DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok

Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok

Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok
Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok

Randi terlihat kesal, anak ABG yg baru saja lulus dari bangku sma itu tdk diperbolehkan meninggalkan rumah.

Remaja 19 tahun itu disuruh menjaga rumah oleh keluarganya, tentu Randi sangat kecewa, keluarganya akan pergi ke rumah saudara diluar kota.



“Ma, kok Randi gak boleh ikut sih?”,

“udahhh, kamu jagain rumah aja, cuman mau ngucapin selamat aja sama sodara kita, mereka baru saja menempati rumah baru”,

“tp kan ma…”,

“udah, kamu jaga rumah, kita pulang besok pagi”,

“aduh, tp ma…” udah, kamu main sama temenmu aja sana…”. Randi kini ditinggal keluarganya pergi keluar kota.



Kini remaja 19 tahun itu bingung harus melakukan apa. Entah dari mana ia mempunyai ide untuk mendatangkan cewek panggilan, alias cabe cabean. Segera ia mengambil handponya dikamar, ia sudah menyimpan pin bb seorang cewek yg katanya sih cabe cabean.



Nama cewek itu Jessy, Randi cukup heran kenapa cewek yg foto bbnya itu tampak sangat cantik dibilang cabe cabean. Segera Randi menghubunginya lewat bbm, dan ia tampak makin terkejut, karena Jessy membalasnya dgn cepat.



“Randi datang aja ke jalan ********, aku tunggu yaach” Suara Jessy tampak membuat Randi jadi gembira, voice chat itu jadi petunjuk jalan untuk menemui Jessy.



Segera Randi mengambil uang simpanannya, memakai pakaian favoritnya, lalu segera berangkat ketempat Jessy dgn motornya. Setelah 15 menit perjalanan, Randi sampai disebuah tempat kost yg memang tampak seperti tempat kumpul kebo.



Ia melihat Jessy sudah ada didepan kost itu. Randi segera memarkir motornya lalu mendekat.

Jessy tampak cantik sekali, dgn tanktop hijau dan hotpants, Randi tdk dapat berkata kata saat menghampiri cewek yg memiliki buah dada montok itu.



“Randi yaach? Oiii, kok diem aja?”,

“eeh…anu…itu…iya..kenalin saya Randi” Randi menjulurkan tangannya, namun balasan yg diberikan Jessy bukan dgn salaman, namun langsung mencium pipi Randi, tampak Randi jadi malu.

“Aduh, belum apa apa kok udah main cium aja sih, hehe”,

“Kamu ganteng sih, huh, gemes…” Jessy mencubit pipi Randi, entah karena memang Randi itu ganteng, atau karena ia membawa motor Satria itu.

“Jessy, kamu…”,

“Udah, ayo kita jalan jalan dulu ya…” Jessy langsung merapat ketubuh Randi.

“eh…iya deh, mau kemana nih?”,

“Udaah, berangkat dulu aja yach” Lalu Randi kembali kemotornya, namun kini ia merasa Jessy yg duduk dibelakang memeluk erat tubuhnya, punggungnya serasa ditekan tekan benda kenyal.

Randi hanya bisa tersenyum, lalu segera pergi.

“Ganteeng, kita ketaman kota aja ya, jalan jalan, hehe”,

“oooh, iya deh, yuk” Randi mempercepat laju motornya, tentu untuk merasakan kenikmatan lebih dari pelukan Jessy.

Beberapa menit kemudian mereka sampai ditaman kota, Randi segera ditarik cabe cabean itu untuk jalan jalan ditaman kota.

“Waah, rame yaa”,

“iya, Jessy, kamu masih sma apa udah…”,

“Aku masih sma kok, eh sini… foto dulu yuk” Lalu Randi mulai asyik berfoto selfie bersama cewek montok itu.

Kemudian Mereka lanjut berjalan jalan sambil bercakap cakap. Setengah jam kemudian, Jessy mengajak Randi untuk masuk ke mall didekat taman kota.

“Randi, kamu kok ganteng banget sih, kita ke mall itu ya, nanti foto bareng difotobooth situ”,

“hehe, iya, terserah kamu mau kemana” Randi menurut saja, bagaimana ia bisa menolak permintaan cewek montok yg terus merangkul tangan kirinya itu.



Bukannya kefotobooth, Jessy malah asyik membeli beberapa kaos dan pakaian wanita, tentu Randi membiarkannya, karena ia sudah mengantisipasi hal ini, ia juga sudah membawa uang simpanannya. Jessy sempat mencoba memakai beberapa baju yg ia beli,



“Randii, gimana? Pas gak?”,

“wah, pantes banget, kamu jadi makin cantik loh”,

“hehe, makasih ganteeng, cup” Lagi lagi cewek itu mencium Randi.



Randi tentu saja merasa pengorbanannya membayar semua belanjaan cabe cabean itu sudah pantas, sesuai apa yg Jessy berikan padanya. Setelah puas berbelanja, Jessy mengajak Randi pulang.

“ayuk pulang Randi, nanti aku kasih hadiah dikost, hehe” Dalam hati Randi merasa menang besar, tampak ia berusaha menahan diri agar tdk terangsang ucapan cewek centil itu.



Segera Randi mengantar pulang Jessy menuju kostnya.



“Ayo ganteeng, sini sini, masuk masuk..” Saat tiba dikostnya, Randi segera diajak masuk kekamar kost Jessy.



Randi sudah tdk tahan ingin bercinta dgn cewek montok itu. Jessy membereskan belanjaannya, kemudian duduk layaknya model untuk menarik perhatian Randi.



“Ganteeng, sini doong”,

“Randi perlahan mendekati cabe cabean itu,

“Ada apa cantik?”,

“Makasih yaa udah beliin aku baju baju yg bagus”,

“Iya, apa sih yg gak buat kam…mmm” Belum selesai bicara, Jessy sudah mencium Randi.



Tanpa perlu dikomando mereka sudah asyik mengadu lidah mereka, juga asyik menikmati ciuman mesrah itu.



“mmmmm…cup…mmm..slruuup…mmm……Raannd..…mmm…kamu hebat deh…”,

“iya dong…mmm…slruup…kamu cantik sih..mm”.



Randi terus mencium cewek cantik itu, ia juga merobohkan tubuh mulusi itu, lalu tangannya mulai meremas buah dada montok Jessy.



“mmm…aaahn…mmm…nakal kamu ya…mmm…kurang kenceng remesannya…mmm”



Randi makin menjadi, tangannya kini menarik tanktop Jessy keatas, Jessy yg tdk memakai bh itu kini buah dada montoknya sudah diremas langsung oleh tangan jahil Randi.



“mmm…cup…mmm..aaah…mantep Ran…uuh…cup…mmm…” Randi kemudian menghentikan ciumannya, lalu berpindah menjilati Puting merah muda Jessy, Cabe cabean itu terlihat menggigit bibirnya merasakan kenikmatan itu,

“mmmmm…pentilmu imut banget, mmm…” Randi menggigit kecil puting yg mengeras itu,

“aaah…nakal kamu…hehe…hiih…belum ada yg gigit putingku…mmmm…kamu memang hebat” Randi menyedot puting itu, meski tak keluar air susunya, Randi sudah bahagia sekali.

“mm…oooh nikmat banget sih, tubuhmu seindah pesonamu Jessy…mmm”.

“gantian dong ganteeng, sini sini, aku udah pengen ngulum k0ntolmu…” Celana Randi lalu dibuka, segera k0ntol remaja itu kini mulai dikocok oleh Jessy.

“uuuh, besar juga k0ntolmu Randii,hehe…oommm”



Jessy suda menelan kepala k0ntol Randi dimulutnya, segera kepalanya bergerak naik turun mengulum k0ntol itu, tampak Randi merem melek merasakan kenikmatan luar biasa.



“mmmmm..mm..mmm..mmm.srluup..mmm” Gerakan cepat Jessy mengulum k0ntol itu membuat Randi tdk tahan.



Creet Creet Creeeettt, Randi membanjiri mulut cewek cantik itu dgn spermanya.



“slruuuup…mmm…sedap banget Ran, gak tahan nih, lepas pakaianmu ganteeng”.



Segera Randi melepas pakaiannya, lalu remaja itu melihat Jessy perlahan melepas hotpantsnya, bukan main senangnya Randi, k0ntolnya langsung berdiri lagi saat Randi melihat Jessy membuka selangkangannya memamerkan meqi basahnya yg terlihat menggairahkan.



“Aduh cantiiik, meqimuu..aduh gemes, hmmm… sini biar aku sedot…”,

“haus ya? Kamu… auuuh…” Kepala Randi sudah ada diselangkangan cabe cabean itu, ia sudah asyik menjilati bibir meqi Jessy, lalu ia juga mulai memasukkan dua jarinya kedalam lubang kenikmatan itu.



Gerakan Jari Randi mengobok obok meqi basah itu membuat Jessy mendesah keras.



“aaah…aaah…mmmf…uuh….geli Raaannn…aaah” Randi makin nakal, ia memasukan lidahnya dan berputar putar menjilati dinding dalam meqi harum itu, Randi juga menyedot air yg keluar dari lubang senggama itu.

”uuuhf…sedot semuanya Ran….mmmf…aaahn” Setelah puas menikmati air kewanitaan Jessy,



Randi memegang k0ntolnya dan bersiap melesat masuk untuk mencetak goal. Namun Jessy menghentikannya.



“Pake ini dulu ganteeng” Jessy membawa sebuah kondom ditangannya, lalu ia pasangkan kek0ntol Randi.

“nah, gini baru aman, yuuk sini sayaang” Jessy kembali membuka selangkangannya, Meqinya yg tampak terbuka itu membuat Randi sudah tdk sabar lagi.



Segera Remaja itu dgn cepat merayap keatas tubuh montok Jessy, lalu sleeeb, k0ntolnya yg dibungkus kondom itu sudah masuk dalam meqi Jessy yg terasa masih sempit meski sudah tdk perawan.



“aaaaauhh….k0ntolmu besar banget Rann….oooh…mmmf”,

“Tenang aja cantiik, pasti kamu puas deh…” Segera perlahan k0ntol Randi bergerak maju mundur, dan kenikmatan meqi



Jessy mulai terasa menyelimuti k0ntol Randi.



“uuuuh, nikmat banget…meqimu masih sempit… uuh” Segera Randi mempercepat gerakannya, kini Meqi Sempit cabe cabean itu mulai disodok keras k0ntol besar Randi, Jessy tampak mulai menggelinjang.



“Aaaah..aaah..aaah..uuuh…Raann…mmmmf…eih eih eih…oooh…mantep banget…uuuuf”,

“mmmf…iya cantik… aduuh…toketmu jadi bergoyang…sini aku pegangin..oooh” Tangan Randi segera meraih buah dada montok Jessy, kini benda bundar kenyal itu diremas remas tangan Randi.

“aaahn…mmmf…uuuh…Raann…diii….i love you Raann…oooh…mmmf” Randi makin gembira mendengar desahan indah Jessy.



Layaknya mesin jahit, K0ntol Randi itu dgn cepat melesat keluar masuk mengoyak meqi cabe cabean itu, Tubuh Jessy makin menggelinjang.



“aaaahn…uuuuh…aaaah…mmm..oooh…sssh..mmmf…Randi…oooh…cintaku…mmmf”,

”Cantiik…mmmf…aku udah gak kuat..oooh” Creeet creeet, Sperma Randi tertahan didalam Kondom itu,



Setelah itu k0ntol Randi diraih tangan Jessy, kondom itu dilepas, lalu Jessy menyedot isi kondom itu, Jessy terlihat senang sekali menikmati Sperma milik Randi.



“slruup…mmm…uhug uhug, Pejuhmu banyak banget sih, duh duh, dasar kamu Rand”,

“hehe, maklum, kan yg diewe cewek cantik kayak kamu”,

“Hehe, makasih Randi ganteeng, Kamu memang yg terbaik, hehe”. Setelah itu mereka segera berpakaian, lalu tampak Randi sudah ingin pulang.

“Jessy cantik, makasih buat hari ini ya… cup”, Randi mencium bibir Jessy yg tampak masih kelelahan itu.

“Iya ganteeng, nanti kalau ada kesempatan kita main lagi yach, makaciih” Lalu Randi segera meninggalkan kostan itu.



Tampak diwajah pemuda itu senyuman kemenangan. Randi sangat puas sudah meniduri cabe cabean secantik Jessy. Tak rugi ia menghabiskan semua uang tabungannya untuk menikmati tubuh montok Jessy.


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2017/04/bursa-cerita-sex-cabe-cabean-montok.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Cabe-Cabean Montok"

Post a Comment