DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan

Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan

Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan
Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan

Sebenarnya saya sungkan sekali menceritakan pengalaman saya yg pertama. Saya berani sumpah, saya belum pernah cerita pengalaman saya ini ke siapa pun.

Oke, begini ceritanya, saya ini anak sulung dari keluarga yg cukup kaya di Surabaya. Saya masih duduk di bangku 2 SMU, tapi saya sudah sangat mandiri. Bapak saya jarang sekali ada di rumah. Beliau selalu sibuk dengan urusan bisnisnya.

Sementara adik dan Ibu saya ada di Jakarta. Jadi saya lebih sering sendirian di rumah. Ya nggak sendirian betul, ada dua pembantu perempuan, satu pembantu laki-laki, satu sopir, sama satu satpam. Saya punya teman dekat yg juga sekaligus saudara sepupu saya.

Dia sangat cantik sekali. Sebut saja namanya Shinta. Rambutnya hitam lebat dan panjangnya kira-kira sebahu. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, 160 cm. Berat badannya 50 kg. Bodynya ideal sekali. Dadanya cukup besar untuk ukuran anak SMU kelas 2. Terus kulitnya putih bersih dan menggairahkan.

Sebenarnya saya juga naksir berat sama sepupu saya ini. Cuman saya malu kalau pacaran sama Shinta, saya kan saudaranya, saya juga sudah punya pacar.

Bagi orang lain, hubungan kita ini memang sangat asyik. Bapak dan Ibunya memang terkenal sangat over protecting terhadap Shinta. Shinta tidak boleh berhubungan macam-macam dengan laki-laki. Nggak heran kalau sampai sekarang Shinta belum pernah pacaran serius dengan seorang pun.

Tapi saya sudah kenal sekali sama bapak dan ibunya. Mereka sudah percaya 100% sama saya, maklum saya keponakannya. Shinta sendiri juga begitu. Dia pasti butuh cowok untuk perlindungan, cerita berbagai kesenangan dan kesusahan. Dan dia melampiaskan hal itu sama saya. Dia sering minta diantarkan kemana-mana, beli inilah, beli itulah. Singkat kata, hubungan kita memang seperti pacaran.

Seperti biasa, setiap hari Rabu dan Sabtu saya harus jemput Shinta di tempat kursus Inggrisnya. Kebetulan hari itu hari Sabtu, Waktu itu gelap sekali, mendung dilangit seperti mau jatuh saja. Jam 1/2 enam sore, akhirnya Shinta keluar bareng Dita, teman baiknya. Saya diminta Shinta mengantarkan Dita dulu sebelum mengantarkan dia. Kebetulan waktu itu saya lagi nggak ada kerjaan. Jadi OK lah…

Rumah Dita ada di wilayah Delta Sari Baru, kompleks perumahan yg cukup elit di Surabaya. Rumahnya besar juga. Kita bertiga masuk ke rumah, ngobrol-ngobrol, bercanda. Kira-kira jam 1/2 delapan malam, bapak dan ibu Dita keluar, ada keperluan katanya. Mereka sudah kenal baik dengan Shinta dan saya, jadi nggak ada pikiran aneh-aneh deh.

“Reno (bukan nama sebenarnya), jagain Dita ya!” kata bapaknya.

Saya sih OK-OK saja, Dita kan juga cukup lumayanlah. High Average! Setengah jam kemudian, Rudi, pacar Dita datang.

Suasana jadi tambah ramai dan mengasyikkan. Shinta sih sudah kepingin pulang, tapi Dita nya mohon sama Shinta biar nggak cepat pulang.

“Sudah Dee, telepon saja, bilang nginep di rumah gue”, bujuk Dita.

Sampai agak lama dibujuk, akhirnya Shinta setuju untuk menginap di rumah Dita. Ibunya Shinta juga sudah ditelepon, dan sudah mengijinkan Shinta tidur di rumah Dita.

Jam sembilan malam, Shinta minta sama saya untuk diantarkan jalan-jalan. Alasannya sih rasional, nggak enak sama Rudi dan Dita, saya setuju. Tidak lama kemudian kita berdua sudah melaju dengan mobil Panther saya. Saya ingat betul, waktu itu gerimis rintik-rintik mulai turun, tidak lama kemudian hujan pun turun. Kita putar-putar di daerah Deltasari yg sepi. Sepanjang perjalanan kita membicarakan yg nggak-nggak tentang Rudi dan Dita.

“Mereka pasti sudah mulai macem-macem”, kata Shinta.

Sebenarnya waktu itu saya juga ada pikiran yg nggak-nggak sama Shinta. Saya lihat dia pakai baju tiny warna biru, celana jeans belel yg kebesaran, pokoknya seksi sekali. Apalagi cara bercandanya sama saya memang asyik banget. Kelikitikin lah, peluk-pelukan lah, pokoknya bisa membangunkan k0ntol saya.

Saya menjalankan Panther saya pelan-pelan, sambil saya putar lagu-lagu slow rekaman saya, terus saya juga memberanikan diri menyubit-nyubit dia, mengelus rambutnya, wah kita benar-benar enjoy.

“Wah, dingin ya”, kata Shinta tiba-tiba.

“Mau saya angetin”, jawab saya sambil bercanda.

“Angetin gimana sih?” godanya. Saya cuma ketawa saja. Tapi dia terus menggoda saya.

Tangannya yg imut mulai menggerayangi pipi saya. Saya benar-benar nggak sadar apa yg terjadi, saya pikir waktu itu cuma mimpi saja. Tahu-tahu dia sudah menyiumi leher, dan memegangi k0ntol saya. Kontan saja saya rem itu Panther.

Saya yg sudah terangsang-Sangat terangsang, mulai menyiumi bibirnya. Kita saling mengulum, menghisap, dan mengadu lidah. Sungguh tidak bisa dibayangkan, saya bisa melakukan begituan sama dia, padahal kalau sama pacar saya paling-paling cuman gandengan dan pelukan. Saya memang sering nonton BF, baca buku porno, dan melakukan masturbasi. Cuma saya belum pernah kepikiran untuk melakukan hal ini. Memang, rasanya nikmat sekali.

Sambil ciuman, dia mulai megang-megang k0ntol saya, bahkan mulai berani membuka resleting celana saya. saya juga sudah nekat banget. Jadi saya berani untuk mengerempon dadanya yg kenyal itu. Terus saya minta dia untuk buka kaos Tiny-nya. Shinta memang sangat penurut sama saya. Dia bukakan bajunya, sekaligus branya.

Wah, saya benar-benar sudah kesetanan. Saya dorong jok depan Panther saya kebelakang, sampai dia bisa tidur telentang diatasnya. Terus saya mulai menyiumi dadanya.

“sshh”, erangnya merintih.

Putingnya yg berwarna pink itu saya kulum habis. Saya mainkan dengan lidah saya. Saya bisa dengar suara nafasnya yg memburu. Aroma parfum menambah nafsu saya untuk menjilati dada Shinta. Tangannya memegangi pinggiran jok mobil, bibirnya digigit-gigit sambil mengeluarkan suara yg sensasional dengan menyebut nama saya pelan.

“Geli… gelii!” katanya.

Puas mengempoti dada si Shinta. Saya dorong jok depang ke belakang, sampai ada ruangan yg cukup Shintatara Dashboard kiri sama jok kiri. Saya lompat ke tempat itu, terus menyiumi bibir Shinta yg seksi sambil memberanikan untuk meloroti jeansnya.

“Shiiinnnn, saya lepas ya?” ijin saya.

Shinta cuma mengangguk pelan. Saya sempat melihat mata Shinta yg mulai merah. Mungkin dia merasa menyesal. Tapi saya yg sudah kesurupan setan jadi benar-benar liar. Saya buka semua baju saya, sampai k0ntol saya yg kekar dan perkasa menunjuk-nunjuk ke arah memek Shinta. Shinta yg melihat sempat kaget.

“Wih besar banget No”, komentarnya. Saya cuma ketawa kecut.

Saya peloroti jeans Shinta. Saya lihat CD Shinta sudah basah, ada noda basah dibagian memeknya. Itu membuat belahan memek Shinta benar-benar kelihatan. Saya benar-benar sudah nggak tahan masukin k0ntol saya ke dalam lubang memeknya. Jadi saya peloroti saja CD-nya.

“Jangan No, jangan, sudah segini saja”, pintanya. Dia mencoba untuk bangun, tapi saya dorong ke belakang.

Saya mulai memainkan memek Shinta. Gila, memeknya masih sempit banget, mana bulunya jarang. Saya memang masih rookie, tidak tahu apa-apa. Saya tidak tahu ini yg namanya perawan atau tidak, saya nggak peduli, yg penting saya bisa menikmatinya. Pertama saya masukin telunjuk saya ke dalam lubang memeknya, sementara tangan yg satu lagi menggesek-gesek kelentitnya.

“Aduh… Aduh…”, Shinta cuma bisa bilang begitu saja.

Saya melihat dia sudah mulai menangis. Tapi saya nggak peduli. Kan dia duluan yg mulai. Saya maju mundurin telunjuk saya, sambil sekali-kali nyiumi pipi Shinta, kening, bibir, dagu, dan semua bagian di wajahnya. Kira-kira lima menit memeknya saya mainin seperti itu, Shinta mulai aneh. Dia mulai menggeliat-geliat, kakinya diluruskan sampai menendang Dashboard mobil saya, terus dia mulai menjerit-jerit.

Memang waktu itu hujan deras sekali, suara teriakannya nggak bakal di dengar sama seluruh penduduk Deltasari, cuma saya khawatir saja. Saya hentikan permainan saya, saya pegang pipinya, terus saya ciumi bibirnya. Tapi dia malah aneh,

“Ayo No, terusin-terusin, nggak tahan… nggak tahan…” rintihnya.

Saya benar-benar nggak tahu harus ngapain, tapi saya lihat dia sensasional sekali. Nafasnya memburu, dadanya mengetat dan membesar, kakinya menendang-nendang dashboard, tangannya memegang jok pinggiran jok mobil, sambil mengangkat badannya.

Wah saya benar-benar nggak tahan. Saya buka selangkangan Shinta, sampai memeknya membuka lebar. Terus saya bimbing k0ntol saya untuk masuk kedalam memek Shinta. Wah tapi ternyata k0ntol saya nggak muat. Kepala k0ntol saya saja nggak bisa masuk.

“Masukin, masukin!” perintah Shinta kasar.

Kontan saja saya paksakan masuk. Saya dorong k0ntol saya kedalam memek Shinta… Bless!

“Akhh!” teriak Shinta. Saya dorong terus k0ntol saya sampai mentok kedalam memek si Shinta. Shinta cuma bisa meronta-ronta.

Kaki dan tangannya memukul apa saja yg ada.

“Sstttt… nanti ada orang-orang gimana?” bujukku.

Akhirnya Shinta bisa sedikit tenang. Sambil terisak-isak dia bilang kalau dia kesakitan. Saya biarkan dulu k0ntol saya di dalam memek Shinta. Terus saya belai-belai rambutnya, saya usap keringatnya, terus saya ciumi bibirnya.

“Gimana Shin?” tanyaku. Dia diam saja.

“Boleh saya terusin nggak?” tanyaku lagi.

“He-eh… tapi pelan-pelan ya…”, jawab Shinta lembut.

Seperti yg pernah saya lihat di BF-BF, biasanya orang menggenjot-genjot k0ntolnya maju mundur. Saya juga melakukan hal itu sambil memegang perut Shinta. Shinta cuma pasrah, tangan dan kakinya tergolek lemas, matanya terpejam, air matanya mengucur seperti cairan di memeknya, sesekali terdengar isakan dan erangan yg mempermanis suasana. Rasanya nikmat sekali, k0ntol saya serasa diurut-urut. Aroma yg di timbulkan juga khas sekali, saya suka sekali.

Akhirnya saya bisa merasakan kalau sperma saya sudah mau keluar. Saya percepat gesekan di dalam. Saya minta Shinta untuk membuka mulutnya, seperti biasa dia menurut walaupun tanpa semangat. Saya cabut k0ntol saya, terus saya naik ke kepala Shinta, saya masukan k0ntol saya kedalam mulutnya, saya pegangi pipinya dan saya katup mulutnya.

Crot… Crot… Crot… k0ntol saya muntah-muntah. Shinta yg kaget langsung bangun terus memuntahkan sperma saya di jok mobil. Yahh… kotor deh.

15 menit kemudian kita sudah sama-sama tenang. Saya tanya bagaimana rasanya, dia jawab sakit. Terus saya tanya dia mau beginian lagi nggak, dia cuma diam. Terus saya tanya kapan kita bisa beginian lagi, dia juga diam. Saya elus rambutnya yg lembab keringat, terus saya cium pipinya. Saya bisikin bagaimana kalau dia tidur di rumah saya. Nanti kita bisa main begituan sampai pagi.

Dia cuma tersenyum, terus mengangguk. OK, saya jalankan Panther saya pulang. Di rumah, saya bertarung habis-habisan sama dia. Saya stelin dia BF-BF terbaik saya. Saya jilati memeknya, dia juga mengisapi k0ntol saya, wah pokoknya seru sekali. Paginya kita mandi bareng. Sampai sekarang kita sudah sering banget melakukan hubungan tersebut. Saya nggak pernah berani mengeluarkan sperma saya di dalam, takut mbelendung!


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2016/12/bursa-cerita-sex-dalam-derai-hujan.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Dalam Derai Hujan"

Post a Comment