DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru

Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru

Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru

Namaku Sandy dan sekarang umurku baru 16 tahun, dan perawakanku tinggi 171.5 cm dan kulitku sawo matang, sedangkan mataku berwarna coklat, dan kisah yang aku ceritakan ini adalah kisah nyata sekaligus pengalaman hidupku. Tahun 2010 beberapa hari yang lalu, saat ini aku sekolah di salah satu SMK yang ada di Tanjung Pinang (Kepulauan Riau).

Sekolahku letaknya jauh di luar kota (kira-kira 20 km dari kota tempat tinggalku), dan sehari-hari aku pergi naik bus jemputan sekolahku, dan dari sinilah kisahku bermula.



Pada suatu siang saat di sekolahan aku dan teman-teman sedang istirahat di kantin sekolah dan sambil bercanda ria, dan saat itu pula ada guruku (berjilbab) sedang makan bersama kami, pada saat itu pula aku merasa sering di lirik oleh ibu itu (panggil saja Ayu), bu Ayu badannya langsing cenderung agak kurus, matanya besar, mulutnya sedikit lebar dan bibirnya tipis, payudaranya kelihatan agak besar, sedangkan pantatnya padat dan seksi.



Bu Ayu adalah guru kelasku yang mengajar mata pelajaran bahasa Inggris, dan dalam hal pelajarannya aku selalu di puji olehnya karena nilaiku selalu mendapat 8 (maaf bukan memuji diri sendiri!!).



Saat didalam pelajaran sedang berlangsung bu Ayu sering melirik nakal ke arahku dan terkadang dia sering mengeluarkan lidahnya sambil menjilati bibirnya, dan terkadang dia suka meletakkan jari tangannya di selangkangannya dan sambil meraba di daerah sekitar vaginanya.



Dan terkadang saya selalu salah tingkah di buatnya (maklum masih perjaka!!!!), dan kelakuannya hanya aku saja yang tahu. Saat istirahat tiba aku di panggil ke kantor oleh ibu itu, dan saat itu aku di suruh mengikutinya dari belakang. Jarak kami terlalu dekat sehingga saat aku berjalan terlalu cepat sampai-sampai tangan ibu Ayu tersentuh penisku (karena bu Ayu kalau berjalan sering melenggangkan tangannya) yang saat itu sedang tegang akibat tingkahnya di kelas.



Namun reaksi ibu Ayu hanya tersenyum dan wajahnya sedikit memerah. Sampai saat aku pulang menaiki bus jemputan kami.


Aku dan temanku duduk paling belakang, sedangkan bu Ayu duduk di kursi deretan paling depan. Saat semua teman-temanku sudah turun semua (saat itu tinggal aku, bu Ayu dan supirnya) bu Ayu melirik nakal ke arahku, dan tiba-tiba ia langsung pindah duduknya di sebelahku, dia duduk paling pojok dekat dinding, dan dia menyuruhku pindah di sebelahnya, dan aku pun menanggapi ajakannya.



Saat itu dia meminjan handphoneku, katanya dia mau beli hp yang mirip punyaku (Nokia tipe 6600) entah alasan atau apalah. Saat dia memegang hpku, tiba-tiba hpku berbunyi, dan deringan hpku saat itu berbunyi desahan wanita saat di kentot.



“Aaaahhhhh……. ahhhhshhhhshshh…. ooooo…. oooohhhhhh” dan seterusnya ternyata temanku yang menelepon.



Tanpa basa basi bu Ayu bilang…



“Apa ngga ada yang lebih hot, ibu mau dong”. dengan nada berbisik yang membuatku nafsu.

“Jangan malu-malu tunjukin aja ama ibu…”



Saat itu kupasang earphone dan langsung aku perlihatkan rekaman video porno yang ku dapat dari temanku. Tanpa aku sadari bu Ayu meraba kontolku yang saat itu sedang tegang-tegangnya, dan dia terkejut,



“Wooow besar sekali anumu…”



Padahal aku punya ngga gede-gede amat, panjangnya 15 cm dan diameternya 2.3 cm aja yaaa standart lahhhh. Dan terjadilah percakapan antara aku dan bu Ayu. Saat itu dia berbisik padaku…



“Aku masih perawan looo……” diiringi dengan desahan.



Lalu jawabku



“Oh yaaa, saya juga masih perjaka bu…”

“Jadi klo gitu kita pertemukan saja antara perjaka dan perawan, pasti nikmat”.



Tanpa basa basi lagi.



“Ngga ah bu, saya ngga berani!!”

“Ayolah… (dengan nada memelas)”

“Tapi di mana bu?” tanyaku!

“Di hotel aja biar aman”

“Tapi saya ngga punya uang bu”

“Ngga apa-apa ibu yang bayarin!!!”



Dan saat tiba di kamar hotel ibu itupun langsung beraksi tanpa basa basi lagi. ia melucuti bajunya satu persatu sambil di iringi dengan desahan yang pertama ia lepaskan adalah jilbab yang menutupi kepalanya, lalu baju, kemudian rok panjangnya dan tibalah saat ia melepaskan BHnya, yang kulihat saat itu adalah toket bu Ayu yang putih mulus (mungkin karena sering di tutupi kalleeee) dan putingnya yang masih merah dan pada saat ia mau melepaskan celana dalamnya.



“Mau bantuin ngga…..” tanya bu Ayu kepadaku.



Lalu hanya kujawab dengan mengangguk saja tanpa basa basi juga, aku mulai melepaskan celana dalamnya yang berwarna putih tipis yang kulihat saat itu adalah jembut tipis saja, lalu aku mulai menyandarkannya di dinding kamar sambil kujilati. Dan timbullah suara desahan yang membuat tegang kontolku.



“Aah… ahh….. ahhhshhh… terruusss……. ohhh…… yeahhh……. ooohhhh……. au….. udahh dong ibu ngga tahan lagi…. ooohhhh….. yeah….. o..o… oo…. ohhhh…”



Tanpa ku sadari ada cairan yang membasahi wajahku. Cairan putih ituku hisap dan kutumpahkan ke dalam mulutnya, ternyata bu Ayu suka.



“Mau lagi donggg……….” lalu aku kembali menghisap pepek bu Ayu yang basah dan licin kuat-kuat…

“Aaahhhh…. ahhh… aarrgghh…… uh..uh… uh…uh… ouuu….. yeah….. dan di sela teriakan kerasnya muncrat lagi cairan putih kental itu dengan lajunya.

“Crroot…. crooot…..” di saat dia terbaring lemas aku menindih badan bu Ayu dan selangkangannya kubuka lebar-lebar, lalu aku mencoba memasukkan kontolku ke dalam pepeknya bu Ayu dan yang terjadi malah ngga bisa karena sempit.



Saat kutekan kepala kontolku sudah masuk setengah dan ibu itu berteriak.



“Ahhhh…. ahhhhhhhhh….. ahhhhh………, sakitttt.. ahhh… pelan-pelan dong…”



Seakan tak perduli kutekan lagi. Kali ini agak dalam ternyata seperti ada yang membatasi. ku tekan kuat-kuat.



“Ahhhhhh…… aaaaaa……. aaaauuuuu…… sakit…. ohh…. oh….. ooghhhhhh…” aku paksakan saja… akhirnya tembus juga.

“Aahhhhhhhhhh……….. aaaahhhhhh….. sakitttttttt…..” bu Ayu berteriak keras sekali.



Sambil kudorong kontolku maju mundur pelan dan kupercepat goyanganku.



“Aaahhhhh…… auhhhhhh….. u.h…. u.u.. hh… a…. u.. u…… hhhhh.hhhh………



Dia terus menjerit kesakitan, dan sekitar 20 kali goyanganku aku terasa seperti mau keluar. Lalu aku arahkan kontolku ke mulutnya dan…. Croot……… crroootttt…… sekitar 5 kali muncrat mulut bu Ayu telah di penuhi oleh spermaku yang berwarna putih kental (maklum udah 2 minggu ngga ngocok). Selang beberapa menit aku baru menyadari kalau pepek bu Ayu mengeluarkan cairan seperti darah.



Lalu ibu Ayu cepat-cepat ke kamar mandi. Setalah keluar dari kamar mandi bu Ayu langsung menyepong kontolku sambil tiduran di lantai. Ternyata walaupun perawan bu Ayu pandai sekali berpose. Lalu ku pegang pinggul bu Ayu dan mengarahkan ke posisi menungging. Lalu aku arahkan kontolku ke pepek bu Ayu, lalu ku genjot lagi….



“Oohhh….. oh……. o….. h.h.h.h.hh.. h.hhhhh…… hhhhhh.. hhhhh… yeahhhhh oouu…. yesssss….. ooohhhhh… yeahhhhh…”


Saat aku sudah mulai bosan ku cabut kontolku lalu ku arah kan ke buritnya



“Sakit ngga…..” tanya bu Ayu.

“Paling dikit bu…..” jawabku sambil aku mencoba memasukkan tetapi ngga bisa karena terlalu sempit.

“Ngga apa-apa kok kan masih ada pepekku mau lagi nggaaaa…..” tanya bu Ayu.



Lalu kukentot lagi pepeknya tapi sekarang beda waktu aku memasukkan kontolku ke dalam, baru sedikit saja sudah di telan oleh pepeknya. Ternyata pepek bu Ayu mirip dengan lumpur hidup. Aku mengarahkan kontolku lagi .



“Aahhh… ahhh… ahhh…. ahh…. oooouuuhh….. yeah… ou…. ou… ohhhhhh… dan saat sekitar 15 kali goyanganku bu Ayu melepaskan kontolku.

“Aku mau keluar….”

“Aku juga bu…., kita keluarin di dalem aja buu…”

“Iya deeh” jawabnya.



Lalu kumasukkan lagi kontolku kali ini aku menusuknya kuat-kuat.



“Aaaahhhh……. ahhhh………. aaaahhhhhh. ooooouuuuuuhh…..” saat teriakan panjang itu aku menyemprotkan spermaku ke dalam pepeknya.

Crroooot…. crootttt… aku mendengar kata-katanya.



“Nikmat sekali…….”



Dan aku pun tidur sampai pagi dengan menancapkan kontolku di dalam pepeknya dengan posisi berhadapan ke samping.


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2017/02/bursa-cerita-sex-keperawanan-ibu-guru.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Keperawanan Ibu Guru"

Post a Comment