DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini

Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini

Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini
Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini

Namaku Hermansyah, biasa dipanggil Herman. Saat ini aku kuliah di salah satu Akademi Pariwisata sambil bekerja di sebuah hotel bintang lima di Denpasar, Bali. Kisah yg aku ceritakan ini adalah kisah nyata yg terjadi terjadi saat aku masih duduk di kelas II SMA, di kota Jember, Jawa Timur.

Saat itu aku tinggal di sebuah gang di pusat kota Jember. Di depan rumahku tinggalah seorang wanita, Ainia namanya, tapi ia biasa dipanggil aini. Usianya saat itu sekitar 24 tahun, karena itu aku selalu memanggilnya Mbak aini. Ia bekerja sebagai kasir pada sebuah departemen store di kotaku. Ia cukup cantik, jika dilihat mirip bintang sinetron Sarah Vi, kulitnya putih bersih, rambutnya hitam panjang sebahu. Namun yg paling membuatku betah melihatnya adalah buah dadanya yg indah. Kira-kira ukurannya 36B, buah dada itu nampak serasi dengan bentuk tubuhnya yg langsing.

Keindahan tubuh Mbak aini tampak semakin aduhai saat aku melihat pantatnya. Kali ini aku tidak bisa berbohong, ingin sekali kuremas-remas pantatnya yg aduhai itu. Bahkan jika Mbak aini memintaku mencium pantatnya akan kulakukan. Satu hal lagi yg membuatku betah melihatnya adalah bibirnya yg merah. Ingin sekali aku mencium bibir yg merekah itu. Tentu akan sangat nikmat saat membaygkan keindahan tubuhnya.

Setiap pagi saat menyapu teras rumahnya, Mbak aini selalu menggunakan kaos tanpa lengan dan hanya mengenakan celana pendek. Jika ia sedang menunduk, sering kali aku melihat baygan celana dalamnya berbentuk segi tiga. Saat itu k0ntolku langsung berdiri dibuatnya. Apalagi jika saat menunduk tidak terlihat baygan celana dalamnya, aku selalu berpikir, wah pasti ia tidak memakai celana dalam.

Kemudian aku membaygkan bagaimana ya tubuh Mbak aini jika sedang bugil, rambut memeknya lebat apa tidak ya. Itulah yg selalu muncul dalam pikiranku setiap pagi, dan selalu k0ntolku berdiri dibuatnya. Bahkan aku berjanji dalam hati jika keinginanku terkabul, aku akan menciumi seluruh bagian tubuh Mbak aini. Terutama bagian pantat, buah dada dan memeknya, akan kujilati sampai puas.

Malam itu, aku pergi ke rumah Ferri, latihan musik untuk pementasan di sekolah. Kebetulan orang tua dan saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket. Karena latihan sampai malam aku keletihan dan tertidur, sehingga terlupa saat jaketku dipakai Baron, temanku yg main drum. Aku baru menyadari saat sudah sampai di teras rumah.

“Waduh kunci terbawa Baron,” ucapku dalam hati.

Padahal rumah Baron cukup jauh juga. Apalagi sudah larut malam, sehingga untuk kembali dan numpang tidur di rumah Ferri tentu tidak sopan. Terpaksa aku tidur di teras rumah, ya itung-itung sambil jaga malam.

“Lho masih di luar Her..” Aku tertegun mendengar sapaan itu, ternyata Mbak aini baru pulang.
“Eh iya.. Mbak aini juga baru pulang,” ucapku membalas sapaannya.
“Iya, tadi setelah pulang kerja, aku mampir ke rumah teman yg ulang tahun,” jawabnya.
“Kok kamu tidur di luar Her.”
“Anu.. kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak bisa masuk,” jawabku.

Sebetulnya aku berharap agar Mbak aini memberiku tumpangan tidur di rumahnya. Selanjutnya Mbak aini membuka pintu rumah, tapi kelihatannya ia mengalami kesulitaan. Sebab setelah dipaksa-paksa pintunya tetap tidak mau terbuka. Melihat hal itu aku segera menghampiri dan menawarkan bantuan.

“Kenapa Mbak, pintunya macet..”
“Iya, memang sejak kemarin pintunya agak rusak, aku lupa memanggil tukang untuk memperbaikinya.” jawab Mbak aini.
“Kamu bisa membukanya, Her.” lanjutnya.
“Coba Mbak, saya bantu.” jawabku, sambil mengambil obeng dan tang dari motorku.

Aku mulai bergaya, ya sedikit-sedikit aku juga punya bakat Mc Gayver. Namun yg membuatku sangat bersemangat adalah harapan agar Mbak aini memberiku tumpangan tidur di rumahnya.

“Kletek.. kletek…” akhirnya pintu terbuka. Aku pun lega.
“Wah pinter juga kamu Her, belajar dari mana.”
“Ah, nggak kok Mbak.. maklum saya saudaranya Mc Gayver,” ucapku bercanda.
“Terima kasih ya Her,” ucap Mbak aini sambil masuk rumah.

Aku agak kecewa, ternyata ia tidak menawariku tidur di rumahnya. Aku kembali tiduran di kursi terasku. Namun beberapa saat kemudian. Mbak aini keluar dan menghampiriku.

“Tidur di luar tidak dingin. Kalau mau, tidur di rumahku saja Her,” kata Mbak aini.
“Ah, nggak usah Mbak, biar aku tidur di sini saja, sudah biasa kok, “jawabku basa-basi.
“Nanti sakit lho. Ayo masuk saja, nggak apa-apa kok.. ayo.”

Akhirnya aku masuk juga, sebab itulah yg kuinginkan.

“Mbak, saya tidur di kursi saja.”

Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yg terdapat di ruang tamu.

“Ini bantal dan selimutnya Her.”

Aku tersentak kaget melihat Mbak aini datang menghampiriku yg hampir terlelap. Apalagi saat tidur aku membuka pakaianku dan hanya memakai celena pendek.

“Oh, maaf Mbak, aku terbiasa tidur nggak pakai baju,” ujarku.
“Oh nggak pa-pa Her, telanjang juga nggak pa-pa.”
“Benar Mbak, aku telanjang nggak pa-pa,” ujarku menggoda.
“Nggak pa-pa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada di kamarku,” kata Mbak aini sambil masuk kamar.

Aku tertegun juga saat menerima bantal dan selimutnya, sebab Mbak aini hanya memakai pakaian tidur yg tipis sehingga secara samar aku bisa melihat seluruh tubuh Mbak aini. Apalagi ia tidak mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian tidur tipis itu. Aku juga teringat ucapannya kalau selimut yg lebih hangat ada di kamarnya. Langsung aku menghampiri kamar Mbak aini. Ternyata pintunya tidak ditutup dan sedikit terbuka. Lampunya juga masih menyala, sehingga aku bisa melihat Mbak aini tidur dan pakaiannya sedikit terbuka. Aku memberanikan diri masuk kamarnya.

“Kurang hangat selimutnya Her,” kata Mbak aini.
“Iya Mbak, mana selimut yg hangat,” jawabku memberanikan diri.
“Ini di sini,” kata Mbak aini sambil menunjuk tempat tidurnya.

Aku berlagak bingung dan heran. Namun aku mengerti Mbak aini ingin aku tidur bersamanya. Mungkin juga ia ingin aku.., Pikiranku melayg kemana-mana. Hal itu membuat k0ntolku mulai berdiri. Terlebih saat melihat tubuh Mbak aini yg tertutup kain tipis itu.

“Sudah jangan bengong, ayo sini naik,” kata Mbak aini.
“Eit, katanya tadi mau telanjang, kok masih pakai celana pendek, buka dong kan asyik,” kata Mbak aini saat aku Herdak naik ranjangnya.

Kali ini aku benar-benar kaget, tidak mengira ia langsung memintaku telanjang. Tapi kuturuti kemauannya dan membuka celana pendek berikut cekana dalamku. Saat itu k0ntolku sudah berdiri.

“Ouww, punyamu sudah berdiri Her, kedinginan ya, ingin yg hangat,” katanya.
“Mbak nggak adil dong kalau hanya aku yg bugil, Mbak juga dong,” kataku.
“OK Her, kamu mau membukakan pakaianku.”

Kembali aku kaget dibuatnya, aku benar-benar tidak mengira Mbak aini mengatakan hal itu. Ia berdiri di hadapanku yg sudah bugil dengan k0ntol berdiri. Aku memang baru kali ini tidur bersama wanita, sehingga saat membaygkan tubuh Mbak aini k0ntolku sudah berdiri.

“Ayo bukalah bajuku,” kata Mbak aini.

Aku segera membuka pakaian tidurnya yg tipis. Saat itulah aku benar-benar menyaksikan pemandangan indah yg belum pernah kualami. Jika melihat wanita bugil di film sih sudah sering, tapi melihat langsung baru kali ini.

Setelah Mbak aini benar-benar bugil, tanganku segera melakukan pekerjaannya. Aku langsung meremas-remas buah dada Mbak aini yg putih dan mulus. Tidak cuma itu, aku juga mengulumnya. Puting susunya kuhisap dalam-dalam. Mbak aini rupanya keasyikan dengan hisapanku. Semua itu masih dilakukan dengan posisi berdiri.

“Oh, Her nikmat sekali rasanya..”

Aku terus menghisap puting susunya dengan ganas. Tanganku juga mulai meraba seluruh tubuh Mbak aini. Saat turun ke bawah, tanganku langsung meremas-remas pantat Mbak aini. Pantat yg padat dan sintal itu begitu asyik diremas-remas. Setelah puas menghisap buah dada, mulutku ingin juga mencium bibir Mbak aini yg merah.

“Her, kamu ahli juga melakukannya, sudah sering ya,” katanya.
“Ah ini baru pertama kali Mbak, aku melakukan seperti yg kulihat di film blue,” jawabku.

Aku terus menciumi tiap bagian tubun Mbak aini. Aku menunduk hingga kepalaku menemukan segumpal rambut hitam. Rambut hitam itu menutupi lubang memek Mbak aini. Bulu memeknya tidak terlalu tebal, mungkin sering dicukur. Aku mencium dan menjilatinya. Tanganku juga masih meremas-remas pantat Mbak aini. Sehingga dengan posisi itu aku memeluk seluruh bagian bawah tubuh Mbak aini.

“Naik ranjang yuk,” ucap Mbak aini.

Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di ranjang. Mbak aini tidur dengan terlentang dan paha terbuka. Tubuhnya memang indah dengan buah dada yg menantang dan bulu memeknya yg hitam indah sekali. Aku kembali mencium dam menjilati memek Mbak aini. Memek itu berwarna kemerahan dan mengeluarkan bau harum. Mungkin Mbak aini rajin merawat memeknya. Saat kubuka memeknya, aku menemukan klitorisnya yg mirip biji kacang. Kuhisap klitorisnya dan Mbak aini menggeliat keasyikan hingga pahanya sedikit menutup. Aku terjepit diantara paha mulus itu terasa hangat dan nikmat.

“Masih belum puas menjilatinya Her.”
“Iya Mbak, punyamu sungguh asyik dinikmati.”
“Ganti yg lebih nikmat dong.”

Tanpa basa-basi kubuka paha mulus Mbak aini yg agak menutup. Kuraba sebentar bulu yg menutupi memeknya. Kemudian sambil memegang k0ntolku yg berdiri hebat, kumasukkan batang kemaluanku itu ke dalam memek Mbak aini.

“Oh, Mbak ini nikmatnya.. ah.. ah..”
“Terus Her, masukkan sampai habis.. ah.. ah..”

Aku terus memasukkan k0ntolku hingga habis. Ternyata k0ntolku yg 17 cm itu masuk semua ke dalam memek Mbak aini. Kemudian aku mulai dengan gerakan naik turun dan maju mundur.

“Mbak aini.. Nikmaat.. oh.. nikmaattt seekaliii.. ah..”

Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat. Itu membuat Mbak aini semakin menggeliat keasyikan.

“Oh.. ah.. nikmaatt.. Her.. terus.. ah.. ah.. ah..”

Setelah beberapa saat melakukan maju mundur, Mbak aini memintaku menarik k0ntol. Rupanya ia ingin berganti posisi. Kali ini aku tidur terlentang. Dengan begitu k0ntolku terlihat berdiri seperti patung. Sekarang Mbak aini memegang kendali permainan. Diremasnya k0ntolku sambil dikulumnya. Aku kelonjotan merasakan nikmatnya kuluman Mbak aini. Hangat sekali rasanya, mulutnya seperti memek yg ada lidahnya. Setelah puas mengulum k0ntolku, ia mulai mengarahkan k0ntolku hingga tepat di bawah memeknya. Selanjutnya ia bergerak turun naik, sehingga k0ntolku habis masuk ke dalam memeknya.

“Oh.. Mbak aini.. nikmaaatt sekali.. hangat dan oh..”

Sambil merasakan kenikmatan itu, sesekali aku meremas-remas buah dada Mbak aini. Jika ia menunduk aku juga mencium buah dada itu, sesekali aku juga mencium bibir Mbak aini.

“Oh Her punyamu Oke juga.. ah.. oh.. ah..”
“Punyamu juga nikmaaat Mbaak.. ah.. oh.. ah…”

Mbak aini rupanya semakin keasyikan, gerakan turun naiknya semakin kencang. Aku merasakan memek Mbak aini mulai basah. Cairan itu terasa hangat apalagi gerakan Mbak aini disertai dengan pinggulnya yg bergoyg. Aku merasa k0ntolku seperti dijepit dengan jepitan dari daging yg hangat dan nikmat.

“Mbak aini.. Mbaaakk.. Niiikmaaattt..”
“Eh.. ahh.. ooohh.. Her.. asyiiikkk.. ahh.. ennakk.. nikmaaatt..”

Setelah dengan gerakan turun naik, Mbak aini melepas k0ntolku. Ia ingin berganti posisi lagi. Kali ini ia nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku pantatnya bagai dua bantal yg empuk dengan lubang nikmat di tengahnya. Sebelum kemasukan k0ntolku, aku menciumi dahulu pantat itu. Kujilati, bahkan hingga ke lubang duburnya. Aku tak peduli dengan semua hal, yg penting bagiku pantat Mbak aini kini menjadi barang yg sangat nikmat dan harus kunikmati.

“Her, ayo masukkan punyamu aku nggak tahaan nih,” kata Mbak aini.

Kelihatannya ia sudah tidak sabar menerima hunjaman k0ntolku.

“Eh iya Mbak, habis pantat Mbak nikmat sekali, aku jadi nggak tahan,” jawabku.

Kemudian aku segera mengambil posisi, kupegang pantatnya dan kuarahkan k0ntolku tepat di lubang memeknya. Selanjutnya k0ntolku menghunjam dengan ganas memek Mbak aini. Nikmat sekali rasanya saat k0ntolku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju mundur dan makin lama makin keras.

“Oh.. Aah.. Her.. Ooohh.. Aah.. Aaahh.. nikmaaatt Her.. terus.. lebih keras Her…”
“Mbak aini.. enak sekaliii.. niiikmaaatt sekaaliii..”

Kembali aku meraskan cairan hangat dari memek Mbak aini membasahi k0ntolku. Cairan itu membuat memek Mbak aini bertambah licin. Sehingga aku semakin keras menggerakkan k0ntolku maju mundur.Mbak aini berkelonjotan, ia memejamkan mata menahan rasa nikmat yg teramat sangat. Rupanya ia sudah orgasme. Aku juga merasakan hal yg sama.

“Mbak.. aku mau keluar nih, aku nggak tahan lagi..”

Kutarik k0ntolku keluar dari lubang duburnya dan dari k0ntolku keluar sperma berwarna putih. Sperma itu muncrat diatas pantat Mbak aini yg masih menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung k0ntolku yg sesekali masih mengeluarkan sperma. Sangat nikmat rasanya saat ujung k0ntolku menyentuh pantat Mbak aini.

“Oh, Mbak aini.. Mbaak.. nikmat sekali deh.. Hebat.. permainan Mbak bener-bener hebat..”
“Kamu juga Her, k0ntolmu hebat.. hangat dan nikmat..”

Kami berpelukan di ranjang itu, tak terasa sudah satu jam lebih kami menikmati permainan itu. Selanjutnya karena lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami terbangun dan masih berpelukan. Saat itu jam sudah pukul 09:30 pagi.

“Kamu nggak sekolah Her,” tanya Mbak aini.
“Sudah terlambat, Mbak aini tidak bekerja.”
“Aku masuk sore, jadi bisa bangun agak siang..”

Kemudian Mbak aini pergi ke kamar mandi. Aku mengikutinya, kami mandi berdua dan saat mandi kembali kami melakukan permainan nikmat itu. Walaupun dengan posisi berdiri, tubuh Mbak aini tetap nikmat. Akhirnya pukul 14:30 aku pergi ke rumah Baron dan mengambil kunci rumahku. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak bisa melupakan malam itu. Itulah saat pertama aku melakukan permainan nikmat dengan seorang wanita.

Kini saat aku kuliah dan bekerja di Denpasar, aku masih sering mengingat saat itu. Jika kebetulan pulang ke Jember, aku selalu mampir ke rumah Mbak aini dan kembali menikmati permainan nikmat. Untung sekarang ia sudah pindah, jadi kalau aku tidur di rumah Mbak aini, orang tuaku tidak tahu. Kubilang aku tidur di rumah teman SMA. Sekali lagi ini adalah kisah nyata dan benar-benar terjadi.


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2016/12/bursa-cerita-sex-memuaskan-mbak-aini.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Memuaskan Mbak Aini"

Post a Comment