DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku

Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku

Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku
Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku

Tiara, 35 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak. Penampilan Tiara sangat menarik. Sebagai wanita yg tinggal di kota besar, Bandung, cara berpakaiannya selalu sexy. Tdk sexy murahan tapi berkelas dan menarik. Dengan tubuh tinggi semampai, dada 36, dan kulit yg putih besrish, walau sudah menikah dan punya anak yg sudah cukup dewasa, tapi masih banyak lelaki yg selalu menggodanya.

Anaknya yg paling besar, Anto, 16 tahun, seorang anak yg yg baik dan penurut pada orang tuanya. Anak kedua, Deris, 14 tahun, seorang anak yg sudah mulai beranjak dewasa. Sedangkan suami Tiara, Firman, adalah seorang suami yg cukup baik dan perhatian pada keluarga. Bekerja sebagai seorang PNS di suatu instansi pemerintah.

Kehidupan sexual Tiara sebetulnya tdk ada masalah sama sekali dengan suaminya. Walau banyak lelaki yg menggoda, tak sedikitpun ada niat dia untuk mengkhianati Firman.

Tapi ada sesuatu yg berubah dalam diri Tiara ketika suatu hari dia secara tdk sengaja melihat anak lelakinya, Anto, sedang berpakaian setelah mandi. Dari balik pintu yg tdk tertutup rapat, Tiara dengan jelas melihat Anto telanjang. Matanya tertuju pada penis Anto yg dihiasi dengan bulu-bulu yg tdk terlalu lebat.

Sejak saat itu Tiara pikirannya selalu teringat pada tubuh telanjang anak lelakinya itu. Bahkan seringkali Tiara memperhatikan Anto bila sedang makan, sedang duduk, atau sedang apapun bila ada kesempatan.

“Ada apa si Mam, kok liatin Anto terus?” tanya Anto ketika Tiara memperhatikannya di ruang tamu.
“Tdk ada apa-apa, to.. Hanya saja Mama jadi senang karena melihat kamu makin besar dan dewasa,” ujar Tiara sambil tersenyum.
“Kamu sudah punya pacar, to?” tanya Tiara.
“Pacar resmi sih belum ada, tapi kalau sekedar teman jalan sih ada beberapa. Memangnya kenapa, Mam?” tanya Anto.
“Ah, tdk. Mama hanya pengen tahu saja,” ujar Tiara.
“Kamu pernah kissing?” tanya Tiara.
“Ah, Mama.. Pertanyaannya bikin malu Anto ah…” ujar Anto sambil tersenyum.
“Yee.. Tdk apa-apa kok, To.. Jujur saja pada Mama. Mama juga pernah muda kok. Mama mengerti akan maunya anak muda kok…” ujar Tiara sambil menjewer pelan telinga Anto. Anto tertawa.

“Ya, Anto pernah ciuman dengan mereka,” ujar Anto.
“ML?” tanya Tiara lagi.
“ML apa sih artinya, Mam?” tanya Anto tdk mengerti.
“Making LOve.. Bersetubuh…” ujar Tiara sambil mempraktekkan ibu jarinya diselipkan diantara telunjuk dan jari tengah.
“Wah kalau itu Anto belum pernah, Mam.. Tdk berani. Takut hamil…” ujar Anto.

Tiara tersenyum mendengarnya.

“Kenapa Mama tersenyum?” tanya Anto.
“Karena kamu masih sangat polos, sayang…” kata Tiara sambil mencubit pipi Anto, lalu bangkit untuk menyiapkan segala sesuatunya karena Firman akan segera pulang.

Malam harinya, Tiara, Anto, dan Deris asyik menonton TV, sedangkan Firman sedang mengerjakan sesuatu di meja kerjanya.

“Ciuman rasanya gimana sih?” tanya Deris ketika menyaksikan adegan ciuman di televisi.
“Ah, kamu.. Masih kecil! Tdk perlu tahu,” ujar Anto sambil mengucek-ngucek rambut Deris.
“Tdk boleh begitu, to.. Adikmu harus tahu tentang apapun yg dia tdk mengerti. Biar tdk salah langkah nantinya…” ujar Tiara sambil menatap Anto.
“Begini, Ris…” ujar Tiara.

“Ciuman itu tdk ada rasa apa-apa.. Tdk manis, pahit atau asin. Hanya saja, kalau kamu sudah besar nanti dan sudah merasakannya, yg terasa hanya perasaan nyaman dan makin sayang kepada pacar atau suami kamu…” ujar Tiara lagi.
“Ah, nggak ngerti…” ujar Deris.
“Mendingan Deris tidur saja, ah.. Sudah ngantuk…” ujar Deris.
“Ya sudah, tidurlah sayang,” ujar Tiara. Deris kemudian bangkit dan segera menuju kamar tidurnya.

Ketika menyaksikan adegan ranjang di televisi, Tiara bertanya kepada Anto,

“Apakah kamu sudah itu dengan pacarmu?”.
“Anto belum punya pacar, Mam.. Mereka hanya sekedar teman saja,” jawab Anto.
“Tapi kok kamu bisa ciuman dengan mereka?” tanya Tiara lagi sambil tersenyum.
“Ya namanya juga saling suka…” jawab Anto sambil tersenyum juga.
“Sudah sejauh mana kamu melakukan sesuatu dengan mereka?” tanya Tiara.

“Tdk apa-apa kok, to.. Bicara terbuka saja dengan Mama,” ujarnya Tiara lagi. Anto menatap mata ibunya sambil tersenyum.
“Ya begitulah…” kata Anto.
“Ya begitulah apa?” tanya Tiara lagi.
“Ya begiutlah.. Ciuman, saling pegang, saling raba…” ujar Anto malu malu. Tiara tersenyum.
“Hanya itu?” tanya Tiara lagi.

Anto melirik ke arah ayahnya yg sedang sibuk mengerjakan sesuatu di meja kerjanya.

“Mama jangan bilang ke Papa ya?” ujar Anto.
Tiara tersenyum sambil mengangguk. Anto lalu beringsut mendekati Tiara.

“Anto pernah oral dengan beberapa teman wanita…” ujarnya sambil berbisik.

Tiara tersenyum sambil mencubit pipi Anto.

“Nakal juga ya kamu!” ujar Tiara sambil tersenyum.
“Rasanya bagaimana?” tanya Tiara sambil berbisik.
“Sangat enak, Mam…” ujar Anto.
“Tapi Anto dengar, katanya kalau punya Anto dimasukkan ke punya wanita rasanya lebih enak.. Benar tdk, Mam?” tanya Anto.

Tiara kembali tersenyum tapi tdk menjawab..

“Kamu mau tahu rasanya, to?” tanya Tiara sambil tetap tersenyum. Anto mengangguk.
“Sini ikut Mama…” ajak Tiara sambil bangkit lalu pergi ke ruang belakang. Anto mengikuti dari belakang.

Sesampai di ruang belakang, Tiara menarik tangan Anto agar mendekat.

“Ada apa sih, Mam?” tanya Anto.
“Karena kamu sudah dewasa, Mama anggap kamu sudah seharusnya tahu tentang hal tersebut,” ujar Tiara dengan nafas agak memburu menahan gejolak yg selama ini terpendam terhadap anaknya tersebut.
“Ciumlah Mama sayang…” kata Tiara sambil mengecup bibir Anto.

Anto diam karena tdk tahu harus berbuat apa. Tiara terus melumat bibir anaknya itu sambil tanggannya masuk ke dalam celana Hawaii Anto. Lalu dengan lembut diremas dan dikocoknya penis anaknya. Karena tdk tahan merasakan rasa enak, Anto dengan segera membalas ciuman Tiara dengan hangat.

Sambil terus mengocok dan meremas penis Anto, Tiara berkata, “Kamu ingin merasakan rasanya bersetubuh kan, sayang?”.

“Iya, Mam…” ujar Anto dengan nafas memburu.
“Mama juga sama, to.. Mama ingin merasakan hal itu dengan kamu,” ujar Tiara.
“Kapan, Ma?” tanya Anto sambil menggerakkan pinggulnya maju mundur karena enak dikocok penis oleh Tiara.
“Jangan sekarang ya, sayang…” ujar Tiara sambil melepaskan genggaman tangannya pada penis Anto.
“Yg penting kamu harus tahu bahwa Mama sangat sayang kamu…” kata Tiara sambil mengecup bibir Anto.
“Anto juga sangat sayang Mama,” ujar Anto.
“Sekarang Mama harus tidur karena sudah malam. Nanti Papamu curiga…” ujar Tiara sambil meninggalkan Anto.

Anto menarik nafas panjang menahan suatu rasa yg tak bisa diucapkan.. Tak lama Anto masuk ke kamar mandi.. Onani. Besok paginya, Firman sudah siap-siap pergi kerja sekalian mengantar Deris ke sekolah karena masuk pagi. Sementara Anto masuk sekolah siang. Dia masih tidur di kamarnya.

Setelah Firman dan Deris pergi, dengan segera Tiara mengetuk dan masuk ke kamar Anto. Anto masih tidur dengan hanya memakai celana Hawaii saja. Tiara tersenyum sambil duduk di sisi ranjang anaknya tersebut. Tangannya mengusap dada Anto. Dimainkannya puting susu Anto. Anto terbangun karena merasakan ada sesuatu yg membuat darahnya berdesir nikmat. Ketika matanya dibuka, terlihat mamanya sedang menatap dirinya sambil tersenyum.

“Bangun dong, sayang.. Sudah siang,” ujar Tiara sambil tangannya berpindah masuk ke dalam celana Hawaii Anto.

Diusap, dibelai, diremas, lalu dikocoknya penis Anto sampai tegang dan tegak. Anto terus menatap mata Tiara sambil merasakan rasa nikmat pada penisnya.

“Mau sekarang?” tanya Tiara sambil tetap tersenyum.
“Saya mau kencing dulu, Mam…” kata Anto sambil bangkit lalu bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai, segera dia kembali ke kamarnya.
“Lama amat sih?” tanya Tiara.
“Anto kan sikat gigi dulu, Mam…” ujar Anto sambil duduk di pinggir ranjang berdampingan dengan Tiara.
“Kenapa Mama mau melakukan ini dengan Anto?” tanya Anto.

Tiara tersenyum sambil mencium pipi anaknya itu.

“Karena Mama sangat sayang kamu. Juga Mama ingin mendapat kebahagiaan dari orang yg paling Mama sayangi.. Kamu,” ujar Tiara sambil kemudian melumat bibir Anto.

Anto membalasnya dengan hangat pula. Kemudian Tiara bangkit lalu melepas semua pakaian yg menempel di tubuhnya. Anto terus menatap tubuh ibunya dengan kagum dan nafsu.

“Buka celana kamu dong, sayang,” ujar Tiara.
“Iya, Mam…” ujar Anto sambil bangkit lalu melepas celana Hawaiinya.
“Sini, to…” ujar Tiara sambil berjongkok.

Tak lama mulut Tiara sudah mengulum penis Anto. Jilatan dan hisapannya membuat Anto bergetar tubuhnya menahan nikmat yg amat sangat.

“Mmhh.. Enakk, Mamm…” desah Anto sambil agak menggerakkan pinggulnya maju mundur.

Tiara melepas kulumannya, sambil tersenyum menatap wajah Anto yg tengadah merasakan nikmat, tangannya terus mengocok penis Anto.

“Gantian, to…” ujar Tiara.
“Iya, Mam…” ujar Anto.

Tiara lalu naik ke ranjang anaknya. Lalu segera dibukanya paha lebar-lebar.. Anto langsung mendekatkan wajahnya ke vagina Tiara. Lalu segera dijilatinya seluruh permukaan vagina Tiara. Tiara terpejam menahan nikmat. Apalagi ketika jilatan lidah Anto bermain di kelentitnya.. Mata Tiara terpejam, tubuhnya bergetar sambil menggoyangkan pinggulnya.

“Ohh.. Enakk.. Teruss, to…” desah Tiara.

Setelah sekian menit Tiara dijilati vaginanya, tiba-tiba tubuhnya bergetar makin keras, ditekannya kepala Anto ke vaginanya, lalu segera dijepit dengan pahanya.. Tak lama…

“Ohh.. Mhh.. Ohh…” desah Tiara panjang. Tiara orgasme.
“Ohh, enak sekali sayang.. Naik sini!” ujar Tiara.

Anto naik ke tubuh Tiara. Dengan segera Tiara melumat bibir Anto walau masih belepotan dengan cairan dari vagina Tiara sendiri.

“Masukkin sayang…” bisik Tiara sambil menggenggam penis Anto dan diarahkan ke vaginanya.

Setelah itu, Anto langsung memompa penisnya di vagina Tiara. Mata Anto terpejam sambil terus mengeluarmasukkan penisnya.

“Bagaimana rasanya, to?” tanya Tiara sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan Anto.
“Nikmat sekali, Mam…” ujar Anto.

Tiara tersenyum sambil terus menatap mata anaknya. Tak lama, tiba-tiba tubuh Anto mengejang, gerakannya makin cepat..

“Anto mau keluar, Mam,” bisik Anto.
“Mmhh.. Keluarkan sayang, puaskan dirimu…” bisik Tiara sambil memegang pantat Anto lalu menekankan ke vaginanya keras-keras.

Tak lama.. Creett! Creett! Creett! Air mani Anto muncrat banyak di dalam vagina Tiara. Anto mendesakkan penisnya dalam-dalam ke vagina Tiara..

“Bagaimana rasanya sayang?” tanya Tiara.
“Sangat nikmat, Mam.. Lebih nikmat daripada oral…” ujar Anto sambil mengecup bibir Tiara.
“Anto sangat sayang Mama,” ujar Anto.
“Mama juga sangat sayang kamu,” ujar Tiara.

Lalu mereka berpelukan telanjang.


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.bursaceritasex.com/2016/12/bursa-cerita-sex-anak-ku-kenikmatanku.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Anak ku Kenikmatanku"

Post a Comment