DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Sex Desa

Bursa Cerita Sex: Sex Desa - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Sex Desa, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Sex Desa
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Sex Desa

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Sex Desa

Bursa Cerita Sex: Sex Desa
Bursa Cerita Sex: Sex Desa

Di koridor sekolah nampak berjalan seorang Siswa dengan langkah gontai, seakan tidak peduli dengan keadaan di sekelilingnya…… Marno….namanya Siswa terpandai dan banyak di sukai oleh kaum hawa karna kepandaian dan postur tubuh yang ideal,wajah bersih dan murah senyum.
Entah kenapa di hari yang bahagia ini kelihatan wajah Marno begitu murung dan tid’ak bersemangat, dan tidak ada senyuman yang menghiasai wajahnya.

“Noo…… Selamat ya…..eh kamu mau melanjutkan kemana…? “ tiba tiba Tania dan geng nya telah berada di belakang Marno.

Bersama Tania ada Mila, Ratih mereka merupakan sahabat karib dan selalu minta bantuan Marno dalam hal pelajaran.

Marno menoleh

“mmmm….belum tahu…..mungkin Aku tidak melanjutkan Kuliah….” sahut Marno dengan nada sedih, namun ada segaris senyum terpaksa di bibirnya

Yaa…senyum itu yang selalu di harapkan oleh Mila, yang semenjak semester I kelas tiga diam diam menyukai Marno atau dapat disebut dengan Cinta yang terpendam.

“Alahhh kamu Noo….. becanda aja…..eh Noo…besok kerumah ku ya, ada selamatan kelulusanku….aku tunggu ya…Awas klo gak datang”…cerocos Mila.

Belum sempat Marno menjawab ketiga mahkluk cantik itu telah berlari mengejar teman teman yang lain sembari mengeluarkan sebotol cat semprot dari masing masing tasnya.

Dibawah rimbun bambu Marno duduk sambil memandang Dina yang lagi mencuci di aliran sungai yang membelah desa mereka.

Dina merupakan anak seorang kepala desa yang setahun ini telah menjadi pacar Marno. Tidak seperti gadis desa lainnya Dina memiliki kulit yang bersih dan payudara yang dapat membuat para pria meneteskan air liurnya dan pantat yang bahenol, di tambah rambut panjang yang hitam.

Dina tidak melanjutkan kuliahnya walaupun secara ekonomi tidak ada halangan untuk itu, yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan sosial Marno. Secara umur Dina lebih tua dari Marno 1 tahun namun bila di lihat dari sisi fisiknya tidak akan kelihatan.

“Noo…kapan mau beli formulir pendaftaran kuliahnya…? “ Dina yang telah selesai mencuci ikut duduk di samping Marno.

“2 hari lagi baru dibuka pendaftarannya, rencana besok Aku pergi membelinya, mungkin 2-3 hari aku di kota untuk sekalian mengembalikan formulirnya” jawab Marno sambil memandang

Dina yang masih memakai kain basah yang hanya menutupi setengah dadanya dan betis putihnya.

“mmmm dua hari ya…… “ Dina mengulang dengan nada yang kecewa.

“Ya…aku usahakan secepatnya untuk kembali, karna di kota pun aku belum tau untuk menginap dimana, mungkin nanti aku pergi sama sama dengan teman tem …..
cuppppp.. sebuah ciuman mendarat mulus di pipi Marno… Marno menoleh ke kiri…

Dina dengan tersenyum manis yang menampakan deretan gigi putihnya berada sangat dekat dengan wajah Marno, hembusan nafas Dina terasa hangat di wajah Marno…

“ Jangan lama lama ya….Aku pasti kangen bila gak ngelihat kamu………”

Marno menutup bibir tipis Dina dengan sebuah ciuman lembut…..mengulum dan menghisap bibir itu, begitu lembut,,,,.

Dina membalas kuluman itu dengan membuka bibirnya dan berusaha untuk mempermainkan lidahnya untuk dapat masuk kemulut Marno.

“mmmhhh,mmmmh…. suara kecipak pertemuan kedua mulut itu semakin mengalahkan suara aliran sungai.

Semakin lama tubuh Dina terdorong oleh desakan tubuk Marno yang membuat Dina rebah ke reremputan, tanpa menghiraukan gatal di punggung nya yang terkena rerumputan Dina melingkarkan lengan nya ke tengkuk kekesihnya dan menekan sehingga membuat Marno menghimpit tubuh Dina.

Lama ciuman itu berhenti dengan nafas yang mulai memburu Marno menarik bibir nya dan meneruskan dengan ciuman mengarah ke arah leher Dina…

Yang membuat Dina mendesah. .mmmmmmh mmmhmhh ….
Penuh perasaan bibir Marno menyusuri leher jenjang…dengan jilatan di bagian bawah telinga Dina membuat Dina semakin keras mendesah…. oohhhhh mmmmmmhhhhh…

Dan membuat tubuh Dina melengkung ke atas sehingg tanpa di sadari paha nan putih mulus bak pualam tersimbah ….

“ oohhhmmm mmmmmhmmhhhhh …” erangan Dina saat tangan kanan Marno dengan lembut mendarat di payudara yang semakin mengeras…

Ya..memang Dina tidak memakai bra sehingga memudahkan tangan Marno meremas dan menjepit putting susu nya……

Bibir Marno kembali beraksi dengan mencium payudara sebelah kiri , dan memainkan putingnya dengan ujung lidahnya.

“ Ohhhhmmmm……..oohh ooh
“ sluuuurp mmmssh ……

Keduanya terengah engah…seperti mendaki bukit yang tinggi, namun pendakian belum berakhir…

Dengan bertumpu pada tanah, Dina mengangkat pinggulnya,,dan hal ini membuat tubuh Marno semakin tepat berada di atas nya, kemaluan Marno tepat berada di atas memek Dina, namun masih terpisah dengan 2 lapis kain,

Mulut Marno tak henti hentinya mengulum pepaya kampung nan ranum, kiri kanan tidak satu inchi pun di lewati oleh kuluman dan gigitan kecil mulutnya.

Dinapun tak tinggal diam. Tangan nya yang bebas bergerak mengelus punggung dan semakin turun ke arah pantat Marno dan menarik karet celana bola yang di pakai Marno.

Dengan sedikit mengangkat tubuhnya dan tanpa melepaskan kenyotan di susu Dina, tarikan Dina tersebut membuat celana tersebut melorot ke lutut dan hanya dengan sedikit tekanan dengan kakinya celana tersebut terlepas dan meninggalkan sepotong celana dalam yang telah sesak terisi penis Marno.

Dengan kembali mengangkat pinggulnya Dina mendesak keatas sehingga vagina nya menempel pada penis Marno.. Terasa keras dan mengganjal di belahan vaginanya.

“ …oohmhmmhm …shshshssmmm….” rintihan Dina bersamaan dengan lepasnya kuluman mulut Marno pada susu kirinya.

Semakin sering nya gesekan antara vagina dan penis walaupun masih di batasi oleh lapisan celana dalam masing, membuat belahan vagina Dina tercetak jelas dengan basah yang pada bagian depannya,

Tiba tiba Marno berguling ke arah kiri Dina,,,melepaskan himpitan pada tubuh Dina, namun….Dina tak tinggal diam secepatnya berguling menghimpit tubuh Marno.

Dan menciumi leher Marno….. terus ke bawah,,dan bermain main di putting susu Marno.

Sedangkan tangan Marno telah melepas celana dalamnya, yang menampakan penis yang berdiri tegak dengan lelehan cairan putih di atasnya.

Tangan Marno yang bebas kembali meremas pantat Dina, mengelus dan berkeliaran di bagian pinggul Dina, semakin membuat Dina menekan kebawah, namun tiba tiba Marno mengangkangkan kakinya sehingga semakin membuat vagina Dina menekan penisnya tepat di belahan vaginanya.

“ooooohhhh…. mmsshhhhh…..” Dina semakin menekan tubuhnya ke Marno.

Dengan kepala tertengadah membuat susu Dina tergantung di wajah Marno yang sekonyong konyong kembali melumat habis, dan menyodot susu tersebut..

“oooooohhhhhh……..”

Dan dengan merapatkan kedua belah pahanya penis Marno semakin terjepit, dan semakin terasa menekan di vaginanya. Membuat Dina merasa benda tumpul tersebut menusuk nusuk vaginanya

“mmmshshhshs….. ooohmhmmh “

Namun…….. tangan Marno kembali meremas susunya dan mendorong keatas membuat terlepasnya jepitan tersebut…..

Dan mulut Marno terus menyusuri susu turun,,,semakin turun kerah perutnya…membuat Dina semakin terduduk di dada Marno…

Diiringi dengan tarikan di pinggul Dina membuat tubuh Dina terdesak semakian keatas dan membuat Dina semakin mengangkangi tubuh Marno.

Tercium Aroma khas oleh Marno…. Beberapa Cm di depan Marno terpampang vagina tembem yang masih di tutupi celana dalam,,,,basah dan beberapa helai rambut yang keluar di kiri kanannya.

Tangan Marno mengelus belahan vagina yang tercetak di celana dalam, basah…… bukan karna air sungai…namun terasa berlendir….. jari Marno menerobos dari samping dan merasakan bibir vagina yang kiri yang semakin tebal dan licin…

“ooooohhhhhh…..mmmmmhhhh “ rintihan Dina.

Saat jemari Marno mengelus bibir vaginanya disertai dengan Ciuman di pangkal pahanya…

“ohhhhhhhhh…..mmhhhhhsssss”….

Secepat kilat Dina berdiri dan melorotkan celana dalamnya sampai ke lutut dan kembali berjongkok ..
memberikan vaginanya tepat di wajah Marno.

Marno dengan sigapnya menahan pinggul Dina, sehingga vagina

Dina tidak menekan pada wajahnya, namun terhalang oleh tangannya.

Dan……….vagina yang merah merona….berlendir dengan lobang pink terpampang sangat dekat …..

Dipandangi dan dengan lembutnya Marno menyibak rambut rambut halus……. yang menutupi sebagian lobangnya…..

Tanpa merasa jijik belahan yang yang terpampang di jilat dari bawah sampai ke bagian atas yang ada sedikit gundukan…

“slllllmmrrrrmmmttt………’ lidah Marno kembali menjilat
“ohhmmmmmsss..s..ssh h…..”

Bergetar lutut Dina menerima ciuman ini…… dengan bertopang tangan pada paha Marno kembali Dina sedikit mengangkat pinggulnya, dan hal ini memberi celah untuk Marno bernafas,dan kembali lidah Marno menerobos masuk kedalam lobang yag semakin basah…

“ oh..oh….mmmmhhh sssss” kelihatan urat urat Dina menegang menahan sesuatu yang mau meledak.

Dan kembali Marno menyapu gundukan kecil,,

“yeah……oohhhhh sshhhh di situ,,,,,,,enak sekalli………….”
‘oooohhhhh…ohhhhmmsshhhhhhh”

Seperti orang kepedasan rintihan Dina sambung menyambung…….
Dan kembali Dina membalikan badannya sehingga kepala nya menghadap ke tiang kokoh milik Marno yang telah basah pada ujungnya..

Dan mulut mungil dengan bibir tipisnya Dina mulai menciumi batang tersebut. Dengan ujung lidahnya di jilat mulai dari pangkal sampai ke ujung…..lembut dan lambat….

‘hhmmmmmmhhhhhhhh……” Marno mengeram…saat mulut Dina mulai memasukan penis Marno…
“ooooohhhhhhh…smmhshssssss”

Lidah Marno yang tidak henti menari nari di vagina Dina, membuat

Dina semakin tidak karuan gerakannya, dan saat lidah Marno menerobos masuk ke lobang vagina nan sempit

‘oooohhss.s…mmmmmmm…huuuuuuuaaaaa”
“Aku mmmauu keluarrrrrrrrr…… “ Dina bergetar dan tegang..menandakan telah terjadi ledakan orgasme…pada diri Dina….

Dengan senangnya Marno menerima kucuran Air yang keluar dari vagina Dina dan terus mengalir membahasi dagunya..

“mmmmsssruuttt…..t” jilatan Marno kembali memecah belahan vagina Dina, yang semakin asik dengan memasukan penis Marno kedalam mulutnya.

“mmmmsshhhh ohhhhhhhhhhhhhh…………..”. Marno kembali mendesis saat ujung lidah Dina menyentuh dan berputar putar pada lobang penis nya.

Bibir mungil Dina kembali menelan penis Marno namun hanya setengah saja sambil sedikit mengenyot dan melilitkan lidahnya pada ujung penis Marno…..

“ooooohhhhhhssss. Mau keluar say…….” rintihan Marno pelan…..

Tanpa menghiraukan Marno, Dina semakin kencang mengeluar masukan penis di mulutnya.

Dan di selingi dengan memasukan semua penis Marno sehingga menyentuh tenggorokannnya.

Hal ini membuat Marno semakin belingsatan..

“ohhh……shhhhhh mmmmmmm”…Marno menegang dan mengangkat pinggulnya, kakinya semakin menegang dan……semburan hangat mengucur deras di mulut Dina..

“ooohhhhhhhhhhhhhhh…….ssshhhmsmsmshhhh” Marno mendesis dengan kaki menegang… dan…”prang…….!!!”

Kaki Marno menendang Ember cucian Dina sehingga mengelinding dan jatuh ke sungai.

Dina secepatnya berdiri dan Marno berlari mengejar cucian Dina yang hanyut, dengan penis yang masih menegang dan lelehan sperma di pahanya Marno menyebur ke sungai.

Sedangkan Dina merapikan kain yang telah tidak karu karuan , dan memakai baju kaos menutupi dadanya yang telah penuh cap bibir di susunya bekas ciuman Marno.


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Sex Desa

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Sex Desa, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Sex Desa dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2016/12/bursa-cerita-sex-sex-desa.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Sex Desa"

Post a Comment