DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan

Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan

Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan
Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan

Namaku Cynthia. Ini baru pertama kali aku coba buat ngirim cerita seksku. Sdh sejak 3 tahun lalu, aku selalu “haus seks”. Entah itu karena keperawananku yg diambil oleh mantan cowokku ato itu karena libidoku yg besar. Sejak saat itu, aku selalu mencari cowok yg bisa aku ajak nge-seks. Aku tdk peduli itu cowok apa, yg penting dia punya barang yg bisa memuasin aku. Banyak sekali teman teman cowok ku yg datang di apartemenku kalo aku lagi tdk ada kelas. Begitulah hidupku di LA. Sekarang aku mau cerita tentang pengalaman seks ku yg tak terlupakan.

“Uhh, capek nih” umpatku dlm hati.

Hari itu aku kuliah sampai jam 9 malam. Parkiran mobil pun sdh gelap. Sambil melihat kanan kiri, aku pun berlari-lari kecil menuju ke mobilku yg ku parkir di belakang gedung science. Ketika sampai di mobil, HP ku berbunyi. Ternyata si Jack.

“Halo Cyn, lagi ngapain?” tanya si Jack.

“Ini nih, lagi mo pulang baru aja selesai kelas” sahutku sambil menstater mobil.

“Ooh, mo ke sini ga? Kita ntar mo ngadain pesta nih. Kan hari sabtu, masa di rumah aja sih?” Si Jack pun nyerocos.

“Oh ya? Mau donk, kalo gitu gw ke sana sekarang deh” jawabku dgn senangnya.

“OK deh. Bye”



Sejak hidup di LA, aku selalu suka dgn kehidupan malam. Pesta, diskotik ataupun pergaulan bebas. Akupun mulai merapikan rambut dan pakaianku. Kemudian, aku mulai membubuhkan make-up tipis di mukaku. Setalah selesai, aku pun mengendarai mobilku ke tempat Jack. Jack adalah anak orang kaya. Apartemenya yg terletak di daerah BH itu sangat mahal harganya. Aku pun memberhentikan mobilku di depan Liquor Store.



Ketika aku turun dari mobil, banyak cowok bule yg melihat dan bersiul kepadaku. Saat itu aku hanya mengenakan rok pendek dan kaos putih ketat. Payudaraku yg berukuran 34 c itu pun tampil kian menggoda. Memang payudaraku cukup besar untuk orang seukuranku. Ketika aku sedang mencari cari liquor kesukaanku, Hp ku pun berbunyi lagi.



Ketika kulihat nama Jack, aku segera menjawab. Hanya percakapan kecil yg terjadi, ternyata dia minta dibelikan beberapa botol bir. Aku pun segera mengambil sebotol XO dan 12 botol corona. Setelah membayar, aku pun segera mengemudikan mobilku ke tempat Jack. Dgn kemacetan LA aku pun tiba di tempat Jack setelah setengah jam di mobil. Jack pun menyambut ku dgn gembira. Ketika aku masuk, ternyata tdk ada seorang pun di situ selain aku dan Jack.



“Kok ga ada anak anak? Katanya mo pesta?” tanyaku keheranan.

“Ntar lagi juga pasti datang” jawabnya sambil tersenyum.

“Siapa aja sih?” kejarku.

“Cowok-cowok lah, 7 orang deh kayaknya.” katanya sambil berjalan ke dapur.

“Jadi gw cewek sendiri nih?” tanyaku keheranan.



Dgn santainya dia cuma menjawab “Yup, kenapa? Loe ga suka? Kan loe biasanya suka main keroyokan. Apalagi kalo ceweknya cuman loe sendiri.”



“Loe gila ya? loe bikin pesta buat cuman ngentotin gw rame rame?” tanyaku dgn kaget.

“Bukannya loe suka kayak gituan, apalagi barang mereka gede gede lagi. Tenang aja, dijamin puas” imbuhnya sambil ketawa nyengir.



Aku cuma diam saja. Jack memang sering nge-seks dgnku, tp kita tdk pacaran. Aku juga pernah nge-seks dgn Jack dan dua temannya. Tp kali ini TUJUH orang. Aku takut tp aku juga terangsang. Aku memang sangat suka menjadi pusat perhatian apalagi gangbang. Jack tau itu. Jack tau semua tentang aku. Tp aku cuma tau sedikit tentang Jack. Dia sangat suka melihat cewek di entot rame rame.



“Kenapa? kok bengong?” tanya Jack sambil mengusap usap tangannya ke pantat kiriku.

“Ga kenapa kenapa kok” jawabku singkat.



Aku memang sdh biasa dgn kelakuan Jack. Tangan Jack yg tadi cuman memegang pantat kiriku, kini meremas remas pantatku dgn kerasnya.



“Udah lah Jack, siapin dulu donk makanan buat pestanya” kataku sambil menepis tangannya.

“Kok gitu sih? Ayo donk kan udah lama gw ga liat loe telanjang” katanya santai.

“Ya udah kalo loe mau, tp siapin dulu donk makanannya. Habis itu kalo ada waktu gw mau mau aja. Gimana? Mau ga?” tanyaku menggoda.

“Hahaha. Kita cuma makan chips doank kok malem ini. Tuh chipsnya udah ada. Tinggal dibuka doank” katanya sambil memasang muka mesum.

“Iiih, benci gw ama loe” kataku sambil mencuekin muka mesum dia.

“Ya udah gw bikinin salad deh. Mau ga?”

“Bikin lah kalo loe mau” katanya singkat.



Ketika aku membuat salad di meja dapur, tangan tangan Jack menjelajahi pantatku. Aku yg sdh biasa dgn itu cuma mendesah desah kecil. Aku merasakan kedua tangannya mengangkat rok ku sampai ke pinggangku. Dia hanya bersiul ketika melihat pantatku yg penuh. Waktu itu aku memakai G-string jadi dia bisa melihat semuanya.



“Auw” jeritku ketika Jack memukul pantatku sambil ketawa.

Aku pun meneruskan mengaduk salad ketika dia menurunkan g-stringku sampai ke lantai. Aku segera mengangkat kakiku dan menendang g string itu ke belakang. Aku kira Jack akan segera memasukan penisnya ke dlma memekku, tetapi dia hanya menurunkan rok ku dan merapikannya.



Aku terheran heran ketika dia melakukan itu tp aku tdk mengatakannya. Kini tangan Jack mulai meraba raba dan meremas payudaraku sambil mulutnya menciumi leherku. Aku hanya melenguh kecil ketika dia meremas payudaraku dgn agak keras. Aku memberhentikan kerjaanku dan mencoba menikmati rangsangan Jack. Jack pun mulai melepas baju ketatku. Jack hanya diam ketika dia melihat tubuhku yg setengah telanjang.



Aku yg sdh sangat terangsang mulai memijit mijit penis Jack dari luar celananya. Jack pun melenguh keenakan ketika aku remas remas dan kukocok penisnya perlahan.
Jack tdk diam saja, dia langsung melepas behaku dan melemparkannya. Aku yg hanya memakai rok mencoba membuka baju Jack. Tp Jack cuman menepis tanganku. Jack pun ketawa ketika melihatku kebingungan.



Jack pun mulai membungkuk dan mengambil beha dan g stringku yg berserakan di lantai. Kemudian dia berjalan ke kamarnya meninggalkan aku yg kebingungan dan sangat terangsang. Ketika aku tersadar bahwa payudaraku terpampang bebas, aku pun kembali mengenakan kaos putih ketatku. Aku merasa kalau putingku tercetak jelas dgn baju itu. Tp aku tdk punya pilihan lain. Jack pun kembali ke dapur dan kulihat bahwa beha dan g stringku telah dia sembunyikan.



“Boleh juga toket loe, lebih keliatan gede lho” katanya sambil meremas remas toketku.

“Mau loe apa sih Jack? Mau ngentot ga sih loe?” tanyaku sdh tdk sabar.

“Oh, loe mau ngentot?” tanya nya dgn muka sok innocent.



Aku pun menjadi malu sendiri. Belum sempat aku menjawab telpon apartement Jack berbunyi. Aku tau kalo teman temannya sdh ada di luar. Mereka cuma minta dibukain pintu saja.



“Nih kalo loe mau ngentot, mending loe sekarang emut kontol gw sampe gw keluar” tantangnya

“Ada tamu Jack” kataku sambil kebingungan.



Jack pun segera memencet tombol untuk membuka pintu apartemen. Apartemen Jack ada di lantai 8.



“Masih ada waktu kok”, kata Jack sambil meringis, “ayo mau ga?”

“Ntar kalo mereka liat gimana?” kataku sambil melihat ke pintu.

“Cuek aja lah. Mereka juga udah tau kalo loe suka nge seks, apalagi gw udah kasih tau mereka kalo loe suka di gangbang. Udah nyerah aja, ntar juga loe pasti ngemut kontol mereka juga”.



Aku pun hanya diam dan berjongkok di depan dia. Tanganku mulai membuka resletingnya dan ku keluarkan penis dia yg terbilang besar itu. Tanpa ragu ragu, aku pun segera melahap batang itu dan menghisapnya. Jack hanya melenguh kecil sambil menjambak rambutku ketika aku memasukkan penisnya sampai masuk ke tenggorokanku. Aku memang pandai sekali memberi Deep Throat.



Ketika aku memberi dia deep throat, Jack pun segera melenguh panjang dan menembakkan air maninya ke mulutku yg langsung kutelan. Aku memang suka menelan air mani cowok. Jack hanya tersenyum ketika aku menjilat jilat batangnya yg perlahan mengecil. Jack pun memasukan senjatanya kembali ke celananya dan aku hanya mengusap bibirku dgn tissue. Tak lama, Pintu apartemen Jack pun terbuka dan masuklah tujuh orang yg tdk aku kenal. Mereka semua berbadan bagus dan bertampang yg lebih dari biasa.



“Halo Jack, siapa tuh ceweknya?” tanya teman si Jack yg akhirnya kuketahui namanya Joe.

“Oh dia Cynthia, temen gw” Kata Jack santai “Kenalan sana”



Singkat kata, aku pun berkenalan dgn mereka semua. Aku tdk bisa mengingat nama mereka semua karena mereka terlalu banyak. Jack pun segera bercakap cakap dgn mereka sementara aku masih di dapur menyiapkan makanan. Ketika aku sedang mencari cari tempat buat chips, aku merasakan ada tangan yg memegang pantat ku. Aku kira itu tangan milik si Jack, jadi aku hanya diam dan meneruskan kerjaanku.



“Hmm, boleh juga pantat loe”



Ketika aku mendegar bahwa itu bukan suara Jack aku pun kaget dan segera menepis tangan itu.



“Pinter juga si Jack kalo cari cewek” ternyata itu si Joe.

“Udah ga usah sok jual mahal, Jack udah ngomong kalo loe itu suka seks” imbuhnya.



Aku sangat sakit kaget ketika dia ngomong secara terus terang. Aku hanya diam saja sambil menunduk malu.



“Loe tau kenapa loe di sini?” tanyanya lagi.

Aku hanya menggelengkan kepala saja.

“Loe itu di sini buat muasin kita kita. Mending loe sekarang ikutin aja apa yg aku bilang ato loe bakalan diperkosa rame rame ama mereka.” katanya mengancam.

Aku yg tdk punya pilihan lain hanya mengangguk menurut.

“Hehehehe.. bagus. Sekarang loe temenin mereka ngobrol trus gw bakalan siapin minumannya.” suruhnya.



Aku pun hanya mengangguk dan mengambil salad yg tadi aku buat. Ternyata mereka lagi berjudi. Aku tdk tau apa yg mereka mainkan tp mereka menyuruhku duduk dan ikut main. Mereka pun segera menjelaskan peraturannya. Aku baru tau kalo mereka itu bermain poker, tp yg menang bisa menyuruh salah satu dari yg kalah untuk melepas baju. Aku pun mengiyakan aja meskipun aku tau kalo aku kalah dua kali maka aku akan telanjang bulat.



Aku pun tersadar, jadi ini maksud Jack mengambil beha dan g stringku. Aku hanya melirik ke Jack yg tersenyum kemengangan. Tak lama, Joe pun datang membawa minuman. Dia memberiku sebotol corona yg tadi kubeli dan kuminum pelan pelan. Ketika ronde pertama di mulai, mereka pun segera dgn cepatnya mengatur kartu mereka. Aku yg tdk tau apa apa, cuma melihat kartuku dan meminum coronaku. Aku merasa bahwa salah satu dari mereka menang, mereka pasti akan menyuruhku membuka bajuku.



Ternyata benar, aku tdk tau apa nama kartuku tetapi meraka ngomong kalo aku kalah. Maka salah satu dari mereka menyuruhku melepas bajuku. Ketika aku membuka bajuku, mereka hanya berkomentar tentang toketku yg besar itu. Aku yg setengah telanjang hanya menunduk malu dan menutupi putingku dgn tanganku. Tak lama kemudian, mereka memulai ronde yg kedua. Aku merasa bahwa muka dan badanku mulai memanas, aku tdk tau apakah itu reaksi dari bir atau sorotan sorotan mereka. Aku yg mulai merasa canggung, mulai meminum birku sampai habis.



Tak lama kemudian, ronde ke dua berakhir dgn melayanglah rok ku. Memekku yg tak berambut itu sdh tdk tertutupi apa apa. Aku merasa memekku mulai gatal, dan aku tersadar kalo Joe telah mencampurkan obat perangsang ke dlm bir ku. Aku yg sdh tdk bisa menahan gatalnya mulai menggesek gesekkan pahaku.



“Hehehehehe, terangsang ya cyn?” tanya si Jack dgn santainya.



Aku cuma diam saja dan menunduk.



“Kalo mau ngerasain kontol kita kita bilang aja Cyn” imbuhnya.



Aku sangat malu, tp aku juga terangsang dgn hebatnya. Aku yg masih menggesek gesekan pahaku tanpa sadar mengeluh terangsang. Mereka cuma tertawa melihatku seperti itu.
Aku pun berkata ke Jack



“Jack, please masukin kontol loe”.

Mereka yg mendengar itu hanya tertawa dan mulai mengeluarkan kontolnya.
Jack pun menjawab



“Kalo loe mau dientot, loe ngomong ama mereka semua, jangan cuma gw doank. Ntar yg lain kan iri” katanya mengejek.

“Pls entot gw, gw udah ga tahan lagi” kataku sambil merangkak ke salah satu dari mereka dan mulai meremas remas kontolnya.



Mereka hanya ketawa dan memanggilku



“maniak seks”,

“cewek gila kontol” dan lain lain nya.



Aku pun segera memasukan kontol yg kupegang itu ke mulutku. Kumulai dgn mencium kepala kontolnya dan menjilat jilat batangnya yg sdh tegang. Empunya kontol itu pun segera mengeluh tertahan dan memegang kepalaku dan memaksaku memasukan kontolnya yg panjang itu ke mulutku. Aku hanya memejamkan mata ketika aku merasakan kontol lain menerobos dinding vaginaku.



“Ooh”, lenguhku tertahan.



Seseorang yg mengentotku dari belakang itu segera memaju-mundurkan kontolnya di memekku. Aku merasa kalo tiap kali dia mendorong pantatnya, kepala kontolnya menyentuh dinding rahimku. Salah seorang dari mereka memukul pantatku hingga merah dan memasukan salah satu jarinya ke dlm anusku.



Aku pun hanya melenguh keenakan. Ketika aku masih keenakan merasakan jari di anusku, kontol yg ada di mulutku segera menyemprotkan air maninya dan langsung kutelan. Aku pun mulai menjilati kontol itu dgn maksud membersihkannya. Cowok yg kujilati kontolnya itu hanya tersenyum dan meremas toketku.



Dgn tiba tiba, cowok yg memompaku dari belakang menarik kontolnya. Aku yg masih belum keluar menoleh dgn protes tp kulihat kalo itu ternyata si Joe yg memompaku dan Joe hanya berdiri dan meninggalkanku sambil tersenyum. Dia pun menyuruhku untuk menungging dgn tangan di meja makan. Aku pun menurut saja. Ketika aku sdh dlm posisi menungging, Joe pun dgn kasarnya memasukkan kontolnya di anusku. Aku pun menjerit menahan sakit yg luar biasa itu.



Setelah 2 menit kesakitan, aku pun mulai merasa nikmatnya anal seks. Aku pun segera mengikuti irama Joe, dan Joe pun segera mengangkat kedua pahaku dgn kontol yg masih di anusku. Aku pun tdk punya pilihan lain selain bersandar kebelakang supaya tdk jatuh. Joe dgn pelannya menaik turunkan tubuhku sambil memutar badannya. Maka memekku pun terpampang dgn jelas ke cowok cowok yg laen. Aku sangat kaget ketika aku melihat si Jack merekam kejadian itu dan temannya memfotoku.



Tapi, kenikmatan yg aku dapatkan dari Joe menelan kekagetanku dan membuatku orgasme. Aku segera mengerang keenakan sambil memilin milin puting kananku. Aku merasa ada cairan vaginaku yg menetes keluar. Kemudian, aku merasa si Joe mulai mempercepat kocokannya di anusku. Aku yg takut jatuh segera menyenderkan tubuhku ke belakang dan membiarkan toketku meloncat loncat dgn bebas.



Aku pun juga melihat lampu lampu flash kamera yg mengabadikan kejadian itu. Joe pun segera menjatuhkan tubuhku di kasur yg sdh disiapkan cowok cowok lain di ruang tamu. Aku jatuh dgn telungkup dgn kontol yg masih di anusku. Dgn cepatnya, si Joe mencabut kontol itu dan segera mengeluarkan spermanya di dlm gelas wine yg bening. Aku yg kelelahan cuma melihat itu dgn penuh tanda tanya.


Belum sempat aku mengatur nafas, Joe menyuruhku menjilati kontolnya sampai bersih. Aku menjilati kontol itu dgn perasaan yg jijik. Kemudian salah satu dari mereka segera mengangkatku dan memasukkan kontolnya ke memekku. Aku pun cuma melenguh tertahan. Cowok itu segera memaju mundurkan kontolnya dgn aku keadaan berdiri. Aku hanya bisa berteriak teriak kecil karena kontol itu sangat besar diameternya. Aku merasa ada kontol laen yg menerobos anusku. Aku merasa seperti sandwich karena diapit kedua cowok besar itu.



Tak lama kemudian aku pun orgasme lagi dan lagi. Tiap kali mereka mau keluar, mereka segera mencabut kontolnya dan mengeluarkan air mani mereka ke dlm gelas wine. Aku masih bingung dgn itu, tp ketiga orang yg belom mengentotku segera mengeroyokku. Ada yg memasukkan kontolnya ke memekku, ke mulutku ataupun mengentot toketku. Aku sdh seperti di dlm sorga dunia.



Aku tdk tahu sdh berapa kali aku orgasme malam itu. Mereka mengentotku dgn nonstop. Selalu ada kontol yg mengisi vaginaku. Ketika mereka semua sdh selesai mengentotku, mereka menaruhku di sofa dgn kepala di bawah. Aku sdh tdk tahu apa yg terjadi tp dgn samar samar aku lihat Joe memasukan leher botol bir yg masih penuh isinya ke vaginaku. Aku pun segera tersadar dgn adanya benda dingin di vaginaku, tp aku sdh terlalu capek untuk berontak. Aku hanya bisa melihat Joe menaik turunkan botol itu di vaginaku. Kemudian, aku merasakan bir yg meleleh turun dari vaginaku ke toketku.



Kemudian, Joe segera menarik botol bir itu dan menyuruhku membuka bibir memekku dgn tanganku. Akupun hanya menurut saja. Kemudian, aku melihati Joe memasukan sedotan ke dlm memekku yg penuh dgn bir dan dgn segera aku merasakan bir itu disedot oleh Joe dan ditelannya. Mereka semua tertawa ketika melihatku melenguh menandakan aku orgasme lagi. Aku yg sdh terlalu capek, mulai merangkak ke atas kasur di lantai ruang tamu dan aku pun tertidur.



Keesokan paginya, aku pun terbangun dgn sebuah mentimun di memekku. Aku kebingungan dan aku lihat cowok cowok itu sdh tertidur dgn lelapnya di sebelahku dan di sofa. Aku pun segera mengeluarkan mentimun itu dari memekku. Ketika aku bangun, aku baru merasakan panasnya anusku dan sakitnya memekku. Dgn sedikit tertatih aku berjalan mencari baju baju ku. Aku menemukan kaos putihku dan rok ku yg langsung kukenakan. Akupun berjalan ke arah kamar mandi untuk merapikan diri.



Ketika aku sedang menyisir rambutku yg acak acakan, pintu kamar mandi terbuka dgn tiba tiba dan aku lihat Joe menyeruak masuk. Aku cuma melihat apa yg bakalan dia lakuin. Tak kuduga, dia dgn tanpa malu mulai kencing dgn enaknnya. Aku yg melihat itu hanya menggelengkan kepala dgn jijik. Setelah aku selesai menyisir rambutku, aku segera keluar secepat mungkin dari kamar mandi itu sebelum si Joe menyuruhku berbuat yg macam macam.



Aku pun segera mencari dompet dan kunci mobilku ketika Jack memegang tanganku dan menyuruhku minum pregnancy pil. Jack menyuguhkan pil itu dan segelas air putih yg langsung kuminum.



“Hebat juga lo Cyn semalem” pujinya

“Sakit semua nih Jack” jawabku sambil meringis “Gw pulang dulu ya capek nih”

“Ya udah tp minum ini dulu ya?” katanya sambil menyogorkan gelas yg penuh dgn sperma “gw tau loe pasti suka”

“Aduh Jack gw laper banget, dari kemaren malem gw blom makan” jawabku mengiba.

“Enggak, minum dulu baru boleh pulang. Udah lah cepet minum” tegasnya.

“Iih maksa banget sih” gerutuku.



Jack pun segera mengambil video camnya dan menyuruhku bergaya seolah olah aku menikmati minum sperma. Aku pun hanya tersenyum sambil menegak habis sperma itu.



Jack pun tersenyum dan berkata



“Mulai hari ini kalo loe ke mana mana usahain jangan pake beha ato celana dalem, ok? jadi ntar kalo gw kepengen ngentot, cuma tinggal masukin doank” katanya sambil ketawa.

“Gila loe” umpatku sambil ngeloyor pergi.



Aku yg sangat lelah segera meninggalkan tempat Jack dgn setengah berlari. Tak kuduga, itu membuat toketku yg tak berbeha itu meloncat loncat dgn bebasnya. Aku yg sdh kelaparan, segera membuka pintu mobilku dan dgn segera menancap gasnya. Saat aku sedang di highway, aku pun mulai berpikir apa yg bakalan Jack lakuin dgn foto dan video tadi malam itu. Aku pun kalut, aku takut kalo Jack bakalan menyebarkan foto foto itu ke teman temanku.



Aku pun mencoba menelpon tempat Jack, tp tdk ada yg menjawab. Aku takut untuk kembali ke tempat Jack karena anus dan memekku yg masih sakit. Maka kuputuskan untuk pulang ke rumah dan mengisi perut yg dari tadi merengek rengek untuk diisi.



Begitu sampai di rumah, sekilas kulihat jam yg sdh menunjukkan pukul 10 pagi. Segera kugoreng 2 telor ayam untuk kumakan. Hanya segelas air putih dan air mani yg terisi di dlm lambungku. Selesai makan, aku pun segera melepaskan bajuku dan mulai mandi. Selesai mandi, aku segera mengoleskan moisturiser ke memek dan anusku. Terasa dingin dan enak sekali. Tak terasa, aku pun mulai menggerang keenakan. Tp segera kutepis keinginan untuk masturbasi.



Ketika aku mulai menggosok gigiku, kuperhatikan leherku yg banyak sekali bekas cupangan. “Sialan” umpatku dlm hati. Aku pun segera memeriksa cupangan cupangan itu. Ternyata, bukan hanya di leherku, tp di daerah toketku banyak sekali cupangan yg terlihat sangat merah.



Aku cuma menggosok gosok bekas cupangan itu dgn penuh kesal. Setelah menyikat gigiku, aku pun segera keluar dari kamar mandi dgn telanjang. Aku memang jarang memakai baju kalau di rumah. Segera kunyalakan TV untuk memecahkan keheningan. Aku segera melepas lelah dgn tiduran di sofa. Tak lama, aku pun terlelap dlm mimpi. Ketika aku terbangun, aku melihat sebuah amplop coklat di atas meja.



“Buat: Cynthia” Hanya itu yg tertulis di amplopnya, tdk ada nama pengirim atau pun alamat. Aku yg terheran heran segera berlari ke pintu, tp kudapati pintu masih terkunci rapat. Hanya si Jack yg punya kunci cadangan rumahku. Kutebak kalo isi amplop itu adalah foto foto dari pesta seks tadi malam. Dgn cepatnya kurobek amplop itu dan kudapati puluhan foto bugil dan foto ku yg di entot rame rame itu.



Foto demi foto aku lihat dgn teliti. Tak kuduga, foto foto itu bisa membuatku terangsang. Kagetnya aku ketika kulihat adegan yg aku sedang tertidur. Ternyata mereka memasukkan bermacam macam barang ke dlm memekku. Dari mentimun, botol beer bahkan sepatu hak tinggiku. Terus terang aku sangat terangsang melihatnya, tp aku takut kalo Jack bakalan menyalahgunakan foto itu. Ketika aku mau menelpon Jack, kulihat bahwa ada pesan di mesin penjawabku. Aku segera mendegarkan pesan itu. Ternyata si Jack.



“Cyn, gimana bagus ga fotonya? Gw tadi ke rumah elo trus gw liat loe tidur ama telanjang gitu. Bagus lho bekas cupangannya. Hahaha.. Oh iya gw tadi ambil semua beha dan celana dalem loe di lemari pakaian loe. Koleksi loe banyak juga ya. Sekarang kalo ga usah pake kayak gituan lagi lah. Loe lebih seksi kok kalo ga pake. Trus loe kalo lagi bulanan loe ke rumah gw aja minta celana dalem elo. OK? Call me ASAP”



Tercengang aku mendengar berita itu. Segera aku lari ke kamarku dan kulihat bahwa memang benar kalo beha dan celana dlmku sdh raib. Kuraih telpon di kamar dan langsung ketekan nomor telepon Jack.



Dgn santainya dia menjawab



“Halo sayang, udah bangun nih?”

“Udah gila. Kok loe bisa bisa nya sih ambil semua beha ama CD ku?”, teriakku marah

“Udah lah, kan loe jadi kelihatan lebih sexy kalo ga pake itu”, belanya.

“Seksi apa? Loe gila ya Jack? Ntar kalo orang orang tau muka gw mau ditaruh di mana?”, jawabku dgn kesalnya.

“Heheheh, pilih mana loe, orang orang tau loe ga pake beha ama celana dalem ato loe yg digarap rame rame ama temen temen gw tadi malem?”, katanya sedikit mengancam.



Aku sangat kaget mendengarnya.



“Mau loe apaan sih, Jack? Loe ga bakalan nyebarin foto foto dan video itu kan?”, pintaku memelas.

“Kalo loe masih ngotot beli beha ama celana dalem lagi ya pasti gw sebarin sih”, tegasnya.



Duniaku pun serasa runtuh mendengarnya. Tak sadar aku cuma terduduk di lantai dgn bengong, sedangkan Jack menutup telponnya. Sambil bangkit berdiri, aku menaruh gagang telpon ku ke tempatnya. Aku segera mengambil robe mandi untuk menutupi tubuhku yg telanjang.



Kemudian, aku berpikir sejenak kulepas robeku dan langsung ku kenakan kemeja hitam yg agak longgar dan celana jeans. Kurapikan rambutku dan dgn setengah berlari, aku menyambar kunci mobil dan dompetku, tak lupa juga kuambil kaca mata hitam yg tergeletak di sampingnya. Tak lama kemudian, kupacu mobilku kembali ke tempat si Jack. Aku tau dia sedang tdk ada di rumah.



Sesampainya di sana, segera kubuka apartemenya dgn kunci yg pernah dia berikan. Terkejutnya aku saat ku lihat Jack sedang duduk dgn enaknya sambil ngerokok.



“Kenapa Cyn? Mau lagi?”, tanyanya setengah mengejek.

“Kasih klisenya ke gw”, bentakku setengah melotot.

“Nih ambil aja” katanya sambil melemparkan klise itu ke arahku.



Tak kuduga, dgn gampangnya dia menyerahkan klise itu. Ketika kulihat muka si Jack yg penuh dgn senyum itu, aku merasa ada yg tdk beres.



“Loe udah bikin ini digital ya Jack?”, selidikku

“Yup”, jawabnya dgn singkat.

“Jack loe hapus donk pls. Gw ga mau kalo temen temen gw tau”, rengekku.

“Ga bakalan kok. Gw cuma pengen aja punya foto loe yg lagi dientot rame rame. Swear, gw ga bakalan kasih ke siapa pun juga”, timpalnya.

“Awas ya, loe udah janji nih”, ancamku.

“Okey dokey”, jawabnya.



Aku pun langsung lega mendengar itu. Aku tau Jack adalah orang yg bisa jaga janji. Kemudian kuingat kalo Jack masih menyimpan beha dan celana dlmku.



“Trus beha and celana dlmku gimana?”, tanyaku

“Ooh itu, udah gw buanglah”, jawabnya sambil ketawa.

“Loe boong kan?”, tanyaku dgn kaget, “Itu mahal Jack”

“Berapa sih? gw ganti deh”, jawabnya singkat.



Tak berdaya aku mendengar itu. Pikiranku sdh kalut. Cuma kutatap Jack yg memasang tampang cuek dgn penuh kebingungan. Memang dia berduit tp jawabannya benar benar menusuk di hati. Ruangan itu menjadi sangat sunyi sejenak.


“Mau makan siang ga Cyn?” tanyanya memecah kesunyian.

“Gw mo makan nih cuman ga ada yg nemenin. Loe mau ikut ga?”, tanyanya lagi.

“Ya udah”. jawabku dgn pasrah.



Di dlm lift, Jack dgn santainya mulai meremas toket dan pantatku. Kudiamkan saja ketika Jack bilang kalo tanpa beha dan celana dlm aku terlihat lebih merangsang. Lift pun segera turun ke lantai bawah sedangkan Jack hanya meremas remas toketku dan sesekali melintir putingku. Aku dgn setengah terpejam menikmati permainan itu. Tak terasa, aku tengah mendesah desah dlm nafsu mengikuti permainan tangan Jack di toketku. Tp permainan itu segera selesai ketika Lift pun berhenti di lantai paling bawah. Kami berdua segera menuju ke mobil si Jack.



Tak kuduga dgn santai nya dia membuka 2 kancing bajuku dan berkata, “Gini kan lebih sexy”.
Aku hanya menggelengkan kepala mendengarnya. Tanpa memakai beha dan dgn belahan dada yg begitu rendah, membuat orang orang bisa melihat toketku dgn tanpa halangan kalau aku sedikit membungkuk.



“Body loe itu terlalu seksi lagi, buat apa di tutup-tutupin”, katanya ketika melihatku mencoba mengancingkan bajuku.

“Kenapa sih? Loe minder ama tubuh loe?”, sahutnya lagi.



Urunglah niatku untuk mengancingkan bajuku. Dgn muka yg bete, aku segera duduk di bangku depan di samping Jack. Dia segera mengemudikan mobilnya ke arah China Town. Dgn tersenyum kepadaku, Jack menunjuk ke arah pangkal pahanya. Aku yg sdh tau maksudnya cuman membuka resletingnya dan mulai mengocok barangnya yg sdh setengah berdiri. Dgn agak malas, aku membungkuk dan melahap barang itu tanpa ragu ragu.



Kusedot sedot kontol itu dgn penuh nafsu, sambil kupijit pijit buah pelirnya. Jack pun hanya mendesah desah sambil mencoba mengemudikan mobil. Aku merasa mobilnya berjalan melambat. Setelah dgn cepatnya kukocok dan kusedot senjatanya itu, akhirnya Jack pun dgn mengerang gerang menyemprotkan spermanya ke dlm mulutku. Langsung kutelan sperma itu tp dgn keadaan menunduk, aku pun agak tersedak. Kuangkat wajah ku dan mulai ku lap mulutku dgn tissue.



“Wah tambah jago loe ya”, puji Jack.



Aku hanya bisa tersenyum dgn paksa ketika mendengarnya.



“Loe besok kelas jam berapa?”, tanyanya.

“Jam 2 an lah, kayak biasanya”, jawabku.

“Kalo gitu ntar malem maen lagi yuk, cuman gw ama si Joe doank kok. Mau ga?”, tambahnya.

“Ga deh Jack, memek gw masih sakit nih”, jawabku terus terang.

“Udah lah, ga papa, cuma seronde doank kok”, rengeknya

“Liat ntar lah”, jawabku tak ambil pusing.

“Dah sampe nih”, katanya singkat.



Kita pun turun dari mobil dan masuk ke Chinese Restaurant yg terbilang besar. Betapa kagetnya aku melihat si Joe dgn santainya menyapaku. Baru kusadari kalau Joe itu adalah anak yg punya restaurant ini. Dgn santainya dia menyuruh Jack dan aku segera naik ke lantai dua. Kuikuti keduanya dari belakang dgn menebak nebak rencana mereka. Sesampai di lantai dua, Joe pun membuka pintu sebuah kamar yg sangat luas. Di dlmnya nampak sebuah tempat tidur dan bermacam macam elektronik. Ternyata itu kamar si Joe. Aku pun segera duduk di lantai di belakang meja pendek dan disusul oleh Joe dan Jack.



“Loe hebat juga kemaren Cyn”, sahut Joe membuka pembicaraan.

“Ah ga kok”, sahutku merendah.

“Bentar ya gw pesenin makanan di bawah”, sahut Joe sambil berlalu.



Kulihat dia hanya mengangkat telepon dan memesan beberapa makanan untuk diantarkan ke kamarnya.



“Dasar anak orang kaya”, pikirku.

“Cyn, menurut elo, siapa yg paling kuat kemaren?”, tanya si Joe tanpa ada malu.

“Semua sama kok”, jawabku singkat.

“Pengen lagi ga?”, tanya nya menggoda.

“Ga sekarang deh, sakit semua nih badanku”, alasanku.

“Ayolah, ga bakalan sakit kok”, katanya sambil meremas remas toketku.

“Sorry banget deh Joe, gw bener bener capek nih”, tolakku dgn halus.

“Ya udah lah”, gerutunya sambil keluar kamar.



Kulihat Jack hanya tiduran sambil baca komik di lantai. Dia tdk memperhatikan aku sama sekali. Aku pun mulai berdiri dan melihat lihat kamar si Joe. Banyak sekali DVD-DVD porno yg berserakan di lantai. Dinding dindingnya penuh dgn poster poster para pemain sepak bola. Dgn bosan, aku segera menyalakan TV besar di kamar itu.



Kuganti ganti saluran TV untuk mencari sesuatu yg kelihatannya menarik. Tp NOL hasilnya. Channel demi Channel hanya menampilkan acara yg tdk menarik sama sekali. Tiba tiba, pintu kamar pun terbuka dan kulihat seorang pelayan masuk membawa beberapa makanan di atas baki dan menaruhnya di meja. Ketika aku hendak membayar, pelayan itu hanya bilang dgn sopan kalo makannya sdh dibayar oleh Joe.



“Wah, gentle juga dia”, pikirku.



Tak lama kemudian, Joe pun muncul dgn membawa 3 gelas kecil berisikan liquor. Katanya minuman itu adalah keistimewaan restaurant ini. Aku pun bilang ke Joe kalo lebih enak minumnya setelah makan. Joe cuma ketawa dan mengangguk. Maka, kami pun makan dgn enaknya. Sewaktu makan, Joe dan Jack hanya memuji muji tubuh dan teknik ku selama tadi malam.



Aku cuma bisa tersipu malu mendengarnya. Joe pun setuju dgn Jack yg bilang kalo aku lebih merangsang tanpa memakai beha dan celana dlm. Aku hanya menggelengkan kepala mendengar itu. Setelah makan, Joe pun segera memberiku minuman yg tadi di bawanya. Tanpa ba bi bu, segera kutegak minuman. Sangat keras tp halus. Nama minuman itu adalah Ice fire. Nama yg sangat keren pikirku. Tak lama kemudian, kita pun hanya berbincang bincang tanpa tujuan. Makin lama aku merasa kepala dan mataku semakin berat.



“Wah KO deh dia”, kata Joe kepada Jack

“Yoi, udah pasti ga kuat lah”, timpal Jack

“Kasian deh ngeliatnya”, sahut si Jack lagi



Aku yg sdh tergeletak tak berdaya itu masih bisa mendengar mereka samar samar. Kemudian, aku merasa salah seorang dari mereka mengangkat tubuhku dan dibaringkannya aku di atas kasur. Dgn cepat nya keduanya segera melepas jeans dan bajuku. Aku sdh benar benar tdk berdaya menghadapinya. Tak lama kemudian, aku merasa ada dua jari yg mengisi memekku.



“Masih kering nih Jack, ga terangsang dianya”, Ternyata si Joe.

“Udahlah entot aja, ntar juga basah ndiri”, sahut Jack enteng.



Tak kuduga mereka bakalan memperkosaku. Ingin sekali aku berontak, tetapi tangan dan kakiku sangat lah terasa lemas. Kemudian, aku merasa ada kontol yg menyeruak masuk ke dlm memekku. Aku hanya menjerit tertahan menahan sakit yg luar biasa itu. Tanpa memperdulikanku, dia segera memompanya keluar masuk dgn agak susah.



Setelah beberapa lama, aku pun menjadi terangsang dan mulai menikmati genjotan itu. Pintar sekali yg mengentotku itu, dia bisa memulai genjotan genjotan dgn cepat dan kemudian mempercepatnya. Diperlakukan begitu, aku pun tdk bisa bertahan lama. Hanya dientot oleh satu orang, aku bisa keluar sampai 3 kali. Saat dia keluar, dia tdk menarik kontolnya dari memekku. Berkali kali kontolnya memuntahkan sperma di dlm memekku. Kemudian dia langsung menarik kontolnya dari memekku.



Tp ada kontol lain yg segera mengisi memekku dan mulai memompaku. Aku sempat kuwalahan menghadapi itu. Aku tahu dari gaya dan ukuran kontolnya kalo itu pasti si Jack. Dgn cepat nya Jack memompaku sementara aku hanya bisa mendesah desah kenikmatan. Tak berapa lama kemudian, aku segera mencapai orgasme, tp Jack masih memompa tubuhku.



Jack pun mulai menarik kontolnya dari memekku, tp aku malah mengangkat memekku dan menyodorkannya ke Jack. Tak kuduga dgn kasarnya Jack mulai memompaku lagi. Aku menjerit kecil ketika kepala kontolnya menhantam dinding rahimku. Tak lama aku pun keluar lagi dan lagi. Aku hanya bisa mendesah keenakan ketika Jack menyemprotkan spermanya ke dlm memekku.



Aku yg sudah capek hanya bisa terkulai dgn lemas dan penuh keringat. Kudengar langkah kaki mendekat dan kurasakan ada sesuatu menyeruak masuk ke memekku. Aku sdh tdk mempedulikannya lagi. Aku hanya bisa tertidur tak berdaya.



Ketika aku bangun, kuraba memekku dan kutemukan sebuah dildo menancap dgn tentramnya. Ketika kukeluarkan dildo itu, banyak sekali sperma yg mengalir keluar dari dlm vaginaku. Banyak juga sperma yg telah mengering di perut dan toketku.



“Sialan”, pikirku,

“gw dikerjain lagi deh”.



Kulihat Joe dan Jack hanya ketawa melihatku telanjang dgn bermandikan sperma itu. Jack bilang kalo dia bentar lagi mau pulang trus aku disuruhnya pake baju. Ketika bilang kalo aku mau merapikan diri, si Jack bilang itu ga perlu.



Aku pun langsung memakai baju yg tadi kukenakan dan mengikat rambutku kebelakang. Tanpa lupa pamitan ke Joe, aku dan Jack pun segera meninggalkan tempat itu. Masih banyak sekali sperma yg ada di dlm memekku saat aku di mobil Jack. Entah itu sperma Joe atau Jack tp dgn jelas kurasakan sperma itu meleleh turun ke pahaku. Di dlm perjalanan menuju tempat Jack, aku hanya diam saja karena kelelahan. Ketika sampai di tempat Jack, aku segera mengambil kunci mobilku dan langsung pulang ke rumah.


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2017/02/bursa-cerita-sex-sabtu-yang-melelahkan.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Sabtu yang Melelahkan"

Post a Comment