lagi ada maunya, apa aja pasti di kasih pada perempuan yang lagi di dekatinya, hhhh sama aja dengan suamiku. keluh bu Ririn dengan nada kesal.

Waduh nampaknya bu Ririn lagi marahan nie sama suaminya, jangan-jangan amarahnya ditumpahkan pula sama Rio. Dengan cepat Rio menjawab,tapi saya janji kok bu, akan saya lunasi kok hhhhh.bu Ririn menghela nafas,udahlah Yo, gak apa-apa kok, gak di bayar juga kalo buat kamu ga masalah ibu Cuma lagi kesel aja sama suamiku, dia cuma perhatiannya sama Sumi terus aku seperti gak dianggap lagi, mentang-mentang Sumi jauh lebih muda ya.

Sedikit penjelasan bahwa bu Ririn ini istri pertama dari pak Amri, sedangkan istri keduanya bu Sumi. Dan sekarang sepertinya pak Amri lebih sering tinggal di rumahnya yang satu lagi bersama bu Sumi dan bu Ririn tampaknya udah mulai kesepian nie wah kalo masalah keluarga sie aku kurang paham bu. jawab Rio kikuk.. gak apa-apa Yo, ibu hanya mau curhat aja sama kamu boleh kan Yo?suara bu Ririn sendu.

Agak lama terdiam, terdengar tarikan nafas bu Ririn terasa berat, dan sedikit sesunggukan, waduh lama-lama bisa nangis nie, gawat dong pikir Rio. sudah bu jangan terlalu dipikirkan, nanti juga pak Amri kembali lagi kok, kan ibu juga gak kalah cantiknya sama bu Sumi, Rio bermaksud menghibur. ah kamu Yo emang ibu masih cantik menurutmu? bu Ririn menatap sendu ke arah Rio, terlihat dua butir air mata mengalir di pipinya.

Uhh. ingin rasanya Rio menghapus air mata itu, pak Amri emang keterlaluan masa wanita cantik nan elok seperti ini dianggurin sie, coba Rio bisa berbuat sesuatu busyet Rio memaki dalam hati kenapa otak gwa jadi kotor gini. Dengan sedikit gugup Rio menjawab,hmmm..eeeiya kok bu, ibu masih cantik, kalo masih gadis mungkin aku yang duluan tergoda.

Uupsss . Maksud hati ingin menghibur, tapi kenapa kata-kata yang menggoda yang keluar dari mulut gerutu Rio dalam hati. Rio jadi panik, jangan-jangan bu Ririn marah dengan ucapan Rio. Tapi ternyata Rio salah, karena bu Ririn tersenyum, manis sekali dengan deretan gigi yang putih dan rapi, ih Rio bisa aja menghibur.

Iya juga sie, kalo masih gadis bisa aja tergoda, pantes aja suamiku gak ngelirik aku lagi, bis nya dah tua sieh rona wajah bu Ririn berubah sedih lagi, kalo menurutmu Yo, apa ibu emang gak menarik lagi? sambil berdiri dan memperhatikan tubuhnya kemudian menatap Rio minta penilaian.

Terang aja Rio makin kikuk, wah aku mau ngomong apa ya bu? Takutnya nanti di bilang lancang lho tapi kalo mau jujur. Ibu cantik banget, seperti masih 30an deh. Bu Ririn tampaknya senang dengan pujian itu,hmmm.. kamu ada-ada aja saja ibu udah 43 lho.. emang Rio liat dari mananya bisa bilang begitu? Rio jadi cengar cengir, itu penilaian laki-laki lho bu, saya malu bilangin nya.

Bu Ririn kembali duduk mendekat, sekarang malah sangat dekat hampir merapat ke Rio sambil berkata, ah.. gak perlu malu. Bilang aja.. Nafas Rio terasa sesak, badan nya terasa panas dingin menghadapi tatapan bu Ririn, matanya indah dengan bulu mata yang lentik, sesaat kemudian Rio mengalihkan pandangan ke arah tubuh bu Ririn mencari alasan penilaian tadi, uups baru deh Rio memperhatikan bahwa bu Ririn memakai baju terusan seperti daster tapi dengan lengan yang berupa tali dan diikat simpul di bahunya.

Hmmm .. kulit itu mulus kuning langsat dengan tali baju dan tali bra yang saling bertumpuk di bahu, pandangan Rio beralih ke bagian depan uupss terlihat belahan dada yang hmmm sepertinya buah dada itu lumayan besar. Sentuhan lembut tangan bu Ririn di paha Rio yang masih dibungkus handuk cepat menyadarkan Rio.

Dengan penuh selidik bu Ririn bertanya,lho kok jadi bengong sie..? apa dong alasannya tadi bilang ibu masih 30an Rio sedikit tergagap karena merasa ketahuan terlalu lama memandangi tubuh bu Ririn,mmm eeemm.. ibu benar-benar masih cantik ,Kulitnya masih kencang masih sangat menggoda Tidak ada jawaban dari mulut bu Ririn, hanya pandangan mata yang kini saling beradu, saling tatap untuk beberapa saat dan seperti ada magnet yang kuat, wajah bu Ririn makin mendekat, dengan bibir yang semakin merekah.

Rio pun seakan terbawa suasana, dan tanpa komando lagi, Rio menyambut bibir merah bu Ririn, desahan nafas mulai terasa berat hhhhhhhh ciuman terus bertambah dahsyat, bu Ririn menjulurkan lidahnya masuk menerobos ke mulut Rio, dan dibalas dengan lilitan lidah Rio sehingga lidah tersebut berpilin-pilin dan kemudian deru nafas semakin berat terasa.

Dengan naluri yang alami, tangan Rio merambat naik ke bahu bu Ririn, dengan sekali tarik, terlepas tali pengikat baju di bahu tersebut dan dengan lembut Rio meraba bahu bu Ririn sampai ke lehernya. Kemudian turun ke arah dada, dengan remasan lembut Rio meremas payudara yang masih terbungkus bra itu. shhhhhhhhh nafas bu Ririn mulai terasa menggebu, nampaknya gairah birahinya mulai memuncak.
Jemari lentik bu Ririn tak ketinggalan meraba dan mengelus lembut dada Rio melingkari pinggang Rio, mencari lipatan handuk, hendak membukanya Uupps. Rio tersentak dan sadar.,upshhh maaf bu maaf bu saya terbawa suasana.

Rio tertunduk tak berani menatap bu Ririn sambil merapikan kembali handuknya, baru kemudian dengan sedikit takut melihat ke arah bu Ririn. Terlihat bu Ririn pun agak tersentak, tapi tidak berusaha merapikan pakaiannya, sehingga tubuh bagian atas yang hanya tertutup bra itu dibiarkan terbuka.

Pemandangan yang menakjubkan. napa Yo kita sudah memulainya dan kamu sudah membangkitkan kembali gairah ibu yang lama terpendam kamu harus menyelesaikannya Rio tatapan bu Ririn terlihat semakin sendu mmm ibu gak marah..? gimana nanti kalo ada yang lihat bu bisa gawat dong pak Amri juga bisa marah besar but jawab Rio.

Tanpa menjawab bu Ririn bangkit berdiri, namun karena tidak merapikan pakaiannya, otomatis baju terusan yang dipakai jadi melorot jatuh ke lantai. Rio terpana melihat tubuh indah itu, sedikit berlemak di perut dan bokongnya namun itu malah menambah seksi lekuk tubuh bu Ririn.

Kemudian dengan tenang bu Ririn melangkah ke arah pintu kamar dan menguncinya. Saat berjalan membelakangi Rio itu nampak gerakan bokong bu Ririn naik turun, dan perasaan Rio semakin tegang dengan nafsu yang semakin tak tertahankan, demikian juga saat bu Ririn berbalik dan melangkah kembali menuju tempat tidur.

Rio tidak melepaskan sedikit pun gerakan bu Ririn. Sampai bu Ririn berdiri dekat di depan Rio dan berkata,kamarnya udah di kunci Yo, dan gak ada yang akan mengganggu. Rio tidak langsung menjawab, menghidupkan tape dengan suara yang agak besar, setidaknya untuk menyamarkan suara yang ada di ruangan. Bu Ririn kembali duduk di pinggiran tempat tidur, dan membuka bra yang digunakannya. Rio mendekat dan duduk di samping bu Ririn hmmm nampak payudara itu masih montok dan kenyal, ingin Rio langsung melahap dengan mulut dan menjilatnya.

Bu Ririn yang memulai gerakan dengan melingkarkan lengannya ke leher Rio, menarik wajah dan langsung melumat bibir Rio dengan nafsu yang membara. Rio membalas dengan tidak kalah sengit, sambil meladeni serangan bibir dan lidah bu Ririn, tangan Rio meremas payudara montok milik bu Ririn. Desahan nafas menderu di seputar ruangan, diselingi alunan musik menambah gairah. Setelah beberapa saat, bu Ririn mendorong lembut badan Rio, menyudahi pertempuran mulut dan lidah, dengan nafas yang memburu.

Rio mendorong lembut tubuh bu Ririn, berbaring terlentang dengan kaki tetap menjuntai di pinggiran tempat tidur. Dada yang penuh dengan gunung kembar itu seakan menantang dengan puting yang telah tegang. Tanpa menunggu lagi Rio melaksanakan tugasnya menjelajahi gunung kembar itu mulai dari lembah antara, melingkari dan menuju puncak puting.

Dengan gemas Rio menyedot dan memainkan puting susu itu sambil tangan meremas payudara kembaranya HHHH. AHHH.MMMH. suara bu Ririn mulai kencang terdengar, desahan-desahan nikmat yang semakin menggairahkan. Rio melanjutkan penjelajahan dengan menyusuri lembah payudara menuju perut dan sebentar memainkan lidah pada udel bu Ririn yang menggelinjang kegelian.

Rio menghentikan penjelajahan lidah, kemudian dengan cekatan menarik celana dalam bu Ririn, melepaskan dan membuang ke lantai. Dengan spontan bu Ririn mengangkat kaki ke atas tempat tidur dan memuka lebar pahanya, terlihat gundukan vagina dengan rambut-rambut yang tertata rapi. Rio mulai kembali aksi dengan menjilati menyusuri paha bu Ririn yang halus mulus, terus mendekat ke selangkangan menemui bibir vagina yang mulai mengeluarkan cairan senggama.

Tanpa menunggu lama,Rio menyapu cairan senggama itu dengan lidahnya dan meneruskan penjelajahan lidah sepanjang bibir vagina bu Ririn dan sesekali menggetarkan lidah pada klitorisnya yang membuat bu Ririn mengerang kenikmatan, AHHHH. MMMMH HHH Yo.UHH desahan birahi yang memuncak dari bu Ririn membuat Rio semakin bersemangat dan sesekali lidah di julurkan mencoba masuk ke liang senggama yang menanti pemenuhan itu.

Setelah beberapa menit Rio mengeksplorasi liang kewanitaan itu, nampaknya bu Ririn tidak sabar lagi menuntut pemenuhan hasrat birahinya, Yo. Ayo sayang masukkin Yo hhhhmmmmh. Suara bu Ririn ditingkahi desahan-desahan yang semakin kencang. Dengan tenang Rio menyudahi penjelajahan lidah dan bersiap bertempur yang sesungguhnya. Dengan sekali tarik lepaslah handuk yang melilit di pinggang dan bebas mengacung penis dengan bagian kepala yang merah mengkilap.

Bu Ririn semakin membuka lebar pahanya, besiap menanti pemenuhan terhadap liang wanitanya. Rio naik ke tempat tidur dan langsung mengarahkan batang penis ke arah vagina bu Ririn yang dengan sigap langsung meraih dan meremas batang kemaluan Rio dan membantu mengarahkannya tepat ke liang vaginanya.

Dengan sekali dorongan penis Rio amblas sampai setengahnya. Rio menahan gerakan sebentar menikmati prosesi masuknya penis yang disambut desahan bu Ririn, AHHH.TERUSKAN Yo.AHHH. Kemudian dengan meresapi masuknya penis sampai sedalam-dalamnya. Setelah dorongan pertama dan batang zakar yang masuk seluruhnya barulah Rio memompa menaik turunkan pantat dengan irama beraturan seakan mengikuti irama musik yang terasa semakin menggebu dan hot.

Rio bertumpu pada kedua siku lengan sedangkan bu Ririn mencengkam punggung Rio, meresapi dorongan dan tarikan penis yang bergerak nikmat di liang senggamanya. Suara desahan bercampur aduk dengan alunan musik dan peluh mulai bercucuran di sekujur tubuh AH..AH..AH..MMHMHHHHHH. tak hentinya desahan meluncur dari bibir Rio dan bu Ririn. Sesaat Rio menghentikan gerakan untuk mencoba mengambil nafas segar, bu Ririn memeluk Rio dan menggulingkan badan tanpa melepas penis yang tetap berada di liang vaginanya.

Dengan posisi di atas dan setengah berjongkok, bu Ririn memompa dan menaikturunkan pantatnya dengan badan bertumpu pada lengan. Sesekali bu Ririn memutar pantatnya dan kemudian memasukkan batang zakar Rio lebih dalam. Rio tak diam saja, tangan meremas kedua payudara yang menggantung bebas dan menarik-narik puting susu bu Ririn.

Suasana makin membara dengan peluh yang bercucuran, sampai saat bu Ririn seperti tak sanggup melanjutkan pompaan karena birahi yang hendak mencapai puncak pemenuhan. Dengan sigap Rio membalikkan posisi, bu Ririn kembali berada di bawah, dengan mempercepat tempo dorongan Rio meneruskan pertempuran.

Yo ..AHH..AH..AH..UH TERUS Yo. AHHHAHH IBU SAMPAI Yo.AHHHHHHHHH MMMMMHHH. Setelah teriakan tertahan bu Ririn mengatup bibirnya menikmati orgasme yang didapat, tubuhnya sedikit bergetar. Rio merasa vagina yang mengalami orgasme itu berkedut-kedut seperti menyedot zakarnya.

Rio menikmatinya dengan memutar mutar pantatnya dan memasukkan lebih dalam lagi batang zakarnya, dan terasa ada dorongan kuat menyelimuti batang zakarnya, semakin besar dan sesaat Rio kembali mendorong batangnya dengan cepat dan saat terakhir menarik keluar batang zakarnya dan melepaskan air maninya di atas perut bu Ririn.
Yang dengan cepat meraih penis Rio dan mengocoknya sampai air mani itu berhenti muncrat, dengan lembut bu Ririn mengusap penis yang mulai turun ketegangannya. Rio membaringkan tubuhnya disamping bu Ririn.

Terdiam untuk beberapa saat. Bu Ririn bangkit duduk meraih kain di pinggiran tempat tidur dan menyeka sisa air mani di perutnya. Kemudian dengan manja membaringkan tubuhnya diatas Rio. makasih ya sayang ini rahasia kita berdua I love u Yo,bisik mesra bu Ririn di telinga Rio,mmm baik bu belum sempat Rio menyelesaikan ucapannya, jari telunjuk bu Ririn menempel di bibirnya, kalo lagi berdua gini jangan pangil ibu dong ucap bu Ririn manja. iya sayang. Balas Rio, senyum manis merekah di bibir seksi bu Ririn.

Setelah itu dengan cepat Rio dan bu Ririn merapikan pakaian, dan sebelum meninggalkan Rio, bu Ririn berbisik mesra,sayang tar malem suamiku gak ada di rumah.. aku tunggu di kamar ya berapa ronde pun dilakoni buat Rio sayang. Sambil berpelukan mesra, Rio menyanggupi ajakan bu Ririn.


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2017/04/bursa-cerita-sex-ibu-kost-yang-baik.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Ibu Kost Yang Baik"

Post a Comment